Persija diminta lebih kendalikan pertandingan

Persija Diminta Lebih Kendalikan Pertandingan

Persija diminta lebih kendalikan pertandingan – Jakarta, Antaranews – Dalam pertandingan Super League 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (4/5), Shayne Pattynama, pemain Persija Jakarta, mengingatkan timnya untuk memperbaiki cara bermain agar lebih menguasai jalannya pertandingan. Menurutnya, kemenangan atas Persijap seharusnya bisa lebih menggembirakan jika Macan Kemayoran mampu menjaga dominasi sepanjang pertandingan, bukan hanya pada babak akhir. “Setelah unggul 1-0, kami tidak memainkan permainan kami sendiri. Terlalu banyak duel, terlalu banyak pertarungan. Kami semestinya bisa lebih menjaga kontrol, tetap bermain, dan terus melanjutkan gaya kami,” kata Shayne, dilansir dari laman resmi Persija, Selasa (5/5).

Kemenangan Tanpa Bobol, Tapi Ada Ruang Perbaikan

Shayne mengakui bahwa kemenangan 2-0 melalui gol Rayhan Hannan (64′) dan Gustavo Almeida (90+9′) telah membawa keberhasilan, tetapi ia menyoroti beberapa aspek yang bisa ditingkatkan. “Secara keseluruhan, ada banyak hal positif dari pertandingan itu. Kami meraih tiga poin serta clean sheet, jadi saya pikir itu hal yang bagus,” ujarnya dalam wawancara pasca pertandingan. Meski demikian, ia menekankan bahwa permainan yang lebih terorganisir akan membuka peluang lebih besar untuk meraih hasil maksimal.

Dalam pertandingan tersebut, Shayne bermain dari menit pertama, sesuatu yang menjadi langkah pertama baginya sejak tujuh laga sebelumnya selalu dijadwalkan sebagai pemain pengganti. Penampilannya berjalan cukup baik, dengan durasi 79 menit di lapangan. Ia juga berhasil membantu tim menjaga gawang tetap bersih, sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Fajar Fathurrahman. Shayne merasa bahwa permainan awal yang kurang stabil memengaruhi performa keseluruhan tim, meski akhirnya bisa meraih hasil yang positif.

Komentar Pelatih: Daya Juang Persijap Menyulitkan Persija

Coach Mauricio Souza dari Persija Jakarta menyoroti upaya tim lawan yang berhasil memperkuat tekanan sepanjang pertandingan. “Saya rasa kami bermain dengan baik. Kami menyudahi pertandingan ini dengan skor 2-0, tetapi tim Persijap, meskipun mereka berada di posisi klasemen yang tidak terlalu bagus, adalah tim yang terlatih dengan baik, tim yang memiliki kualitas individu yang bagus,” katanya dalam konferensi pers. Menurut Souza, keberhasilan Persija meraih poin dan clean sheet membuktikan bahwa timnya mampu mengatasi tantangan yang diberikan oleh Persijap, terlepas dari perbedaan klasemen.

Persija Kembali di Jalur Juara, Namun Butuh Konsistensi

Kemenangan atas Persijap memberi harapan baru bagi Persija Jakarta yang kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan total 65 poin. Tim yang memimpin klasemen adalah Persib Bandung dengan selisih tujuh poin di depan. Souza menegaskan bahwa penampilan dalam pertandingan kontra Persijap menunjukkan potensi mereka untuk tetap berada di persaingan juara. “Dengan tiga pertandingan tersisa, pertemuan dengan Persib menjadi penentu nasib juara Macan Kemayoran,” ujarnya. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (10/5).

Persijap Tampil Konsisten Meski Berada di Zona Degradasi

Sebaliknya, kekalahan dari Persija Jakarta tidak menggoyahkan konsistensi Persijap yang kini duduk di peringkat ke-14 dengan 31 poin. Meski tidak menang, tim yang dikenal sebagai Laskar Kalinyamat tersebut masih bertahan di atas zona degradasi, dengan selisih enam poin dari ambang batas. Pada pertandingan berikutnya, mereka akan melawat ke markas Persita Tangerang pada Minggu (10/5) untuk mencoba memperbaiki posisi di tabel klasemen. Souza menilai bahwa Persijap membuktikan daya juang mereka meski kalah, dan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim.

Rencana Persija: Fokus pada Pertandingan Kritis

Dengan menyisakan tiga pertandingan, Persija Jakarta akan fokus pada laga berikutnya untuk memastikan peluang juara tetap terbuka. “Pertandingan melawan Persib adalah ujian terakhir bagi kami, karena jika kalah, peluang meraih gelar musim ini akan sangat sulit,” tambah Souza. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan mengatasi lawan yang berada di bawah mereka bisa menjadi modal baik untuk pertandingan penting.

Shayne Pattynama, yang menjadi pemain inti dalam pertandingan tersebut, menilai bahwa kemenangan tanpa bobol merupakan pencapaian signifikan. “Ini membuktikan bahwa kami bisa memainkan permainan yang lebih terstruktur, meski ada sedikit kelemahan di awal pertandingan,” ujarnya. Dalam beberapa minggu terakhir, Persija Jakarta terus menunjukkan kemampuan untuk menguasai pertandingan, meski perlu lebih disiplin dalam menjaga dominasi dari awal hingga akhir.

Kemenangan melawan Persijap menjadi langkah positif bagi Persija, mengingat mereka sebelumnya sempat mengalami kekalahan di beberapa laga. Meski begitu, Shayne dan rekan-rekan tim masih menyadari bahwa ada ruang untuk diperbaiki. “Kami harus terus meningkatkan konsistensi, agar bisa meraih hasil maksimal di setiap pertandingan,” pungkasnya. Dengan keberhasilan ini, Persija kembali ke jalur yang mengarah ke juara, sementara Persijap tetap berusaha mempertahankan posisi mereka di klasemen.

Kemajuan dan Tantangan di Depan

Sebagai tim yang berada di peringkat ketiga, Persija Jakarta kini memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara, terutama jika bisa mempertahankan performa mereka di laga berikutnya. “Setiap pertandingan adalah kesempatan baru, dan kami harus memanfaatkan ini sebaik mungkin,” kata Souza. Ia menegaskan bahwa permainan timnya memperlihatkan progres yang baik, meski masih ada aspek yang perlu ditingkatkan.

Shayne Pattynama sendiri merasa bahwa permainan awal yang kurang stabil bisa menjadi pembelajaran bagi tim. “Kami harus lebih rapi dalam menempatkan pemain, agar tidak kehilangan kontrol terlalu cepat,” ujarnya. Dengan permainan yang lebih terkontrol, ia yakin Persija akan lebih efektif dalam menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.

Sementara itu, Persijap tetap memper