Aldi Taher Menghadirkan Tribute ke Oasis dalam Konsernya
Important Visit – Konser Aldi Taher, yang dinamai “Aldi Taher World Tour 2026: Tribute to Oasis Orchestra Version”, berlangsung di Bengkel Space, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 Juni 2026. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berupaya mengumpulkan dana untuk mendukung program sunat massal. Selama dua jam, penyanyi dan aktor berusia 42 tahun ini membawakan lagu-lagu legendaris band Oasis, sekaligus menghadirkan nuansa baru dengan menambahkan beberapa karya musisi Tanah Air.
Pilihan Editor: Mas Bahlil Ganteng dan Lagu Publik
Kehadiran musisi lokal dan orkestra di panggung menambah kesan megah pada acara tersebut. Arena yang didesain ala kerajaan dengan latar warna putih menciptakan suasana dramatis. Aldi memulai pertunjukannya dengan mengenakan jaket Adidas, yang menjadi simbol kebanggaan bagi penggemar Oasis. Ia memilih lagu “Don’t Go Away” sebagai pembuka, dan suara penonton yang bergelantung langsung membalas dengan antusiasme yang memekakkan telinga.
Dalam beberapa momen, Aldi mengambil kesempatan untuk melibatkan audiens secara langsung. Setelah menyelesaikan lagu pertama, ia berdiri di tengah panggung dan membacakan doa sambil berada di antara dua sujud. Tindakan ini menunjukkan bagaimana ia menggabungkan kecintaannya pada musik dengan spiritualitasnya, menciptakan pengalaman yang unik.
Pilihan Editor: Benarkah Musik Rap Mulai Tersisih
Konser ini juga menjadi ajang untuk Aldi memperkenalkan lagu-lagu yang berbeda dari genre yang biasanya ia dominasi. Salah satu momen menarik terjadi saat ia memainkan “Creep” oleh Radiohead. Di tengah pengalaman bernyanyi, Aldi menyerukan “Free Palestine”, yang mengejutkan karena band asal Inggris tersebut sempat dihindari oleh sebagian kalangan akibat dugaan dukungan terhadap genosida Israel. Meski demikian, keputusan Aldi ini justru memperkaya atmosfer konser.
Aldi tak hanya menyanyikan lagu Oasis, tetapi juga membagikan cerita pribadinya. Ia pernah mengalami kanker getah bening stadium 2A pada 2016, namun berhasil sembuh setahun kemudian. Sejak masa penyakit tersebut, musik Oasis menjadi sumber inspirasinya. “Lagu-lagu Oasis selalu menyemangati saya selama masa pemulihan,” katanya sambil berdiri di samping alat musik.
Konser diakhiri dengan lagu “Don’t Look Back In Anger” sebagai penutup. Sebelumnya, ia membawakan “Live Forever” yang dipadukan dengan emosi tinggi. “Lagu ini selalu mengingatkanku pada perjalanan yang ditempuh bersama teman-teman di masa lalu,” imbuhnya. Banyak penonton terharu dan mengucapkan apresiasi setelah pertunjukan selesai.
Bebas Penampilan: Kolaborasi dengan Generasi Muda
Sejumlah kolaborasi menarik terjadi selama konser. Di lagu kedua, Aldi mengajak anak Ahmad Dhani, Shafeea Ahmad, untuk tampil. Perempuan berusia delapan tahun itu menjadi debutannya pertama kali di panggung. “Shafeea adalah salah satu bintang muda yang menjanjikan,” komentarnya sambil menyaksikan putra mantan istrinya bernyanyi.
Kolaborasi ini juga melibatkan Dul Jaelani, yang memperkuat penampilan dengan mengenakan jaket olahraga hijau. “Saya puji Allah, karena bisa menikmati Shafeea tampil. Ayahnya adalah contoh terbaik dalam kehidupan bermusik,” kata Aldi. Dul dan Shafeea pun merespons dengan tawa dan komentar spontan, menciptakan suasana yang hangat.
Di lagu ketiga, Aldi memperkenalkan Irwansyah, mantan rekan band dalam Radio Band. Keduanya pernah dipisahkan saat Irwansyah dipecat dan digantikan oleh Naga sebagai vokalis. “Mereka adalah teman sepertujuangan yang tak pernah lekang,” ungkapnya. Irwansyah akhirnya membawakan bagian dari lagu “Pecinta Wanita” yang dirilis pada 2006, memperlihatkan bagaimana aliran musiknya tetap relevan di berbagai genre.
Kehadiran Naga Ada Band juga menjadi pusat perhatian. Mereka membawakan “Manusia Bodoh”, yang menjadi momen paling menyentuh bagi penonton. “Naga adalah salah satu dari kami yang paling berdedikasi,” tambah Aldi. Lagu-lagu yang diangkat menggambarkan jangkauan kreativitas musisi Indonesia dalam mengakomodasi lagu-lagu internasional.
Kontroversi dan Penekanan pada Isu Global
Selain fokus pada musik, konser ini juga menjadi media untuk mengangkat isu-isu kontemporer. Saat membawakan “Creep”, Aldi memasukkan pernyataan “Free Palestine” ke dalam alur lagu. Tindakan ini menunjukkan bagaimana ia menggabungkan rasa cinta terhadap musik dengan kepeduliannya terhadap politik dan isu sosial.
“Saya ingin mengingatkan mereka tentang pentingnya kebebasan dalam seni. Lagu ini bukan hanya tentang perasaan pribadi, tetapi juga tentang perjuangan kolektif,” ujarnya setelah menyelesaikan lagu tersebut.
Aksi ini juga dianggap sebagai langkah untuk menyampaikan pesan anti-penghambatan kreativitas. “Jika musik bisa menjadi alat untuk menyuarakan sesuatu, maka kita harus memanfaatkan itu,” tambah Aldi. Kehadiran Radiohead dalam lagu “Creep” menjadi simbol bagaimana musik bisa melewatkan batas-batas nasional.
Perjalanan Aldi Taher: Dari Kanker hingga Tribute ke Oasis
Konser ini juga menjadi pengingat akan perjalanan hidup Aldi. Dulu, ia pernah mengalami penyakit berat yang menghambat aktivitasnya, tetapi kini ia kembali menorehkan nama di panggung musik. “Semua yang saya lalui, baik suka maupun duka, menjadi bagian dari cerita yang ingin saya berikan kepada penonton,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Aldi juga menunjukkan rasa cintanya pada keluarga. Ia membagikan foto Dewi Perssik, mantan istri, sambil menyerukan nama sang kekasih. “Dewi selalu menjadi inspirasi bagi saya, terutama saat saya sedang lemah,” ujarnya. Banyak penonton menyaksikan momen ini dengan haru, karena keharuan yang tercipta antara kehidupan pribadi dan karya musikal.
Aktor dan penyanyi ini secara terbuka menyampaikan apresiasinya kepada keluarga dan teman-teman yang selama ini mendukungnya. “Apa pun yang saya lakukan, selalu ada yang
