Pelatih nilai peta persaingan nomor speed makin ketat
Pelatih Nilai Peta Persaingan Nomor Speed Semakin Ketat
Pelatih nilai peta persaingan nomor speed – Jakarta, Antara – Dalam ajang World Climbing Series Wujiang 2026 yang digelar di China, pelatih tim nasional panjat tebing Indonesia, Fitriyani, menilai bahwa persaingan di nomor speed mengalami peningkatan yang signifikan. Karena itu, ia memberikan pesan penting kepada keenam atlet yang berhasil lolos ke babak final, agar tetap menjaga konsentrasi dan siap menghadapi tantangan yang semakin berat. Menurut Fitriyani, keberhasilan para atlet mencatatkan waktu yang sangat tipis dari lawan membuat kompetisi ini menjadi lebih sengit dari sebelumnya.
“Seri Wujiang ini memberi gambaran jelas kepada tim pelatih dan atlet bahwa peta persaingan sudah berubah menjadi sangat ketat,” kata Fitriyani seusai mendampingi para atlet dalam babak kualifikasi, Sabtu (tanggal 12 November 2026).
Menurutnya, faktor mental akan menjadi penentu utama bagi para atlet Indonesia untuk memperoleh hasil terbaik di tengah persaingan yang semakin intens. “Jadi tidak ada cara lain selain kerja keras,” ujar pelatih perempuan itu. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat persaingan tidak hanya dilihat dari teknik fisik, tetapi juga dari mentalitas dan konsistensi dalam berlatih.
Keenam Atlet yang Lolos ke Final
Babak kualifikasi World Climbing Series Wujiang 2026 menunjukkan bahwa enam atlet Indonesia telah berhasil mengamankan slot ke babak final. Dalam kategori putra, Raharjati Nursamsa menempati posisi teratas dengan catatan waktu 4,84 detik, yang menjadi yang tercepat dari para wakil tanah air. Dua atlet lainnya, Kiromal Katibin dan Aditya Tri Syahria, mengikuti dengan masing-masing 4,87 detik serta 4,88 detik. Veddriq Leonardo juga mencatatkan waktu yang sama dengan Aditya, yaitu 4,88 detik.
Sementara itu, di kategori putri, Desak Made Rita berada di peringkat kelima dengan waktu 6,37 detik, sedangkan Rajiah Salsabillah melaju ke babak final setelah mencatatkan catatan 6,84 detik, yang menempatkan namanya di posisi ke-12. Meski kedua atlet ini mencapai target, Fitriyani menegaskan bahwa mereka tetap harus waspada karena perbedaan waktu dengan pesaing terkadang hanya terpaut sedikit.
Persaingan yang Memanas di Sejumlah Kategori
Ketatnya peta persaingan di nomor speed terlihat jelas dari prestasi atlet China, Zhao Yicheng, yang sukses memecahkan rekor dunia dengan waktu 4,58 detik. Pencapaian tersebut menjadi pembelajaran penting bagi para pelatih dan atlet Indonesia, karena menunjukkan bahwa jalan ke puncak tidak lagi mudah. “Para pemanjat Indonesia harus terus meningkatkan performa,” imbuh Fitriyani, yang juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik untuk menghadapi tantangan di putaran final.
Keberhasilan Zhao Yicheng dalam mencetak rekor baru membuat para atlet Indonesia semakin bersemangat untuk menunjukkan kekuatan. Namun, di balik semangat tersebut, terdapat tekanan besar yang harus dihadapi. Fitriyani menilai, keberadaan atlet asing yang memiliki kemampuan luar biasa memberi dampak signifikan terhadap peta persaingan. Dengan adanya rekor yang dipecahkan oleh Zhao Yicheng, dia berharap para atlet tanah air bisa memperbaiki performa mereka selama putaran final.
Dalam perebutan medali di kategori putra, Raharjati Nursamsa dianggap sebagai salah satu pilihan utama. Ia tampil konsisten sejak awal babak kualifikasi, dan kemampuan teknisnya terbukti mumpuni. Namun, Keiromal Katibin dan Aditya Tri Syahria juga menunjukkan potensi yang menjanjikan, meskipun keduanya harus berjuang keras untuk mempertahankan posisi mereka. Sementara itu, di kategori putri, Desak Made Rita memperlihatkan performa yang cukup stabil, sedangkan Rajiah Salsabillah perlu memperbaiki kecepatan dan akurasi untuk menyaingi lawan yang lebih kuat.
Fitriyani juga menyebutkan bahwa persaingan di nomor speed tidak hanya bergantung pada kecepatan tangan, tetapi juga pada kecepatan pikiran. “Karena lawan memiliki kemampuan yang sangat baik, semua atlet harus siap beradaptasi dengan cepat dan berpikir secara strategis,” jelasnya. Hal ini membuat pelatih menekankan pentingnya latihan berkelanjutan dan evaluasi setiap hari untuk meningkatkan kualitas performa.
Latihan Intensif dan Strategi Pemenang
Para atlet yang lolos ke babak final mengaku telah melakukan persiapan ekstra sebelum mengikuti ajang ini. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di lapangan untuk mengasah teknik dan memperbaiki kelemahan. Selain itu, tim pelatih juga memberikan bimbingan khusus dalam hal mental, agar para atlet bisa tetap tenang di tengah tekanan persaingan.
Dalam persiapan menghadapi putaran final, Fitriyani mengingatkan bahwa kecepatan dan ketepatan adalah dua aspek yang paling kritis. “Jika satu dari dua faktor ini kurang optimal, maka bisa jadi lawan akan mengambil kesempatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim juga sedang mencari strategi baru untuk mengatasi perbedaan level antara atlet Indonesia dan tim internasional.
Sementara itu, para atlet yang berlaga di putaran final mengaku cukup antusias. Mereka menilai bahwa ajang ini adalah kesempatan langka untuk menunjukkan kemampuan mereka di kancah internasional. “Kita harus tetap fokus dan tidak mudah teralihkan,” ujar Raharjati Nursamsa setelah menyelesaikan babak kualifikasi. Ia menargetkan untuk melampaui waktu yang telah dicatatkan sebelumnya dan menjadi yang terbaik di kategori putra.
Katibin dan Syahria juga menyatakan bahwa mereka siap memperjuangkan medali di babak final. Mereka menegaskan bahwa latihan yang teratur dan tekad tinggi telah membantu mereka mencapai tahap ini. “Kita tidak pernah berhenti belajar, bahkan saat kompetisi berlangsung,” ujar Kiromal Katibin. Sementara itu, Veddriq Leonardo menilai bahwa permainan dalam nomor speed membutuhkan strategi yang tepat, serta kemampuan untuk mengambil peluang yang muncul saat pertandingan berlangsung.
Di kategori putri, Desak Made Rita dan Rajiah Salsabillah mengatakan bahwa mereka memperhatikan detail kecil untuk meningkatkan kecepatan. “Kita terus mengevaluasi setiap gerakan dan mencari cara lebih efektif untuk mencapai target
