Mantan Emir Qatar Wafat, JK Ucapkan Duka Cita dan Ikut Salat Gaib
Kematian Mantan Emir Qatar: JK Turut Berduka dan Salat Gaib Bersama Pejabat Tinggi Important Visit - Wakil Presiden Republik Indonesia periode ke-10 serta

Kematian Mantan Emir Qatar: JK Turut Berduka dan Salat Gaib Bersama Pejabat Tinggi
Tempatdonasi.com – Wakil Presiden Republik Indonesia periode ke-10 serta ke-12, Jusuf Kalla, resmi menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan pemimpin Qatar. Pemimpin negara Teluk tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada hari Ahad, tanggal 12 Juli tahun 2026. Kehadiran JK dalam momen bersejarah ini menunjukkan kedekatan hubungan diplomasi antara kedua negara.
Kunjungan resmi Jusuf Kalla dilakukan pada hari Selasa, 14 Juli 2026, tepat ke Kantor Perwakilan Kedutaan Besar Qatar yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, mantan Wakil Presiden ini tidak hanya datang sebagai perwakilan pemerintah, tetapi juga membawa serta doa dan rasa kehilangan mendalam bagi dunia Islam. Kehadiran JK disambut hangat oleh para diplomat Qatar yang bertugas di Indonesia.
Menyampaikan pernyataan resmi, JK mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kepergian sang emir. Pernyataan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk kutipan langsung:
“Saya mengucapkan duka cita yang dalam atas wafatnya Yang Mulia Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT memberikan tempat yang tinggi di sisi-Nya,” kata Kalla dalam keterangannya.
Salat Gaib di Masjid Istiqlal
Selain melakukan kunjungan ke kedutaan, Jusuf Kalla juga turut serta dalam pelaksanaan salat gaib yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara keagamaan ini dilaksanakan bersamaan dengan waktu salat dzuhur, menghadirkan berbagai tokoh penting dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran para pejabat tinggi negara menunjukkan betapa dihormatinya sosok Hamad bin Khalifa Al Thani di kancah internasional.
Para hadirin dalam salat gaib tersebut meliputi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari. Tidak ketinggalan, sejumlah duta besar dari negara-negara muslim lainnya juga turut serta dalam rangkaian ibadah ini. Ustaz Husni Ismail ditunjuk sebagai imam dalam memimpin salat gaib tersebut, memberikan nuansa khidmat pada acara bersejarah ini.
Perjalanan Hidup dan Karir Politik Hamad bin Khalifa Al Thani
Mantan Emir Qatar ini wafat pada usia 74 tahun, meninggalkan warisan besar bagi negara Qatar. Ia merupakan anggota keluarga kerajaan yang memimpin Qatar selama periode panjang, yakni dari tahun 1995 hingga 2013. Kehidupan Hamad dimulai pada tahun 1952 dalam keluarga Al Thani yang telah berkuasa di Qatar sejak pertengahan abad ke-19. Latar belakang keluarga kerajaan ini membentuk karakter dan visi kepemimpinannya.
Pendidikan militer menjadi fondasi penting dalam karir Hamad. Ia menempuh pendidikan di akademi militer Britania Raya, Sandhurst, yang kemudian membantunya menjadi panglima tentara Qatar dan menteri pertahanan. Pengalaman internasional ini memberikan perspektif luas dalam mengelola negara. Pada akhir dekade 1970-an, Hamad dinobatkan sebagai putra mahkota yang akan meneruskan takhta ayahnya, Khalifa bin Hamad Al Thani.
Momen paling dramatis dalam karir politik Hamad terjadi pada tahun 1995. Saat ayahnya sedang berada di luar negeri, Hamad melaksanakan kudeta yang tidak berdarah untuk merebut kursi emir Qatar. Langkah berani ini kemudian membawa perubahan besar bagi Qatar. Dalam masa jabatannya, Qatar mengesahkan konstitusi permanen pertama pada tahun 2004, menandai era baru dalam sejarah negara tersebut.
Pemerintahan Hamad juga mengenalkan sistem pemilihan di tingkat kota, yang secara progresif mengizinkan perempuan untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat. Reformasi sosial ini menunjukkan keterbukaan Qatar terhadap perubahan. Hamad akhirnya turun tahta pada tahun 2013, menyerahkan posisi sebagai emir Qatar kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang ketika itu berusia 33 tahun. Hingga saat ini, Tamim masih menjabat sebagai emir Qatar, melanjutkan warisan kepemimpinan ayahnya.
Kehadiran Prabowo Subianto yang juga menyampaikan duka cita atas wafatnya mantan Emir Qatar menambah khidmatnya momen ini. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar terus terjalin erat, dan kepergian Hamad bin Khalifa Al Thani menjadi kehilangan besar bagi kedua negara serta komunitas muslim dunia.
