Prabowo di Panen Raya: Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Kementan
gan Nasional Melibatkan Seluruh Komponen Prabowo di Panen Raya - Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara Prabowo di Panen Raya yang menjadi momentum

Prabowo di Panen Raya: Gerakan Ketahanan Pangan Nasional Melibatkan Seluruh Komponen
Tempatdonasi.com – Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara Prabowo di Panen Raya yang menjadi momentum penting bagi program ketahanan pangan Indonesia. Acara ini secara resmi dibuka di Landasan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur pada Jumat, 17 Juli 2026. Kehadiran Presiden dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan. Program yang melibatkan tiga matra Tentara Nasional Indonesia ini mencakup tiga komoditas strategis, yaitu padi, kedelai, dan tebu.
Dalam sambutannya yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Presiden menyampaikan pernyataan resmi tentang dimulainya panen raya serentak. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah. Prabowo di Panen Raya kali ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh komponen bangsa dalam mencapai target produksi pangan nasional.
“Bismillahirrahmanirrahim pada sore hari ini, Jumat 17 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai,” ujar Presiden di Malang.
Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Kementerian Pertanian
Salah satu poin kunci yang disampaikan dalam acara ini adalah bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan Kementerian Pertanian. Pendekatan multidimensi ini diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam sektor pertanian Indonesia. Presiden menekankan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal akan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan rinci mengenai peran masing-masing matra TNI dalam program ini. Setiap angkatan memiliki fokus spesifik sesuai dengan keahlian dan kapasitas yang dimiliki. TNI Angkatan Darat bertanggung jawab dalam pendampingan budidaya padi dan jagung, sementara TNI Angkatan Laut mengembangkan sektor kedelai. Di sisi lain, TNI Angkatan Udara berfokus pada pengembangan tanaman tebu sebagai komoditas strategis nasional.
“TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu,” jelas Prasetyo dalam keterangannya pada hari Jumat.
Capaian yang telah dicapai sepanjang periode Januari hingga Juni 2026 menunjukkan kemajuan signifikan dalam program ini. Pendampingan yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat mencakup lahan padi seluas 6,26 juta hektare dengan total produksi mencapai sekitar 19,2 juta ton beras. Angka ini setara dengan 55,24 persen dari target produksi beras nasional untuk tahun 2026. Pencapaian ini membuktikan efektivitas pendekatan terintegrasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Di sektor kedelai, TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi sebesar 3.676 ton. Sementara itu, untuk sektor tebu, TNI Angkatan Udara mendampingi 236.048 hektare lahan dengan potensi produksi 18,386 juta ton. Produksi ini setara dengan sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026. Angka-angka ini menunjukkan bahwa program Prabowo di Panen Raya telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
Kegiatan panen raya ini juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat gotong royong dan persatuan bangsa. Dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Pemerintah terus berkomitmen untuk mengembangkan strategi yang inklusif dan berkelanjutan dalam memastikan ketahanan pangan nasional.
Pilihan Editor: Prabowo Klaim Tentara Pintar Cari Waktu Istirahat: Upacara Bisa Tidur
