Key Strategy: Didukung FIBA, Perbasi optimistis mampu gelar sejumlah Piala Dunia

Didukung FIBA, Perbasi Optimistis Mampu Gelar Sejumlah Piala Dunia

Key Strategy – Jakarta – Dukungan yang diberikan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) telah membangun kepercayaan yang lebih kuat dalam upaya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) untuk menggelar sejumlah even internasional bola basket. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Perbasi, Nirmala Dewi, mengeksplorasi potensi besar Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi global, termasuk Piala Dunia U17 Women’s Basketball World Cup 2028 dan Piala Dunia U19 Basketball World Cup 2029. Dukungan ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah olahraga bola basket internasional.

Langkah Persiapan yang Terencana

Nirmala mengungkapkan bahwa Perbasi telah merancang strategi yang matang untuk memastikan keberhasilan gelaran event tersebut. Selain persiapan teknis, ia juga menekankan pentingnya membanggakan bangsa melalui prestasi yang mencerminkan kemajuan olahraga di Indonesia. “Kami sangat senang dengan dukungan penuh dari FIBA, karena ini memberi kami kepastian dalam merancang program-program jangka panjang yang berdampak signifikan,” ujarnya saat memberikan keterangan di Jakarta, Minggu. Dukungan FIBA, menurutnya, tidak hanya berupa sumber daya material, tetapi juga memperkuat komitmen organisasi untuk mengembangkan bola basket secara berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perbasi sedang melakukan koordinasi intensif dengan FIBA, terutama melalui kunjungan langsung oleh Bendahara FIBA, Ingo Weiss, dan Chief Operation Officer (COO) FIBA, Patrick Mariller. Kunjungan ini, yang dilakukan beberapa waktu lalu, dianggap sebagai bentuk komitmen FIBA terhadap partisipasi Indonesia dalam kegiatan kejuaraan global. Nirmala menjelaskan bahwa selama kunjungan, pihak FIBA menyampaikan panduan serta rekomendasi untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar dan menjadi contoh bagi negara lain.

Dukungan untuk Pembinaan di Wilayah Timur

Tidak hanya fokus pada event utama, FIBA juga memberikan dukungan untuk program pembinaan dan pengembangan bola basket di sejumlah daerah di Indonesia timur. Nirmala menambahkan bahwa hal ini membuka peluang untuk meningkatkan akses olahraga bola basket bagi masyarakat yang kurang terjangkau. “Dukungan ini tidak hanya terbatas pada Jakarta, tetapi juga berdampak pada wilayah lain yang belum mendapat perhatian serupa,” jelasnya. Dengan adanya program ini, diharapkan muncul lebih banyak talenta muda yang siap menghadapi kompetisi tingkat dunia.

Nirmala juga memastikan bahwa Perbasi telah memulai persiapan sejak tahun lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjadi penyelenggara yang sukses, tetapi juga dapat menampilkan tim yang kompetitif saat bertanding melawan negara-negara besar di Asia dan dunia. “Persiapan ini mencakup koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi pendidikan, serta masyarakat,” lanjutnya. Selain itu, Perbasi juga berencana memperluas kerja sama dengan lembaga internasional lainnya untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan pertandingan nasional.

Peran Media dan Stakeholder

Dalam rangka menyukseskan dua event internasional tersebut, Perbasi berencana melibatkan media sebagai mitra strategis. Nirmala menyatakan bahwa media akan berperan dalam memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya bola basket sebagai olahraga nasional. “Kami ingin membangun kemitraan yang lebih luas, termasuk dengan seluruh pemangku kepentingan, agar keberhasilan penyelenggaraan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya. Libatkan media, menurutnya, bukan hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja penyelenggaraan dan memastikan transparansi dalam setiap tahapan.

Sebelum menggelar Piala Dunia U17 dan U19, Indonesia akan menjadi tuan rumah FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027 serta FIBA U18 Asia Cup 2028 sebagai bagian dari pengembangan tahapan yang lebih awal. Kedua event ini diharapkan menjadi pengalaman penting dalam membangun sistem penyelenggaraan yang profesional. “Kami ingin memastikan bahwa semua even berjalan teratur, sekaligus menjadi platform untuk memperkenalkan bola basket kepada generasi muda,” ujar Nirmala. Dengan mengatur jadwal yang bertahap, Indonesia dapat memperkuat kapasitas organisasi dan menyiapkan infrastruktur yang memadai.

Program Basketball For Good dan Dukungan FIBA

COO FIBA, Patrick Mariller, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bola basket setelah keberhasilan menjadi salah satu tuan rumah FIBA Basketball World Cup 2023 di Indonesia Arena, Jakarta. Menurutnya, ini adalah langkah penting dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. “Dukungan FIBA tidak hanya berupa dana, tetapi juga peningkatan kualitas program pembinaan, khususnya untuk usia dini,” ujarnya. Mariller menekankan bahwa sinergi antara pembinaan usia dini, kompetisi nasional, dan program Basketball For Good akan menjadi motor penggerak pertumbuhan pemain serta penggemar bola basket di Indonesia.

Dalam program Basketball For Good, FIBA bersama dengan perwakilannya di Indonesia dan Perbasi akan melaksanakan berbagai kegiatan di beberapa daerah. Aktivitas ini mencakup pemberian bantuan material, alat pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia. “Kami ingin memastikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun ekosistem bola basket yang lebih kuat,” kata Mariller. Program ini, menurutnya, dirancang untuk menyasar area yang masih kurang berkembang, sehingga mampu memperluas basis partisipasi dan keberlanjutan olahraga.

Dukungan FIBA juga berdampak pada peningkatan kualitas pelatihan dan kompetisi nasional. Dengan adanya bantuan dari lembaga internasional, Perbasi dapat meningkatkan standar pengelolaan kejuaraan, mulai dari pembinaan pemain hingga penataan venue. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan membawa perubahan yang signifikan dalam struktur olahraga bola basket di Indonesia,” tambah Nirmala. Ia juga menyatakan bahwa program tersebut diharapkan bisa mempercepat proses peningkatan jumlah pemain dan penonton, sekaligus membangun citra Indonesia sebagai negara yang serius dalam mengembangkan olahraga.

Dalam perjalanan menuju penyelenggaraan Piala Dunia U17 dan U19, Indonesia akan melalui beberapa tahapan kunci, seperti gelaran Asia Cup. Nirmala menjelaskan bahwa event ini akan menjadi fondasi untuk mempersiapkan kualitas pertandingan yang lebih tinggi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap even yang digelar menjadi pengalaman belajar dan pengujian bagi semua pihak,” katanya. Dengan sistem yang terencana, Perbasi berharap bisa menciptakan generasi atlet yang