Skip to content
Nasional

Pemkab Kediri Siap Kawal Keberhasilan Program Sekolah Rakyat

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

onkret Cegah Putus Sekolah bagi Anak Keluarga Miskim Ekstrem Special Plan - Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal program Sekolah Rakyat

Pemkab Kediri Siap Kawal Keberhasilan Program Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat Kediri: Langkah Konkret Cegah Putus Sekolah bagi Anak Keluarga Miskim Ekstrem

Tempatdonasi.com – Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut terlihat jelas melalui kunjungan langsung Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang dikenal dengan panggilan Mas Dhito, ke Sekolah Rakyat Terintegrasi I pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung jalannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi para siswa baru.

Selain melakukan peninjauan, Mas Dhito juga meluangkan waktu untuk berdialog secara personal dengan para siswa serta orang tua mereka. Kegiatan dialog ini berlangsung dalam rangka Open House yang diselenggarakan di gedung baru milik sekolah yang berlokasi di Kecamatan Plosoklaten. Kehadiran bupati ini menjadi momen penting bagi seluruh warga sekolah untuk menyampaikan harapan dan apresiasi terhadap program pendidikan yang sedang berjalan.

Target Utama: Anak-anak dari Keluarga Miskim Ekstrem

Mas Dhito menjelaskan bahwa para siswa yang saat ini terdaftar di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kategori miskin ekstrem. Program ini hadir sebagai jawaban atas permasalahan putus sekolah yang sering dialami oleh anak-anak dari kalangan kurang mampu. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang lengkap, diharapkan anak-anak tersebut tidak lagi terancam putus sekolah.

“Bagaimanapun pendidikan merupakan cara untuk memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Mas Dhito dengan tegas.

Di lingkungan Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem mendapatkan akses pendidikan formal secara menyeluruh. Salah satu fasilitas unggulan yang mereka nikmati adalah tinggal di asrama tanpa biaya. Fasilitas asrama ini juga telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, menunjukkan adanya sinergi dalam upaya pemerataan pendidikan.

Jumlah Siswa Baru dan Indikator Keberhasilan

Untuk tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri tidak hanya melayani siswa tingkat SMA. Program ini juga telah diperluas untuk menjangkau siswa baru jenjang SD dan SMP. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 248 siswa baru yang diterima. Rincian jumlah tersebut meliputi 23 siswa SD, 107 siswa SMP, dan 118 siswa SMA. Angka ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap program pendidikan gratis ini.

Mas Dhito menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pengawasan penuh terhadap program ini. Tujuannya bukan hanya memastikan program berjalan sesuai rencana, tetapi juga menjamin bahwa program ini benar-benar berhasil mencapai tujuannya. Indikator keberhasilan yang ditetapkan adalah kemampuan anak-anak yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan sekolah untuk terus menempuh pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi.

“Sekolah Rakyat ini akan kita kawal penuh, hari ini kita full team untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sekedar berjalan, tapi program ini adalah program yang berhasil,” jelas Mas Dhito.

Dengan keberhasilan tersebut, diharapkan para alumni Sekolah Rakyat mampu mengangkat derajat ekonomi orang tua atau keluarga mereka. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Pusat akan terus dijalin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak tersebut.

Dukungan Tenaga Pengajar dan Fasilitas

Fadeli, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri, menyampaikan bahwa selain siswa baru, sekolahnya juga menampung siswa existing angkatan pertama. Saat ini terdapat sebanyak 99 siswa kelas XI SMA yang telah bersekolah di sana. Seluruh siswa Sekolah Rakyat merupakan hasil proses penjangkauan yang ketat, dengan syarat utama mereka harus berasal dari keluarga miskin ekstrem.

Pihak sekolah sangat mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Dukungan tersebut tidak hanya berupa lahan untuk pendirian sekolah, tetapi juga bantuan tenaga pengajar. Melalui Dinas Pendidikan, pemerintah daerah telah memberikan kontribusi signifikan dalam hal guru.

“Terimakasih Mas Bup (Mas Dhito) kami telah disupport 6 guru kelas SD, kemudian 1 guru PJOK dan 13 guru SMP,” kata Fadeli.

Kehadiran jajaran Forkopimda, termasuk perwakilan PKK Kabupaten Kediri dan Kementerian Sosial, dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat mendapat perhatian dari berbagai pihak. Semua elemen ini bekerja sama untuk memastikan masa depan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di Kabupaten Kediri semakin cerah.

Join the discussion