Bandara Soekarno-Hatta Didorong Jadi 10 Terbaik Dunia
as Dunia pada 2029 Meeting Results - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan ambisi besar untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai

Visi Soekarno-Hatta Menuju Bandara Kelas Dunia pada 2029
Tempatdonasi.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan ambisi besar untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai representasi utama Indonesia di kancah internasional. Melalui serangkaian program penguatan identitas budaya serta modernisasi layanan, bandara yang berlokasi di Tangerang, Banten ini ditargetkan masuk dalam sepuluh bandara terbaik global pada tahun 2029 mendatang.
Menurut Dudy, transformasi ini bukan sekadar soal infrastruktur fisik, melainkan juga bagaimana menciptakan pengalaman yang mencerminkan karakter bangsa bagi setiap traveler yang melintasi bandara tersebut. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara diharapkan dapat merasakan kehangatan dan kekayaan nusantara sejak pertama kali menginjakkan kaki di area bandara.
Respons terhadap Dorongan Menko IPK
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks merespons ajakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. AHY sebelumnya mendorong percepatan transformasi Soekarno-Hatta agar mampu menembus peringkat sepuluh besar dunia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan di Jakarta, AHY menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada peringkat, tetapi juga memperkuat aksesibilitas bandara sebagai bagian integral dari visi tersebut.
Beberapa bulan yang lalu kita membahas tentang semangat kita untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10. Sepuluh bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan tentu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya.
Transformasi Terminal dan Identitas Budaya
Kementerian Perhubungan telah memulai langkah konkret melalui program beautifikasi Terminal 3. Perubahan ini tidak hanya menyegarkan tampilan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Selain itu, PT Angkasa Pura Indonesia yang beroperasi di bawah nama InJourney Airports juga didorong untuk melakukan revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2. Langkah ini bertujuan menciptakan konsistensi pengalaman perjalanan penumpang di seluruh area bandara.
Kita dorong supaya Bandara Soekarno-Hatta itu menjadi etalasenya Indonesia sehingga semua masyarakat, baik dari domestik maupun luar negeri itu bisa menikmati wajah Indonesia di Soekarno-Hatta.
Dudy menjelaskan bahwa konsep ini terinspirasi dari keberhasilan bandara-bandara internasional dalam menampilkan identitas negaranya sebagai elemen penting dalam perjalanan penumpang. Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena kekayaan budayanya yang sangat beragam, memungkinkan berbagai elemen ditampilkan secara bergantian tanpa kehilangan ciri khas nasional.
Komparasi dengan Bandara Internasional
Menurut Dudy, Soekarno-Hatta tidak kalah dengan bandara-bandara kelas dunia. Ia memberikan contoh Singapura yang menjadikan Bandara Changi sebagai wajah ibu kotanya. Hal ini menunjukkan bagaimana bandara dapat menjadi representasi visual dan kultural suatu negara.
Bandara Soetta dibandingkan dengan bandara di luar negeri tidak kalah. Memang seperti Singapura, kalau saya bilang sih Ibu Kota Singapura itu di (Bandara) Changi. Jadi mereka betul-betul menampilkan wajah Singapura itu di Changi.
Desain Terminal 1 dan Terminal 2 saat ini telah menghadirkan nuansa Indonesia yang kuat, memberikan kesan positif kepada wisatawan sejak memasuki kawasan bandara. Sementara Terminal 3 dikembangkan dengan konsep futuristik yang dipadukan dengan peningkatan kualitas layanan untuk memenuhi kebutuhan penumpang modern secara optimal.
Dan kita punya banyak materialnya, material itu dengan sekian banyak suku, budaya, seni dan sebagainya, kita bisa menampilkan wajah Indonesia itu tidak monoton. Kita punya banyak materi, Yang bisa kita tampilkan di Soekarno-Hatta. Jadi tidak akan kehabisan bahan kita.
Posisi Saat Ini dan Target Masa Depan
Pada tahun 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menempati peringkat ke-22 dalam daftar World’s Top 100 Airports versi Skytrax. Angka ini menunjukkan potensi besar untuk naik peringkat dalam beberapa tahun ke depan jika program transformasi berjalan sesuai rencana.
Dudy menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan memberikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas bandara. Bahkan, ia berharap Soekarno-Hatta mampu meraih peringkat pertama dunia pada masa mendatang, mengingat potensi yang dimiliki Indonesia dalam hal kekayaan budaya dan keindahan alam.
Program ini juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan berbagai material lokal yang mencerminkan keberagaman suku, budaya, dan seni Indonesia. Hal ini memastikan bahwa tampilan bandara tidak monoton dan selalu segar bagi pengunjung yang datang berulang kali.
Dengan target masuk sepuluh besar dunia pada 2029, Soekarno-Hatta diharapkan tidak hanya menjadi pintu gerbang transportasi, tetapi juga etalase yang menampilkan wajah Indonesia kepada dunia internasional secara utuh dan autentik.
