New Policy: Laga PUBG Mobile SEA ENC 2026 alami penundaan dan perubahan format
Laga PUBG Mobile SEA ENC 2026 Alami Penundaan dan Perubahan Format
New Policy – Dari Jakarta, pertandingan PUBG Mobile pada SEA Esports Nations Cup (ENC) 2026 yang digelar di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, mengalami perubahan jadwal dan format pada hari pertama penyelenggaraan, Jumat. Perubahan ini menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta dan penonton, karena rencana awal untuk nomor Solo pada hari tersebut harus diundurkan hingga hari Sabtu pagi, tepatnya pukul 07.00 waktu setempat.
Rehearsal Jadi Alasan Penundaan
Richard Permana, pelatih kepala tim nasional esports Indonesia, menjelaskan bahwa perubahan jadwal terjadi karena rencana awal yang terpaksa dibatalkan. “Pertandingan PUBG Mobile Solo yang semula berlangsung Jumat ditunda hingga Sabtu pagi jam 7.00. Setelah itu, langsung dimulai dengan sesi latihan,” tutur Richard melalui pesan singkat kepada ANTARA. Menurutnya, hal ini memicu kekecewaan di antara para pemain dan organisasi terkait.
“PUBG Solo terpaksa dicancel, ditunda, diubah ke besok pagi jam 7 pagi. Itu rehearsal habis itu langsung mulai,”
Richard menambahkan bahwa format pertandingan juga mengalami penyesuaian. Awalnya, kedua nomor Solo dan Duo berencana memainkan empat gim masing-masing. Namun, penyelenggara mengambil keputusan untuk mengubahnya menjadi total empat gim untuk dua nomor tersebut, dengan distribusi dua gim per nomor. “Tadinya Solo empat gim, Duo empat gim. Sekarang berubah, total masih tetap empat gim, tapi dibagi dua. Solo dua gim, Duo dua gim. Jadi setelah dua gim langsung dihitung siapa yang menang,” ujar Richard.
Kerumitan Jadwal dan Kesiapan Tim
Perubahan ini dianggap sebagai respons terhadap jadwal yang sangat padat di hari pertama. Penyesuaian format dimaksudkan agar proses pertandingan lebih efisien dan memberi kesempatan bagi para atlet untuk berkonsentrasi tanpa kelelahan berlebihan. Meski demikian, banyak pihak merasa bahwa hal ini mengganggu alur laga yang sudah direncanakan sebelumnya.
Tim nasional esports Indonesia, yang berpartisipasi dalam nomor PUBG Mobile Solo dan Duo, terlihat cukup terdampak. Alan Raynold Kumaseh dan Fazriel Haikal Aditya menjadi dua representatif negara ini dalam nomor tersebut. Mereka harus menyesuaikan strategi bermain karena jadwal pertandingan dipercepat. Richard juga menyebut bahwa perubahan ini membuat penonton dan federasi lokal merasa tidak nyaman, karena tidak memiliki cukup waktu untuk menikmati babak awal secara penuh.
Partisipasi Regional dan Kontestan Asing
SEA ENC 2026 menjadi ajang pertandingan esports regional pertama yang diinisiasi oleh Southeast Asia Esports Federation (SEAEF). Turnamen ini dihadiri oleh sepuluh negara, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur dan membangun ekosistem esports di kawasan Asia Tenggara.
Dalam nomor PUBG Mobile, Indonesia turut mengirimkan dua pemainnya. Alan Raynold Kumaseh dan Fazriel Haikal Aditya dianggap sebagai kandidat kuat karena memiliki pengalaman bermain dalam berbagai kompetisi internasional sebelumnya. Namun, kejutan terjadi ketika jadwal pertandingan mereka tergeser. Richard Permana mengatakan bahwa keputusan untuk mengubah format dan jadwal dilakukan setelah pertimbangan matang, agar semua tim dapat menyesuaikan diri.
