Latest Program: Gibran serap aspirasi nelayan dan petambak udang di Lampung Timur

Gibran Serap Aspirasi Nelayan dan Petambak Udang di Lampung Timur

Latest Program – Jakarta, Jumat – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, sebagai bagian dari upaya menyerap langsung aspirasi masyarakat pesisir. Acara ini menjadi kesempatan bagi Gibran untuk berdialog dengan para nelayan dan petambak udang, yang merupakan bagian dari komunitas maritim yang berperan penting dalam perekonomian daerah. Dalam sesi tersebut, Gibran memastikan bahwa masukan dari masyarakat akan dijadikan acuan dalam memperkuat program prioritas yang dijalankan pemerintah.

Menurut informasi yang diterima, dialog yang diadakan di KNMP kali ini bertujuan untuk mendengarkan keluhan serta kebutuhan yang belum terpenuhi. Gibran mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir harus diperhatikan secara serius, terutama dalam hal ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan proses perizinan armada penangkapan ikan. “Kita ingin mendukung masyarakat agar dapat berproduksi optimal, termasuk memastikan fasilitas pendukung tersedia secara memadai,” ujarnya saat berada di tengah-tengah warga.

Kolaborasi untuk Swasembada Pangan

Dalam kesempatan itu, Gibran menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor guna mendorong keberhasilan program swasembada pangan yang menjadi fokus utama Presiden Joko Widodo. “Program ini tidak akan berjalan baik jika hanya dijalankan oleh pihak pemerintah. Semua pihak harus saling berkolaborasi,” jelas Gibran. Ia menjelaskan bahwa swasembada pangan memerlukan kontribusi dari para petani, nelayan, dan pelaku usaha lainnya, serta dukungan penuh dari berbagai lembaga seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kita semua harus gotong royong agar program swasembada pangan dapat tercapai dengan baik. Jika hanya pemerintah yang bekerja, hasilnya mungkin kurang optimal,” kata Gibran Rakabuming Raka.

Gibran juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya menyelesaikan kekurangan dalam sektor pertanian dan perikanan. “Kami akan mengisi satu per satu kebutuhan masyarakat. Kami memohon waktu agar berbagai kendala dapat segera diperbaiki,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan warga pesisir.

Aspirasi Masyarakat Pesisir

Sejumlah peserta dialog menyampaikan keluhan terkait kuota solar yang terbatas, sehingga memengaruhi operasional perahu nelayan. Selain itu, kendala administratif dalam perizinan armada penangkapan ikan juga menjadi sorotan. Gibran mengakui masalah tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti secara aktif. “Jika ada kendala terkait solar atau izin, warga bisa langsung menyampaikan. Kami akan segera memperbaikinya,” tutur Gibran.

Pembangunan KNMP di Desa Margasari, yang merupakan proyek prioritas, juga menjadi topik diskusi. Gibran menegaskan bahwa transformasi kampung nelayan ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga perubahan mental masyarakat menuju kemandirian ekonomi. “Kami ingin KNMP menjadi pusat kegiatan produktif, modern, dan terintegrasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa fasilitas yang telah dibangun, seperti stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), gudang beku portabel, dan pabrik es portabel, harus dimanfaatkan secara optimal.

“Pengelolaan KNMP harus mampu meningkatkan nilai tambah bagi warga. Masyarakat bisa fokus pada produksi, sementara pemerintah mengurus pendukungnya,” ujar Gibran.

Kunjungan Gibran ke KNMP juga menyoroti peran desa dalam mempercepat pengembangan sektor maritim. Ia meminta kepala desa serta tokoh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam memastikan proyek ini berjalan lancar. “Kepala desa dan warga harus menjadi pionir perubahan, agar KNMP benar-benar mampu menjadi contoh yang bisa ditiru,” tambah Gibran.

Kunjungan Bersama Pemimpin Daerah

Selain Gibran, kunjungan ini juga dihadiri oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif. Gibran menyampaikan apresiasi terhadap peran pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang mendukung ekonomi maritim. “Kerja sama antara pusat dan daerah sangat krusial dalam mencapai tujuan pembangunan yang inklusif,” katanya.

Dalam rangkaian kunjungan, Gibran meninjau beberapa fasilitas yang telah selesai dibangun, seperti SPBN yang berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar khusus untuk perahu nelayan. Fasilitas ini, menurut Gibran, merupakan langkah konkrit untuk mempermudah akses bahan bakar serta mengurangi biaya operasional nelayan. “Dengan adanya SPBN, warga tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain untuk mengisi bahan bakar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gibran mengatakan bahwa gudang beku portabel dan pabrik es portabel akan memberikan manfaat signifikan bagi pengolahan hasil tangkapan ikan. “Facility ini bisa mencegah kerusakan produk dan meningkatkan nilai jual, sehingga ekonomi masyarakat lebih stabil,” jelasnya. Ia juga berharap adanya kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Kehadiran para pemimpin daerah dan pejabat kementerian dalam kunjungan ini menunjukkan komitmen untuk mendukung keberlanjutan pembangunan kawasan pesisir. Pemerintah juga berharap melalui KNMP, masyarakat pesisir dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki. “Kita perlu memastikan bahwa hasil produksi bisa dimanfaatkan secara optimal, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor,” pungkas Gibran.

Kunjungan ke KNMP di Desa Margasari menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada keberdayaan masyarakat. Gibran menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil harus selaras dengan kebutuhan warga, serta memperhatikan dampak jangka panjang dari program prioritas. “Dengan menyerap aspirasi langsung, kita bisa menghindari kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat,” tutur Gibran dalam kesempatan tersebut.

Program swasembada pangan yang menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto, menurut Gibran, tidak bisa tercapai tanpa kontribusi dari sektor maritim. “Nelayan dan petambak udang berperan vital dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kebijakan tersebut adalah kunci keberhasilan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan warga pesisir agar program ini bisa berjalan selaras dengan harapan mereka,” tegas Gibran.