Skip to content
Nasional

Alasan BEM UI Gelar Salemba Berseru

Andi Permata - tempatdonasi.com 4 mins read

on: Gerakan Mahasiswa UI Menggema di Salemba Key Discussion - Pada Ahad, 12 Juli 2026, halaman gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjadi saksi

Alasan BEM UI Gelar Salemba Berseru

Key Discussion: Gerakan Mahasiswa UI Menggema di Salemba

Tempatdonasi.com – Pada Ahad, 12 Juli 2026, halaman gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjadi saksi bisu sebuah aksi simbolik yang penuh makna. Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM UI menyelenggarakan acara bertajuk Salemba Berseru: Seni Lawan Tirani. Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen, mulai dari orasi para aktivis mahasiswa, pertunjukan musik yang menghibur, hingga pameran seni rupa yang memikat. Semua elemen tersebut disatukan dalam satu ruang untuk menyuarakan aspirasi generasi muda. Melalui Key Discussion ini, mahasiswa menunjukkan bahwa suara mereka masih relevan dan kuat di tengah dinamika politik nasional.

Warisan Sejarah Kampus Salemba dalam Key Discussion

Fathimah Azzahra, yang menjabat sebagai Wakil Ketua BEM UI, menyoroti pentingnya lokasi Salemba bagi sejarah pergerakan mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kampus di kawasan ini memiliki nilai historis yang sangat kuat. Pada tahun 1998 silam, Salemba menjadi titik kumpul bagi ribuan mahasiswa yang akan melangkah menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan. Saat itu, mereka menuntut hak-hak dasar rakyat yang selama ini terabaikan di bawah kekuasaan rezim Soeharto. Key Discussion yang digelar kali ini merupakan kelanjutan dari semangat perjuangan yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Dalam orasinya di Salemba, Jakarta, Fathimah mengingatkan kembali pada semangat masa lalu. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan fundamental yang diajukan mahasiswa kepada penguasa pada masa itu masih relevan hingga kini. “Mereka menanyakan pada penguasa, pada intinya selalu sama: untuk siapa kalian berkuasa,” ujarnya dengan penuh penekanan. Dua dekade lebih telah berlalu sejak demonstrasi besar tersebut, namun esensi pertanyaan rakyat terhadap kekuasaan tetaplah sama. Key Discussion ini menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan panjang gerakan mahasiswa Indonesia.

Menurut Fathimah, masyarakat hari ini masih terus mempertanyakan keberpihakan pemerintah yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto. Pergantian wajah pemimpin dan perubahan nama jabatan tidak serta merta menjawab kegelisahan rakyat. “Pertanyaan itu ternyata belum terjawab. Berganti orang, berganti nama, tapi motifnya selalu kita pertanyakan. Untuk siapa kalian berkuasa,” ucap Fathimah dengan nada yang tegas. Melalui Key Discussion, mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata untuk perubahan.

Simbolisasi Kondisi Negara dalam Key Discussion

Albani Ilmi, Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, memberikan penjelasan mengapa Kampus Salemba dipilih sebagai latar aksi ini. Menurutnya, Salemba menjadi simbolisasi bahwa kondisi negara saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dalam situasi yang terasa sengkarut akibat berbagai kebijakan pemerintah, gerakan mahasiswa menyerukan solidaritas kepada seluruh lapisan rakyat. Aksi ini juga merupakan bagian dari rangkaian agenda BEM UI setelah sebelumnya menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada pertengahan Juni lalu. Key Discussion yang digelar kali ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi gerakan yang lebih luas.

Sebelum aksi simbolik di Salemba, BEM UI telah melakukan sosialisasi dan kampanye mengenai isu-isu nasional di area car free day Jakarta pada akhir Juni. Selain dihadiri oleh sivitas akademika UI, acara ini juga mendapat kunjungan dari sejumlah organisasi pergerakan mahasiswa dari berbagai universitas. Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro turut hadir untuk menyampaikan orasi mereka. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa Key Discussion bukan hanya milik UI, melainkan milik seluruh mahasiswa Indonesia.

Khawatir Menuju Krisis Agustus dalam Key Discussion

Albani berharap agar Salemba Berseru dapat menjadi pemicu bagi gerakan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk membangkitkan kembali semangat sebagai agen perubahan bangsa. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia yang berpotensi mengalami puncak krisis pada bulan Agustus mendatang. “Agustus adalah bulan di mana jatuh tempo utang (negara) dan kemudian pembahasan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027,” ujar Albani saat ditemui di kampus FK UI, Salemba, Jakarta. Key Discussion ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat tentang potensi krisis yang akan datang.

Dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, BEM UI memfokuskan perhatian pada isu tata kelola kebijakan fiskal. Menurut Albani, kebijakan pemerintah dalam hal ini dinilai amat buruk. Hal tersebut tercermin dari implementasi proyek makan bergizi gratis yang terjadi korupsi di tingkat pimpinan, serta koperasi desa merah putih yang bersifat militeristik. “Tagline BEM UI selalu ‘Menuju Indonesia Bangkrut. Kami rasa bahwa menuju Indonesia bangkrut ini akan terjadi betul di Agustus,” katanya dengan penuh keyakinan. Melalui Key Discussion, mahasiswa mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menghadapi tantangan yang akan datang.

“Agustus adalah bulan di mana jatuh tempo utang (negara) dan kemudian pembahasan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027,” ujar Albani ditemui di kampus FK UI, Salemba, Jakarta.

Join the discussion