Skip to content
Bisnis

Airlangga Yakin RI Bisa Kejar Cina soal Akal Imitasi

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

Airlangga Hartarto Optimis Indonesia Dapat Menyaingi Tiongkok dalam Kecerdasan Buatan dan Robotika Airlangga Yakin RI Bisa Kejar Cina - Menteri Koordinator

Airlangga Yakin RI Bisa Kejar Cina soal Akal Imitasi

Airlangga Hartarto Optimis Indonesia Dapat Menyaingi Tiongkok dalam Kecerdasan Buatan dan Robotika

Tempatdonasi.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalan teknologi di sektor akal imitasi (AI) serta robotika. Perbandingan ini dilakukan terhadap pencapaian yang telah diraih Tiongkok saat ini. Menurutnya, negara tetangga tersebut telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam penerapan teknologi AI maupun robotik dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai gambaran, Airlangga menekankan pentingnya strategi “catching up” atau mengejar bagi Indonesia. Hal ini diperlukan agar negara kita tidak semakin tertinggal dalam perkembangan teknologi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Airlangga di kota Shanghai pada hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara.

Kehadiran di Konferensi AI Dunia 2026

Kunjungan Airlangga ke Shanghai ini merupakan bagian dari partisipasi Indonesia dalam pameran “World Artificial Intelligence Conference” atau WAIC 2026. Acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center dengan jadwal berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2026.

WAIC telah menjadi salah satu forum pertemuan terbesar di dunia yang membahas tiga bidang utama, yaitu akal imitasi (AI), komputasi cerdas (intelligent computing), dan kecerdasan berwujud (embodied intelligence). Konferensi ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018 dan sejak saat itu terus berkembang menjadi ajang internasional yang prestisius.

Edisi 2026 menampilkan skala yang lebih besar dengan pelaksanaan di tiga lokasi berbeda di Kota Shanghai. Sebanyak 1.400 pembicara dari dalam maupun luar negeri diundang untuk berbagi wawasan. Di antara mereka terdapat sembilan peraih penghargaan bergengsi seperti Nobel dan Turing Award. Kehadiran para pemimpin perusahaan multinasional serta pembuat kebijakan dari berbagai negara juga memperkaya diskusi dalam konferensi ini.

Dari sisi pameran, tercatat 1.100 perusahaan berpartisipasi untuk memamerkan 3.000 produk dan teknologi terbaru. Menariknya, lebih dari 300 produk di antaranya melakukan peluncuran global perdana, menunjukkan bahwa WAIC 2026 menjadi tempat strategis untuk debut teknologi baru ke pasar dunia.

“Perkembangan industri robotika mereka betul-betul berkembang dan punya fleksibilitas yang luar biasa, terutama untuk banyak pekerjaan yang bisa dilakukan menggunakan robot,” ujar Airlangga.

Rencana Laporan kepada Presiden Prabowo

Setelah menyelesaikan kunjungan dan pertemuan-pertemuannya, Airlangga berencana menyampaikan laporan komprehensif kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan tersebut mencakup temuan dari pameran serta hasil pertemuan dengan para pemimpin Tiongkok, termasuk Presiden Xi Jinping, Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao, dan Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

“Tentu kami akan laporkan untuk ke depan kita tidak boleh ketinggalan dalam pengembangan AI, terutama juga pengembangan robotik dan di sektor renewable energy,” jelas Airlangga.

Kunjungan ke Tiga Stan Teknologi Unggulan

Dalam pameran tersebut, Airlangga setidaknya mengunjungi tiga stan perusahaan teknologi terkemuka. Stan pertama adalah Unitree Robotics, sebuah perusahaan robotika asal Hangzhou yang didirikan pada tahun 2016. Perusahaan ini memiliki fokus utama pada penelitian, pengembangan, produksi, dan penjualan robot berkaki serta robot humanoid berperforma tinggi untuk keperluan konsumen dan industri.

Katalog produk Unitree mencakup robot berkaki empat seri Go, A, dan B, serta robot humanoid seperti H1, G1, dan H2. Unitree semakin dikenal luas setelah tampil dalam acara CCTV Spring Festival Gala sebagai perayaan tahun baru Imlek di Tiongkok. Pada tahun 2026, Unitree menampilkan robot G1 dan H2 yang melakukan pertunjukan kung fu otonom, termasuk gerakan kompleks seperti backflip, parkour, dan koreografi “Drunken Fist”.

Stan kedua yang dikunjungi adalah Deep Robotics, perusahaan robotika yang juga bermarkas di Hangzhou. Didirikan pada tahun 2017, perusahaan ini memproduksi sistem robotika dan komponen inti dengan fokus pada robot berkaki empat (quadruped) dan robot humanoid untuk keperluan industri, otomasi, dan penelitian. Produk unggulan mereka adalah seri robot Jueying, yang dirancang khusus untuk aplikasi industri seperti inspeksi jaringan listrik, pencarian dan penyelamatan, serta pemantauan lingkungan berbahaya.

Stan ketiga adalah Connected and Intelligent Technologies Co., Ltd (CICT), sebuah badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungan China Information Technology Group. CICT berfokus pada industri kendaraan cerdas terhubung (intelligent connected vehicle/ICV) dan transportasi pintar. Berdiri sejak tahun 2012, CICT terlibat aktif dalam penelitian standar teknis, pengembangan produk, dan promosi pasar teknologi C-V2X (Cellular Vehicle-to-Everything) serta solusi terintegrasi untuk kolaborasi kendaraan-jalan (vehicle-road collaboration), konektivitas cerdas, mengemudi otonom, dan kokpit cerdas.

Kunjungan-kunjungan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi global, khususnya dalam bidang yang menjadi prioritas nasional seperti AI, robotika, dan energi terbarukan.

Join the discussion