Megawati Bertemu Pemimpin Timor-Leste, Bahas Kerja Sama Maritim hingga Kaderisasi Partai
ana Gusmão Bahas Kerja Sama Key Discussion - Pertemuan bilateral antara Megawati Soekarnoputri dan Kay Rala Xanana Gusmão berlangsung hangat di Palm Springs

Key Discussion: Megawati dan Xanana Gusmão Bahas Kerja Sama
Tempatdonasi.com – Pertemuan bilateral antara Megawati Soekarnoputri dan Kay Rala Xanana Gusmão berlangsung hangat di Palm Springs, Dili, pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2026. Dalam Key Discussion ini, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis yang menjadi prioritas hubungan Indonesia-Timor-Leste. Acara makan siang kerja ini dihadiri oleh delegasi dari masing-masing negara dan menghasilkan komitmen jangka panjang yang menguntungkan generasi muda Asia Tenggara.
Suasana Kekeluargaan dalam Key Discussion
Acara dibuka dengan sambutan dari Francisco Kalbuadi Lay, yang menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Timor-Leste. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa seluruh hidangan yang disajikan sengaja berupa makanan rumahan biasa. Hal ini bertujuan untuk mempertegas atmosfer kekeluargaan yang intim antara kedua delegasi selama Key Discussion berlangsung.
Kalbuadi Lay juga mengapresiasi persiapan matang yang dilakukan sebelumnya oleh delegasi PDI Perjuangan yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Secara khusus, ia memuji gaya komunikasi Megawati yang dinamis dan berbobot. Ia menambahkan bahwa banyak yang terkesan dengan cara Megawati memegang catatan yang ringkas, namun poin-poin yang disampaikan sangat luas dan mendalam saat berada di podium.
Kami berharap anak muda di Timor-Leste dapat belajar banyak dari ketokohan dua pemimpin besar, Ma Xanana dan Ibu Mega, ujar Kalbuadi Lay.
Mengenang Momen Kemerdekaan dalam Key Discussion
Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dalam pidato kehormatannya menyampaikan rasa hormat serta apresiasi atas kehadiran Megawati. Bagi Xanana, kehadiran Megawati di Dili adalah pengingat akan momen krusial yang paling membekas dalam hidupnya, yakni pada 20 Mei 2002, saat upacara pemulihan kemerdekaan Timor-Leste. Key Discussion ini menjadi wadah untuk mengenang kembali momen bersejarah tersebut.
Di hadapan ribuan rakyat Timor dan para pemimpin dunia seperti Kofi Annan dan Bill Clinton, kehadiran Anda (Megawati) kala itu mengubah momen kemerdekaan menjadi momen rekonsiliasi yang luar biasa, ujar Xanana.
Xanana mengatakan, kehadiran Megawati pada 2002 menjadi pesan kuat kepada dunia bahwa kemerdekaan Timor-Leste bukanlah kehilangan bagi Indonesia, melainkan awal dari babak baru hubungan kedua negara. Ia juga memberikan penghormatan tinggi kepada ayahanda Megawati, Proklamator RI Bung Karno. Xanana menilai Presiden Pertama RI itu merupakan pemimpin global yang berhasil menggerakkan solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika menentang kolonialisme demi menegakkan martabat manusia.
Kelakar dan Pesan Politik dari Megawati
Sementara itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengawali pidatonya dengan menceritakan pengalamannya mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Seroja pada pagi hari, di mana ia menyaksikan perkembangan Dili yang kini jauh lebih ramai dibanding masa lalu. Suasana formal mencair saat Megawati melontarkan seloroh khasnya kepada Xanana mengenai masa lalu mereka sebagai tokoh pergerakan yang akrab dengan jeruji besi.
Mengingat kedekatan personal mereka, keduanya bahkan sepakat menolak panggilan formal “Bapak” atau “Ibu”, melainkan menyapa dengan “Maun Xanana” (Kak Xanana) dan “Mega”. Kepada anak-anak muda Timor-Leste yang hadir, Megawati bahkan meminta mereka memanggilnya “Mama”.
Saya sering menggoda Pak Xanana. Kalau beliau menyebut penjara sebagai ‘universitas tertutup’, saya bilang bapak masih kalah dengan bapak saya (Bung Karno). Pak Xanana di LP Cipinang selama 7 tahun, bapak saya total menjalani 22 tahun penjara dan dibuang 3 kali, seloroh Megawati yang disambut tawa hadirin.
Namun, di balik kelakar tersebut, Megawati menekankan pentingnya makna keteguhan, keberanian, dan kesabaran revolusioner bagi seorang politisi dan pemimpin. Ia juga memotivasi kaum perempuan agar tidak boleh kalah dalam debat maupun ruang-ruang strategis di jantung demokrasi.
Kerangka Kerja Sama Konkrit dalam Key Discussion
Megawati menjabarkan kerangka kerja sama konkret yang diusulkan untuk memperkuat fondasi hubungan kedua negara di masa yang akan datang. Pertama, kerja sama maritim dan perubahan iklim melalui BRIN. Indonesia dan Timor-Leste sebagai sesama negara kepulauan menghadapi ancaman nyata perubahan iklim, termasuk gejala El Nino dan risiko kekeringan. Megawati mengutus pakar kelautan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, untuk menyusun langkah antisipasi bersama.
Kedua, kajian nasionalisme komparatif melalui BPIP. Megawati melihat adanya benang merah pemikiran yang dapat memperkuat identitas kedua bangsa. Ketiga, pertukaran kader partai untuk membangun jaringan kepemimpinan masa depan. Keempat, kerja sama ekonomi kreatif dan pariwisata yang memanfaatkan potensi budaya kedua negara. Kelima, pembentukan forum dialog pemuda Indonesia-Timor-Leste secara berkala.
Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam Key Discussion bilateral yang akan terus diperkuat untuk kemajuan kedua negara dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.
