Official Announcement: Kiat menghemat bahan bakar dalam penggunaan mobil diesel
Kiat Menghemat Bahan Bakar untuk Mobil Diesel
Official Announcement – Dalam era di mana harga bahan bakar solar terus mengalami kenaikan, pengguna mobil bermesin diesel diwajibkan untuk lebih bijak dalam mengelola penggunaan energi kendaraan. Seorang pengamat otomotif yang pernah bekerja di beberapa perusahaan industri mobil, Bebin Djuana, memberikan saran penting agar konsumsi bahan bakar bisa diminimalkan tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
Perawatan Mesin dan Kebiasaan Pengemudi
Pertamina, perusahaan penyedia bahan bakar minyak terbesar di Indonesia, telah melakukan penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM mulai 4 Mei 2026. Di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite (CN 51) meningkat dari Rp23.600 menjadi Rp26.000, dan Pertamina Dex (CN 53) mengalami kenaikan dari Rp23.900 ke Rp27.900 per liter.
“Dengan kendaraan yang selama ini dirawat secara optimal, konsumsi bahan bakar bisa lebih terjaga,” kata Bebin, lulusan teknik mesin dari Universitas Trisakti. “Yang perlu diperhatikan adalah apakah ada komponen mesin yang belum diperbaiki sesuai jadwal, seperti filter udara atau oli mesin. Jika kendaraan dalam kondisi prima, penggunaan bahan bakar akan lebih efisien.”
Pengemudi juga harus sadar bahwa pola berkendara memiliki dampak signifikan pada efisiensi BBM. Bebin menekankan bahwa kebiasaan seperti menyetir terlalu cepat atau sering menginjak pedal gas secara tiba-tiba bisa memperparah boros bahan bakar. “Gaya mengemudi agresif seperti sering menggeber kendaraan atau mengambil jalan yang tidak efisien akan menyebabkan peningkatan konsumsi BBM,” tambahnya.
Velg dan Ukuran Ban yang Tepat
Menurut Bebin, velg dan ukuran ban yang tidak sesuai dengan standar pabrikan juga bisa memengaruhi konsumsi bahan bakar. “Jika velg diperbesar demi tampilan yang lebih sporty, kecepatan putaran ban akan berubah. Hal ini membuat mesin bekerja lebih keras, sehingga menghabiskan lebih banyak BBM,” jelasnya.
Velg yang lebih besar mengurangi gesekan dengan permukaan jalan, tetapi mengakibatkan peningkatan tarik mesin. Sebaliknya, velg yang terlalu kecil bisa meningkatkan tahanan lalu lintas, memaksa mesin menggerakkan beban yang lebih berat. Selain itu, tekanan angin pada ban juga menjadi faktor utama. “Ban dengan tekanan yang tidak sesuai akan mengubah efisiensi roda, yang berdampak langsung pada penggunaan bahan bakar,” katanya.
“Tekanan angin ban yang terlalu rendah memperbesar area kontak dengan permukaan jalan, sehingga meningkatkan gesekan dan konsumsi bahan bakar. Sementara tekanan terlalu tinggi bisa menyebabkan kekakuan pada permukaan ban, yang mengurangi traksi dan memperparah perawatan mesin,” ujar Bebin.
Mengatur tekanan angin ban secara berkala, sesuai dengan beban maksimal kendaraan, adalah langkah penting untuk mengoptimalkan kinerja mesin. Pemilihan ban yang sesuai dengan velg dan kecepatan maksimal juga perlu dipertimbangkan. “Penggunaan ban yang tidak standar tidak hanya memengaruhi konsumsi bahan bakar, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan akibat traksi yang kurang baik,” tambahnya.
Kombinasi Teknis dan Kebiasaan Berkendara
Bebin menekankan bahwa menghemat bahan bakar mobil diesel adalah kombinasi dari faktor teknis dan kebiasaan berkendara. “Kebiasaan seperti menghidupkan mesin terlalu lama sebelum berangkat atau mengemudi dalam kondisi lampu merah berulang-ulang bisa membuang energi yang tidak perlu,” kata lulusan teknik mesin tersebut.
Dalam situasi harga BBM naik, pengemudi perlu memperhatikan perawatan rutin. Bebin mengingatkan bahwa pemeliharaan seperti ganti filter udara, oli mesin, dan sistem pembakaran harus dilakukan tepat waktu. “Kerusakan kecil pada komponen mesin bisa berkembang menjadi masalah besar, yang memperparah konsumsi bahan bakar dan biaya perjalanan,” katanya.
“Selain itu, penggunaan aksesoris berlebihan seperti AC yang dihidupkan terus-menerus atau radio dengan volume tinggi juga bisa memengaruhi efisiensi. Dengan mematikan aksesoris yang tidak diperlukan, kecepatan konsumsi bahan bakar bisa dikurangi hingga 5-10 persen,” ujar Bebin.
Penggunaan bahan bakar yang efisien tidak hanya bergantung pada kondisi teknis kendaraan, tetapi juga kesadaran pengemudi. “Konsumsi BBM saat ini sangat mahal, jadi setiap tetes yang terbuang harus bermakna. Menyetir dengan tenang, menghindari percepatan tiba-tiba, dan mematuhi kecepatan maksimal kendaraan adalah langkah paling sederhana untuk mengurangi pengeluaran,” tambahnya.
Dengan menggabungkan perawatan mesin yang teratur, pemilihan ban sesuai standar, serta pola berkendara yang baik, pengguna mobil diesel bisa meminimalkan biaya operasional. “Ini adalah cara yang efektif untuk menjaga kinerja kendaraan tetap optimal meski harga bahan bakar terus meningkat,” kata Bebin. Ia menegaskan bahwa kebiasaan kecil, seperti mengunci pintu atau memeriksa ketinggian air radiator, bisa menjadi penunjang besar dalam efisiensi BBM.
Pertamina juga berperan dalam memberikan informasi harga BBM terkini. Dengan memahami perubahan harga dan mengelola penggunaan bahan bakar secara lebih baik, pengemudi bisa menghindari pengeluaran yang tidak terduga. “Dengan memperhatikan seluruh aspek, dari mesin hingga kondisi luar kendaraan, penggunaan bahan bakar bisa disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari,” pungkas Bebin.
Pada akhirnya, kunci utama dalam menghemat bahan bakar mobil diesel adalah kesadaran pengemudi dan kebiasaan yang konsisten. Dengan kombinasi perawatan rutin, teknik berkendara yang tepat, serta pemilihan komponen sesuai standar, efisiensi BBM bisa ditingkatkan secara signifikan. Hal ini tidak hanya membantu menghemat uang, tetapi juga menjaga keberlanjutan penggunaan kendaraan di masa depan.
