Key Strategy: Pertamina Patra Niaga siap dukung pengembangan SPBU nelayan wilayah 3T
Pertamina Patra Niaga: Strategi Pengembangan SPBU Nelayan di Wilayah 3T
Key Strategy – Sebagai bagian dari Key Strategy nasional, Pertamina Patra Niaga terus berupaya memperluas akses energi terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Langkah ini sejalan dengan program BBM Satu Harga yang bertujuan memastikan bahan bakar dapat mencapai seluruh pelosok Indonesia, termasuk daerah pesisir yang belum terlayani optimal. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mengembangkan infrastruktur SPBU nelayan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sektor kelautan.
SPBU Nelayan sebagai Solusi Strategis
“Kami siap berperan dalam pengembangan SPBU nelayan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari Key Strategy BBM Satu Harga, guna memastikan masyarakat wilayah 3T mendapatkan energi dengan harga terjangkau,”
ujar Eko Ricky Susanto dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Menurut Eko, akses energi merupakan faktor penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan yang mengandalkan bahan bakar untuk kegiatan melaut. SPBU nelayan dianggap sebagai solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan jaringan distribusi BBM biasa. “Kerja sama dengan koperasi nelayan memastikan distribusi BBM subsidi berjalan efektif, terutama di wilayah yang sulit dijangkau,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga telah menyelesaikan pembangunan SPBU nelayan di Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan. SPBU ini menjadi yang keenam di kabupaten tersebut, serta bagian dari 19 unit SPBU nelayan yang telah terbangun di Aceh. Total, hingga saat ini, terdapat 416 SPBU nelayan di seluruh Indonesia, mencerminkan upaya perusahaan dalam memperluas jaringan distribusi bahan bakar subsidi.
Peran Koperasi dalam Sinergi Strategis
Kolaborasi dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menjadi pilar utama Key Strategy Pertamina Patra Niaga. Eko Ricky menyebut bahwa kerja sama ini mempercepat penyebaran SPBU nelayan ke daerah pesisir yang membutuhkan energi. “Dengan peran koperasi, distribusi BBM subsidi dapat disalurkan secara merata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Program SPBU nelayan di Aceh Selatan menunjukkan keberhasilan sinergi antara Pertamina Patra Niaga, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Peresmian SPBU nelayan di Bakongan Timur dilakukan oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dengan dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, serta Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho. Kehadiran para pejabat ini menggarisbawahi pentingnya Key Strategy dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Ferry Juliantono menegaskan bahwa SPBU nelayan adalah salah satu kebijakan nyata pemerintah untuk menjangkau masyarakat yang rentan. “Ini adalah bagian dari Key Strategy nasional yang memastikan energi berupa BBM subsidi dapat sampai ke pelosok negeri,” kata menteri. Ia menyoroti kontribusi koperasi dalam mengelola SPBU nelayan, sehingga distribusi bahan bakar menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.
