Skip to content
Bisnis

ASDP Operasikan Lagi Penyeberangan Kapal Perintis di NTT

Wahyu Kurniawan - tempatdonasi.com 3 mins read

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengumumkan rencana untuk mengaktifkan kembali layanan penyeberangan menggunakan kapal perintis di wilayah Nusa

ASDP Operasikan Lagi Penyeberangan Kapal Perintis di NTT

ASDP Operasikan Lagi Penyeberangan Kapal Perintis di NTT Setelah Penangguhan Subsidi APBN

Tempatdonasi.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mengumumkan rencana untuk mengaktifkan kembali layanan penyeberangan menggunakan kapal perintis di wilayah Nusa Tenggara Timur. Keputusan strategis ini akan mulai diterapkan pada hari Senin, 20 Juli 2026, setelah mendapat persetujuan langsung dari Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Langkah penghidupan kembali fasilitas transportasi laut ini merupakan respons terhadap instruksi pemerintah untuk segera memulihkan konektivitas antar pulau di wilayah timur Indonesia.

Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan koordinasi menyeluruh dengan berbagai instansi terkait. Proses koordinasi ini melibatkan Kementerian Perhubungan serta regulator transportasi laut untuk memastikan kesiapan operasional secara komprehensif. ASDP berkomitmen penuh untuk menjalankan arahan pemerintah dalam mengoptimalkan layanan penyeberangan perintis bagi masyarakat.

“ASDP siap mengoperasikan kembali layanan penyeberangan perintis sesuai arahan pemerintah. Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya daerah 3T, layanan ini merupakan penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi,” kata Heru dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Ahad, 19 Juli 2026.

Kesiapan Armada dan Infrastruktur Pelabuhan

Ardhani Friandy, General Manager ASDP Cabang Kupang, menjelaskan bahwa seluruh persiapan operasional telah diselesaikan dengan tuntas. Persiapan tersebut mencakup penyediaan armada kapal yang layak, penempatan awak kapal berpengalaman, serta penyiapan layanan di pelabuhan-pelabuhan tujuan. Semua elemen ini disiapkan agar operasional dapat kembali berjalan sesuai standar yang ditetapkan oleh regulator transportasi laut nasional.

Layanan yang akan diaktifkan kembali mencakup berbagai lintasan penyeberangan yang sebelumnya dikelola oleh ASDP Cabang Kupang dan ASDP Cabang Sape. Rute-rute strategis tersebut meliputi wilayah-wilayah seperti Flores, Lembata, Alor, Sabu Raijua, Sikka, Manggarai Barat, hingga Waingapu. Setiap rute memiliki peran krusial dalam menghubungkan masyarakat di pulau-pulau terpencil dengan pusat-pusat ekonomi regional di NTT.

Sejarah Penangguhan dan Penyebabnya

Sebelum keputusan untuk mengaktifkan kembali layanan ini, seluruh penyeberangan perintis di wilayah kerja ASDP Cabang Kupang dan Cabang Sape telah dihentikan sementara sejak tanggal 1 Juli 2026. Alasan utama penghentian tersebut adalah pernyataan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTT yang menyebutkan bahwa pemerintah daerah belum memiliki dasar pendanaan yang memadai untuk membayar subsidi kepada operator.

Situasi ini dipicu oleh keterlambatan ketersediaan anggaran subsidi angkutan penyeberangan perintis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester II Tahun Anggaran 2026. Tanpa adanya anggaran yang jelas dan tersedia, operator tidak dapat melanjutkan layanan dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat setempat. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran mobilitas penumpang dan distribusi barang kebutuhan pokok.

Melalui surat resmi yang diterbitkan pada tanggal 30 Juni 2026, BPTD meminta ASDP untuk menghentikan sementara seluruh layanan penyeberangan perintis yang dibiayai oleh APBN. Penghentian ini akan berlangsung hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait ketersediaan anggaran. Kebijakan tersebut kemudian diteruskan oleh Dinas Perhubungan NTT kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada pekan berikutnya untuk koordinasi lebih lanjut.

Daftar Lengkap Rute yang Terpengaruh

Dalam salinan surat resmi tersebut, terdapat daftar lengkap penyeberangan perintis yang dihentikan operasionalnya. Untuk rute di bawah ASDP cabang Sape, yang terdampak adalah Labuan Bajo-Waingapu dan Labuan Bajo-Pulau Rinca. Sementara untuk rute yang dilayani ASDP cabang Kupang, meliputi lintasan Kalabahi-Bakalang-Baranusa-Adonara, lintasan Lewoleba-Solor-Larantuka, serta lintasan Sabu-Raijua-Waingapu.

Tidak hanya itu, terdapat juga lintasan Kalabahi-Pulau Pura-Teluk Gurita-Maritaing-Kewapante-Palue-Marapokot, lintasan Kewapante-Pemana, dan lintasan Kewapante-Pulau Besar. Semua rute ini memainkan peran vital dalam mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah NTT, terutama untuk daerah-daerah yang belum terjangkau oleh transportasi darat maupun udara.

Media Tempo telah berupaya mengonfirmasi perihal surat tersebut kepada Kementerian Perhubungan dan ASDP. Namun, respons yang datang berasal dari ASDP berupa pernyataan pers atau rilis media resmi. Pengaktifan kembali layanan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan NTT, sekaligus meningkatkan aksesibilitas transportasi laut bagi ribuan warga yang bergantung pada kapal perintis.

Join the discussion