Skip to content
Nasional

Pindad Akan Buat Senapan untuk Tentara Arab Saudi

Tegar Utami - tempatdonasi.com 4 mins read

: Pindad Siap Produksi Senjata untuk Militer Arab Saudi New Policy - Presiden Prabowo Subianto baru saja menyampaikan kabar gembira mengenai kesepakatan

Pindad Akan Buat Senapan untuk Tentara Arab Saudi

New Policy: Pindad Siap Produksi Senjata untuk Militer Arab Saudi

Tempatdonasi.com – Presiden Prabowo Subianto baru saja menyampaikan kabar gembira mengenai kesepakatan pertahanan antara Indonesia dengan negara Teluk. Berdasarkan informasi yang ia terima, Kerajaan Arab Saudi telah melakukan pemesanan senjata kepada PT Pindad, perusahaan pertahanan nasional Indonesia. Pengumuman ini disampaikan saat menghadiri seremoni peresmian lima bendungan di wilayah Nusa Tenggara Barat pada hari Jumat, tanggal 10 Juli 2026. Langkah strategis ini menandai babak baru dalam diplomasi pertahanan Indonesia di kancah internasional.

Kontrak Kerjasama dengan Industri Pertahanan Arab Saudi

Sesuai dengan siaran pers resmi PT Pindad yang dipublikasikan melalui portal Badan Usaha Milik Negara, penandatanganan nota kesepahaman telah dilakukan di kota Riyadh pada tanggal 9 Februari 2026. Kolaborasi strategis ini melibatkan PT Pindad bersama entitas industri pertahanan Arab Saudi yang dikenal dengan nama SAM DS. Lingkup kerjasama yang disepakati mencakup berbagai aspek mulai dari pengembangan teknologi, proses produksi, pemeliharaan rutin, perbaikan, hingga perawatan jangka panjang untuk peralatan militer. New Policy ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor senjata Indonesia ke pasar Timur Tengah yang semakin berkembang.

“Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

Produk yang akan difokuskan dalam kerjasama ini adalah senapan mesin dengan kaliber 7,62 milimeter dan 12,7 milimeter. Ke depannya, rencana strategis PT Pindad menempatkan produk senapan mesin sebagai salah satu komoditas unggulan yang akan diproduksi secara lokal di Arab Saudi. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan. Melalui New Policy ini, Indonesia tidak hanya mengekspor senjata, tetapi juga mentransfer teknologi pertahanan ke negara mitra strategisnya.

Peran Pindad di Kancah Global

Sigit P. Santosa, Direktur Utama PT Pindad, menyampaikan pandangannya mengenai signifikansi kerjasama ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah fundamental bagi Pindad untuk memperluas kontribusi di tingkat internasional. Selain itu, hal ini juga mencerminkan peran aktif perusahaan dalam mendukung peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. New Policy yang diterapkan oleh pemerintah saat ini memberikan momentum positif bagi industri pertahanan nasional untuk berkembang lebih pesat.

“Kerja sama ini menjadi langkah awal PT Pindad untuk berkontribusi lebih luas di ranah global sekaligus menunjukkan peran aktif Pindad dalam mendukung peningkatan kerja sama bilateral Indonesia dan Arab Saudi,” ujar Sigit P. Santosa.

Prestasi TNI dalam Kompetisi Menembak Internasional

Prabowo Subianto menambahkan bahwa kontrak pertahanan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa tentara Indonesia telah teruji kemampuannya di kancah internasional. Ia menyinggung prestasi gemilang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang telah meraih gelar juara umum sebanyak 13 kali dalam ajang menembak yang diselenggarakan di Australia setiap dua tahun sekali. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara termasuk militer Australia, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Prestasi ini menjadi fondasi kuat bagi New Policy pertahanan Indonesia untuk mengekspor produk senjata berkualitas tinggi.

“Mau curang apa? Pertandingan mereka, panitianya mereka, tempatnya di tempat mereka, sistem pertandingan juga mereka susun,” kata Prabowo dengan yakin.

Menurut Presiden, setiap kali Indonesia berhasil menang, militer negara lain sering kali mencurigai adanya kecurangan. Padahal, tidak ada celah sama sekali bagi tentara Indonesia untuk melakukan kecurangan dalam pertandingan menembak tersebut. Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai bahwa prajurit Indonesia mendapatkan perlengkapan yang tepat sehingga mampu berprestasi. Dengan peluru yang cukup dan latihan intensif, mereka menjadi juara di antara tentara terbaik dunia. New Policy ini juga sejalan dengan visi Indonesia sebagai produsen senjata regional yang kompetitif.

Peresmian Lima Bendungan di Seluruh Indonesia

Selain membahas kerjasama pertahanan, dalam acara di Lombok Barat hari ini, Prabowo juga meresmikan Bendungan Meninting yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Melalui kegiatan tersebut, ia secara serentak meresmikan lima bendungan di tiga provinsi berbeda. Kelima bendungan tersebut adalah Bendungan Meninting, Bendungan Keureuto dan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. New Policy pembangunan infrastruktur ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam meningkatkan ketahanan nasional secara menyeluruh.

“Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara,” tutur Prabowo.

Total biaya proyek yang dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 mencapai Rp 9,79 triliun. Investasi infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia dalam hal pengairan dan mitigasi bencana. Dengan kombinasi New Policy pertahanan dan infrastruktur, Indonesia siap menghadapi tantangan global dengan kekuatan yang terintegrasi.

Pilihan Editor: Anggaran Pertahanan 2027 Naik Dua Kali Lipat. Buat Apa?

Join the discussion