Skip to content
Bisnis

Survei Bank Indonesia: Penyaluran Kredit Baru Naik pada Q2

Andi Permata - tempatdonasi.com 3 mins read

Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit baru selama periode triwulan

Survei Bank Indonesia: Penyaluran Kredit Baru Naik pada Q2

Bank Indonesia Catat Pertumbuhan Penyaluran Kredit Baru di Triwulan Kedua 2026

Tempatdonasi.com – Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam penyaluran kredit baru selama periode triwulan II tahun 2026. Indikator utama yang digunakan untuk mengukur kondisi ini adalah nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencatatkan angka sebesar 93,08 persen. Angka tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup drastis apabila dibandingkan dengan capaian pada triwulan sebelumnya, yang hanya sebesar 38,74 persen. Peningkatan ini memberikan sinyal positif mengenai aktivitas pembiayaan di sektor perbankan nasional.

Diversifikasi Pertumbuhan pada Setiap Jenis Kredit

Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, pada hari Senin, 20 Juli 2026, pertumbuhan kredit baru tidak hanya terjadi pada satu sektor tertentu, melainkan merata di seluruh jenis penggunaan dana. Hal ini tercermin dari kenaikan nilai SBT pada tiga kategori utama, yaitu kredit modal kerja, kredit investasi, serta kredit konsumsi. Secara rinci, SBT untuk kredit modal kerja mencapai 94,34 persen, sementara kredit investasi mencatatkan 93,51 persen. Di sisi lain, kredit konsumsi juga menunjukkan performa yang baik dengan nilai SBT sebesar 83,67 persen.

Pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis penggunaan, tercermin dari nilai SBT yang meningkat pada kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi.

Driver Utama Peningkatan Kredit Konsumsi

Salah satu faktor pendorong utama dari peningkatan kredit konsumsi adalah adanya kenaikan permintaan terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA). Kategori ini mencatatkan SBT sebesar 78,20 persen. Selain itu, kredit kendaraan bermotor juga berkontribusi positif dengan nilai SBT 67,95 persen. Kredit multiguna dan kredit tanpa agunan juga turut serta mendorong pertumbuhan, masing-masing dengan SBT 69,71 persen dan 49,70 persen. Namun, tidak semua segmen mengalami peningkatan; permintaan terhadap kartu kredit justru mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan SBT tercatat sebesar 30,18 persen.

Proyeksi dan Prioritas untuk Triwulan III 2026

Melihat tren yang ada, penyaluran kredit baru pada triwulan III 2026 diproyeksikan akan tumbuh lebih rendah dibandingkan triwulan II. Proyeksi ini menempatkan nilai SBT pada level 84,65 persen. Meskipun demikian, prioritas utama para responden dalam menyalurkan kredit baru diperkirakan tetap konsisten dengan periode sebelumnya. Kredit modal kerja masih menjadi fokus utama, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi sebagai urutan berikutnya. Konsistensi ini menunjukkan bahwa sektor riil masih membutuhkan dukungan modal kerja yang signifikan.

Perubahan Sikap Perbankan dalam Penyaluran Kredit

Perlu dicatat bahwa perbankan cenderung lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit baru pada triwulan II 2026 apabila dibandingkan dengan triwulan I 2026. Kondisi kehati-hatian ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang bernilai positif sebesar 1,03. Kebijakan yang lebih ketat tersebut diterapkan pada berbagai aspek, mulai dari penentuan suku bunga kredit, plafon kredit, perjanjian kredit, jangka waktu pinjaman, hingga biaya persetujuan kredit. Standar yang lebih berhati-hati ini terutama terlihat pada jenis kredit KPR/KPA serta kredit konsumsi lainnya.

Berbeda dengan triwulan II, pada triwulan III 2026 standar penyaluran kredit diprakirakan akan menjadi lebih longgar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai ILS yang diproyeksikan bernilai negatif sebesar 2,25. Perubahan ini mengindikasikan bahwa perbankan mungkin akan lebih agresif dalam memberikan fasilitas kredit di periode mendatang, seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

Pilihan Editor: Beban Bunga Kredit Jika Cicilan Rumah Diperpanjang 30 Tahun

Join the discussion