Google: Gemini Cetak Rekor, Tumbuh Dua Kali Lipat
Asia Tenggara: Pengguna Melonjak Dua Kali Lipat Main Agenda - Google, perusahaan teknologi raksasa dunia, baru-baru ini mengumumkan pencapaian gemilang untuk

Gemini Raih Pencapaian Luar Biasa di Asia Tenggara: Pengguna Melonjak Dua Kali Lipat
Tempatdonasi.com – Google, perusahaan teknologi raksasa dunia, baru-baru ini mengumumkan pencapaian gemilang untuk aplikasi kecerdasan buatan mereka, Gemini. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengguna aktif aplikasi tersebut di kawasan Asia Tenggara mengalami peningkatan signifikan, yakni lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pencapaian ini menempatkan Gemini sebagai aplikasi dengan laju pertumbuhan tercepat dibandingkan seluruh peluncuran aplikasi Google sebelumnya di wilayah tersebut. Selain itu, Gemini juga telah menjadi asisten kecerdasan buatan (AI) yang paling banyak dicari oleh masyarakat di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
Laporan Pertama Gemini Report: Southeast Asia 2026
Pencapaian ini diungkapkan secara resmi oleh Sapna Chadha, Vice President untuk wilayah Southeast Asia dan South Asia Frontier di Google. Dalam peluncuran laporan perdana yang berjudul Gemini Report: Southeast Asia 2026, yang diselenggarakan secara daring pada hari Selasa, 14 Juli 2026, Sapna menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat kawasan sangat terlihat dari lonjakan jumlah pengguna aktif Gemini. Pertumbuhan ini terjadi baik melalui akses web maupun melalui aplikasi seluler. “Bahkan pertumbuhannya mencetak rekor, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara,” jelas Sapna Chadha dalam pernyataannya.
Laporan komprehensif tersebut menganalisis secara mendalam pola penggunaan Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar di Asia Tenggara. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Kajian ini mengungkap bagaimana masyarakat di kawasan tersebut memanfaatkan teknologi Gemini untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, belajar, berkreasi, hingga mendukung aktivitas sehari-hari. Secara global, aplikasi ini telah mencatatkan sekitar 900 juta pengguna aktif bulanan, menunjukkan adopsi yang sangat luas di seluruh dunia.
Perilaku Pengguna dan Interaksi Multimodal
Menurut Sapna, chatbot AI tersebut telah berevolusi dari sekadar teknologi baru menjadi pendamping setia dalam berbagai aktivitas pengguna. “Kami melihat pengguna kembali menggunakan Gemini 50 persen lebih sering. Rata-rata jumlah prompt (instruksi) yang mereka kirim juga meningkat dua kali lipat untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang berbeda,” tuturnya. Google mencatat bahwa generasi muda menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan Gemini di Asia Tenggara. Mereka cenderung lebih sering mengirim permintaan, berdialog lebih panjang, dan menulis prompt yang lebih rinci dibandingkan kelompok usia lainnya.
Aspek bahasa lokal juga menjadi sorotan penting dalam laporan ini. Hampir 70 persen prompt di kawasan Asia Tenggara dikirim menggunakan bahasa lokal. Vietnam memimpin dengan 89 persen, diikuti oleh Thailand di 87 persen, dan Indonesia di 84 persen. Menurut Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), yang dikembangkan oleh AI Singapore, Gemini menjadi model bahasa besar (LLM) dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara. Selain itu, hampir tiga dari empat permintaan kepada Gemini berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen interaksi dilakukan menggunakan masukan multimodal, seperti suara, foto, atau video, sementara lebih dari 10 persen hanya menggunakan suara.
Konten Generatif dan Gemini Spark
Sekitar 40 persen kueri juga meminta Gemini menghasilkan konten baru, mulai dari gambar, musik, video, hingga dokumen. Selama setahun terakhir, pengguna di Asia Tenggara telah menghasilkan sekitar 5 miliar gambar menggunakan Nano Banana dan hampir 1 juta lagu melalui model pembuat musik Lyria 3. Pengguna juga memanfaatkan Gemini sebagai asisten riset untuk merangkum dokumen, mengolah data, hingga meminta rekomendasi. Di Indonesia, Google mencatat sekitar 80 persen prompt dikirim menggunakan Bahasa Indonesia dan 82 persen akses dilakukan melalui ponsel. Satu dari dua prompt hampir dipastikan memakai multimodal seperti foto dan suara. Pengguna di Indonesia, dalam laporan Google, menghasilkan sekitar 9 juta gambar setiap hari menggunakan fitur AI generatif Gemini.
Ke depan, Google berencana menghadirkan kemampuan agen AI melalui Gemini Spark, yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara proaktif dan terintegrasi dengan layanan Google Workspace seperti Gmail, Docs, dan Slides. Saat ini Gemini Spark tersedia dalam bahasa Inggris bagi pelanggan Google AI Ultra dan mulai pekan ini akan diluncurkan secara bertahap dalam berbagai bahasa lokal di Asia Tenggara.
“Bahkan pertumbuhannya mencetak rekor, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara,” ujar Sapna Chadha dalam peluncuran laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026.
