Skip to content
Bisnis

BEI Revisi Metode HSC – 37 Emiten Baru Masuk dalam Daftar

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

an Masuk Kategori Saham Konsentrasi Tinggi BEI Revisi Metode HSC - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pembaruan signifikan terhadap metodologi

BEI Revisi Metode HSC – 37 Emiten Baru Masuk dalam Daftar

Perubahan Metodologi HSC di BEI: 37 Emiten Tambahan Masuk Kategori Saham Konsentrasi Tinggi

Tempatdonasi.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pembaruan signifikan terhadap metodologi perhitungan high shareholding concentration (HSC). Perubahan ini bertujuan untuk mengidentifikasi saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan yang lebih akurat melalui penambahan kriteria baru, yaitu price impact ratio. Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan bursa dalam menjalankan agenda reformasi pasar modal secara konsisten.

Memahami Konsep Price Impact Ratio

Menurut Jeffrey Hendrik, Direktur BEI, penambahan kriteria ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi pasar. Jeffrey menjelaskan bahwa price impact ratio merupakan rasio yang membandingkan perubahan harga saham terhadap velocity-nya. Untuk memahami konsep ini lebih dalam, velocity didefinisikan sebagai perbandingan antara rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang tersedia di publik atau free float. Saham yang memiliki volume transaksi rendah cenderung menghasilkan velocity yang juga rendah. Hal ini menjadi penting karena ketika velocity rendah namun disertai dengan perubahan harga yang signifikan, maka akan terbentuk price impact ratio yang tinggi. Jeffrey menegaskan hal ini dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa, 14 Juli 2026.

Dampak Terhadap Emiten dan Investor

Kriteria price impact ratio ini diterapkan secara selektif terhadap emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Saat ini, terdapat 171 emiten yang memenuhi syarat tersebut. Berdasarkan perhitungan baru, BEI mengidentifikasi 37 emiten tambahan yang terindikasi memiliki HSC. Dengan demikian, total saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi kini mencapai 51 saham. Jeffrey menekankan bahwa status terindikasi HSC tidak serta merta berarti saham tersebut melanggar peraturan pasar modal. Namun, BEI menetapkan kebijakan bahwa seluruh saham dalam kategori ini tidak akan dimasukkan ke dalam indeks utama seperti LQ45, IDX30, dan IDX80. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan representativitas indeks-indeks tersebut.

Siklus Evaluasi dan Implementasi

Pengeluaran saham-saham HSC dari indeks utama akan dilaksanakan sesuai dengan siklus evaluasi BEI yang berlangsung setiap tiga bulan sekali. Jeffrey menjelaskan bahwa evaluasi LQ45 dilakukan pada akhir Juli dengan berlaku efektif di awal Agustus. Oleh karena itu, pengumuman hari ini bertujuan agar informasi dapat digunakan dalam periode evaluasi LQ45 yang akan datang, dan seterusnya setiap tiga bulan.

Implikasi bagi Pasar Modal Indonesia

Perubahan metodologi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Dengan adanya price impact ratio sebagai kriteria tambahan, investor dapat membuat keputusan yang lebih informed berdasarkan tidak hanya jumlah kepemilikan, tetapi juga dinamika harga dan volume transaksi. Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa revisi ini merupakan respons terhadap perkembangan pasar yang semakin kompleks. Dengan pendekatan yang lebih holistik, BEI berupaya memastikan bahwa indeks-indeks utama tetap mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya tanpa terdistorsi oleh saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

“Dengan velocity yang rendah tetapi dengan perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi,” tutur Jeffrey dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 14 Juli 2026.

“Evaluasi LQ45 itu dilakukan di akhir Juli untuk berlaku di awal Agustus. Oleh karena itu, hari ini kami menyampaikan itu supaya bisa digunakan dalam periode evaluasi LQ45 di akhir Juli ini, dan demikian juga nanti seterusnya setiap 3 bulan,” ujarnya.

Join the discussion