Curhat Asosiasi Dapur MBG ke DPR: Ketika Ada Persoalan Kami yang Disalahkan
Main Agenda: Asosiasi Dapur MBG Keluh Soal Beban yang Tidak Adil Main Agenda - Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung DPR, sejumlah perwakilan dari

Main Agenda: Asosiasi Dapur MBG Keluh Soal Beban yang Tidak Adil
Tempatdonasi.com – Dalam pertemuan yang berlangsung di gedung DPR, sejumlah perwakilan dari Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional serta Forum Investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menyampaikan berbagai keluh kesah kepada anggota legislatif Komisi IX. Main Agenda dari pertemuan ini adalah menyoroti ketidakadilan yang dirasakan para mitra dalam proyek makan bergizi gratis (MBG). Selama ini, beban persoalan proyek cenderung ditimpakan kepada pihak mitra, padahal kontribusi mereka sangat signifikan dalam menjalankan program tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian utama yang perlu segera ditangani oleh pemerintah.
Ketidakseimbangan dalam Tata Kelola Kemitraan
Syawaludin Aweng, Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN, menjelaskan bahwa terdapat ketidakseimbangan mendasar dalam sistem kemitraan saat ini. Ia menegaskan bahwa para mitra merupakan penyedia utama bagi seluruh fasilitas yang dibutuhkan dalam proyek MBG. Namun, ironisnya, ketika muncul berbagai masalah atau kendala, mitra-lah yang harus menanggung dampaknya. Hal ini tentu menjadi beban tambahan yang tidak seharusnya dipikul sendiri oleh mitra.
BGN hanya memiliki program, seluruh fasilitas kami yang sediakan. Tetapi, ketika ada persoalan, kami yang disalahkan,
— Syawaludin dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi IX DPR, Selasa, 14 Juli 2026
Lebih lanjut, Syawaludin memberikan contoh konkret mengenai situasi di mana masalah justru bersumber dari pengelola dapur atau yang dikenal sebagai SPPG. Meskipun demikian, mitra tetap menjadi pihak yang terkena imbas langsung. Padahal, dalam konteks ini, mitra hanya berperan sebagai penyedia fasilitas dan bukan sebagai pengelola operasional sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara tanggung jawab dan konsekuensi yang diterima oleh para mitra.
Respons Terhadap Pernyataan Presiden
Main Agenda berikutnya adalah menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut para mitra BGN sebagai maling. Syawaludin mengungkapkan bahwa pernyataan tersebut kemungkinan besar dilontarkan karena adanya kesalahan informasi yang diterima dari lapangan. Ia meyakini bahwa jika presiden memahami kondisi sebenarnya, maka pandangan tersebut mungkin akan berubah. Oleh karena itu, para mitra datang ke DPR dengan harapan mendapatkan keadilan dan proses kemitraan yang lebih setara.
Kami datang kemari untuk meminta keadilan. Tolong, proses kemitraan didudukan sejajar,
— Syawaludin Aweng
Komitmen DPR untuk Mencari Solusi
Dalam kesempatan yang sama, Charles Honoris sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR menyatakan rasa prihatinnya terhadap kondisi yang dialami oleh mitra BGN maupun para investor yang telah mendukung pelaksanaan proyek MBG selama ini. Main Agenda dari pernyataan Charles adalah menegaskan bahwa mitra tidak boleh dijadikan pihak yang hanya bisa disalahkan setiap kali terjadi persoalan. Menurut Charles, peristiwa yang terjadi dalam proyek MBG merupakan akibat dari kesalahan tata kelola yang lebih mendasar, bukan semata-mata kesalahan mitra.
Saya berkomitmen Bapak-Ibu tidak boleh dirugikan, negara harus mencari solusi,
— Charles Honoris, politikus PDIP
Sebagai tindak lanjut, Charles menjelaskan bahwa Komisi IX DPR akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelaksanaan proyek unggulan pemerintahan Prabowo Subianto ini. Evaluasi tersebut bertujuan agar program MBG dapat berjalan sesuai dengan tujuannya, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Charles juga menekankan bahwa rakyat tidak boleh terus-menerus dirugikan, namun program ini juga tidak boleh dipaksakan berjalan dengan desain yang kurang tepat.
Tidak boleh rakyat dirugikan, tapi program ini juga tidak boleh dipaksakan berjalan dengan desain yang seperti ini,
— Charles Honoris
Evaluasi yang komprehensif diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peran masing-masing pihak dalam proyek MBG. Dengan demikian, mitra dan investor dapat bekerja sama dengan pemerintah secara lebih harmonis tanpa harus menanggung beban yang tidak proporsional. Main Agenda dari semua upaya ini adalah memastikan program makan bergizi gratis ini memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi generasi mendatang, asalkan tata kelolanya diperbaiki sesuai dengan kebutuhan dan realitas di lapangan.