Tim Nasional Esports Indonesia di Lain Nomor
Di samping PUBG Mobile, timnas esports Indonesia juga turut berpartisipasi dalam nomor lain seperti Teamfight Tactics dan Crossfire: Legends. Untuk Teamfight Tactics, Indonesia diperkuat oleh Stefanus Aditya Witjaksono, yang merupakan salah satu pemain papan atas dalam genre ini. Sementara untuk Crossfire Legends, tim nasional diperkuat oleh enam pemain: Gede Bagus Panji Narajaya, Ibnu Qayyim Al Jauziah, Kautsar Faruqurrohman Ekatama, Muhammad Ilyas Alfarizi, Riddho Putra Muharam, dan Tubagus Mochammad Cipta, yang ditemani oleh pelatih Iqbal Mauldhan Yusup.
Menurut Richard, perubahan format dan jadwal ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi para peserta. Dengan lebih sedikit gim per nomor, para atlet bisa fokus pada kualitas pertandingan, terutama di babak pertama. Namun, dari sisi penonton, mereka merasa kecewa karena tidak bisa menikmati pertandingan sesuai jadwal yang sudah diumumkan sebelumnya. “Hampir semua dikecewakan sama EO-nya,” katanya, merujuk pada penyelenggara yang bertugas mengatur acara.
Konteks SEA ENC 2026 dan Harapan di Masa Depan
SEA ENC 2026 diadakan pada 8-9 Mei di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, sebagai bagian dari upaya SEAEF untuk memperkuat keberadaan esports di kawasan Asia Tenggara. Sebagai acara pertama sejenis, turnamen ini menawarkan peluang besar bagi negara-negara peserta untuk menunjukkan kemampuan dan membangun citra mereka di panggung internasional.
Richard Permana mengakui bahwa perubahan ini memerlukan adaptasi dari tim Indonesia. “Kami harus siap menghadapi kondisi yang tidak terduga, tapi tetap optimis bahwa keputusan ini bisa memperbaiki kualitas kompetisi,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kecewaan yang terlihat adalah wajar, karena sebagian besar pihak berharap pertandingan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Dengan adanya penyesuaian ini, turnamen PUBG Mobile SEA ENC 2026 diperkirakan akan berlangsung lebih dinamis. Meski jadwal pertandingan dipercepat, kehadiran para pemain dan penonton tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Richard berharap perubahan ini tidak menjadi masalah besar dan bisa membawa dampak positif bagi pertandingan di hari berikutnya.
Analisis dan Dampak pada Ekosistem Esports
Penundaan dan perubahan format pertandingan ini mencerminkan tantangan yang sering dihadapi dalam penyelenggaraan kompetisi besar. Faktor waktu, sumber daya, dan koordinasi antar-peserta seringkali menjadi pemicu perubahan di tengah jalannya acara. Richard menganggap bahwa keputusan ini adalah langkah pragmatis untuk memastikan semua tim bisa berpartisipasi dengan kondisi terbaik.
Dari sisi teknis, keputusan untuk membagi empat gim menjadi dua nomor pertandingan bisa mempercepat proses penjurian dan memperkuat daya tarik acara bagi penonton. Namun, untuk para atlet, kejutan ini membutuhkan adaptasi yang cepat. Meski demikian, kehadiran mereka di hari pertama menunjukkan semangat yang tinggi untuk berjuang di laga perdana SEA ENC 2026.
Sebagai langkah awal, pertandingan PUBG Mobile ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi SEAEF. Dengan melibatkan sepuluh negara, turnamen ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas kompetisi esports di Asia Tenggara. Richard juga menyebutkan bahwa penyelenggara mungkin akan mengambil masukan dari para peserta dan penonton untuk menyesuaikan acara di hari berikutnya.
Keputusan penundaan dan perubahan format ini menunjukkan bahwa penyelenggara mengutamakan kualitas pertandingan daripada jadwal yang sempurna. Meski ada kekecewaan sementara, langkah ini diharapkan bisa menjadi dasar untuk meningkatkan pengalaman bermain para atlet dan kualitas pertunjukan bagi penonton. Dengan perubahan ini, SEA ENC 2026 diperkirakan akan memberikan tantangan baru yang menarik untuk ditunggu.
