Pertamina: Stok Pertalite Memadai dan Tersedia
Pastikan Distribusi BBM Berjalan Lancar
Latest Facts – Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di Indonesia tetap stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, stok Pertalite tidak mengalami tekanan signifikan hingga saat ini. “Ketersediaan Pertalite di seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dijaga secara konsisten untuk mendukung mobilitas sehari-hari warga,” tutur Roberth dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat, 12 Juni 2026.
“Kami terus mengawasi kondisi stok dan penyaluran BBM di setiap wilayah secara real-time agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal,” tambahnya.
Menurut Roberth, jaringan distribusi Pertamina memiliki kemampuan untuk merespons perubahan permintaan di berbagai daerah. Pertamina dapat menyesuaikan pasokan jika terjadi fluktuasi konsumsi, terutama di area yang mengalami peningkatan kebutuhan. “Dengan sistem distribusi yang terintegrasi, Pertamina mampu menjaga kestabilan pasokan dan melakukan penyesuaian cepat,” jelasnya.
Pertamina juga berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan energi, termasuk menjaga ketersediaan Pertalite di seluruh pelosok negeri. Dukungan ini datang dari jaringan infrastruktur yang meliputi ratusan SPBU tersebar dari Sabang hingga Merauke. “Distribusi BBM subsidi tetap berjalan seperti biasa, dengan pengawasan ketat dari tim terkait,” imbuh Roberth.
Peralihan Konsumen ke Pertalite Diprediksi
Sebelumnya, Pertamina melakukan penyesuaian harga untuk dua jenis BBM, yaitu Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95). Harga Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green mengalami kenaikan dari Rp 12.900 ke Rp 17.000 per liter. Kenaikan tersebut memicu spekulasi bahwa masyarakat akan beralih ke Pertalite yang harganya tetap dijaga pada Rp 10.000 per liter.
Menurut data terkini, kebijakan kenaikan harga BBM ini dilakukan untuk merespons lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik di Timur Tengah. Roberth menyatakan bahwa Pertamina telah mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi sebelum mengambil keputusan. “Pertamina memastikan bahwa kenaikan harga tetap sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa penyesuaian harga memang menjadi perhatian utama masyarakat. “Kami sadar bahwa setiap perubahan harga selalu memengaruhi keputusan pembelian warga, terutama untuk BBM subsidi,” ujarnya dalam keterangan video yang diunggah ke akun resmi Pertamina pada Kamis, 11 Juni 2026.
“Meski harga Pertamax dan Pertamax Green meningkat, kami percaya bahwa Pertalite tetap menjadi pilihan yang paling sesuai untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat,” terang Simon.
Pertamina Konsisten Jalankan Kebijakan Subsidi
Dalam upaya memastikan akses BBM subsidi tetap terjangkau, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan penyaluran Pertalite dijaga agar tidak mengalami gangguan, terlepas dari perubahan harga untuk BBM premium. “Kami menjalankan tugas penyaluran energi dengan transparan dan sesuai regulasi,” kata Simon.
Direktur Utama Pertamina menekankan bahwa penyesuaian harga tidak berdampak pada ketersediaan Pertalite. “Selama kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green, stok Pertalite tetap dijaga maksimal untuk menjaga kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Ia juga menyebut bahwa pihaknya melakukan evaluasi berkala terhadap kebijakan subsidi guna memastikan keadilan dalam distribusi energi.
Simon menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM premium ini telah dipertimbangkan secara matang. “Lonjakan harga minyak global membuat Pertamina wajib menyesuaikan harga untuk mempertahankan keberlanjutan operasional,” ucapnya. Namun, ia menegaskan bahwa harga Pertalite tetap dijaga agar tetap menjadi pilihan utama bagi warga yang mengandalkan BBM subsidi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, jenis kendaraan, dan peruntukan. Tidak perlu panik, karena stok Pertalite tetap memadai,” tambah Simon.
Ketersediaan BBM Tidak Terganggu
Dengan jaringan infrastruktur yang luas, Pertamina mampu memastikan bahwa distribusi BBM tetap berjalan normal meski terjadi perubahan harga. Roberth menyatakan bahwa sistem distribusi Pertamina tidak hanya menjangkau daerah perkotaan, tetapi juga pedesaan. “Kami memastikan semua SPBU dapat memberikan layanan maksimal, terlepas dari kebijakan harga yang diambil,” imbuhnya.
Pertamina juga berupaya mengurangi risiko kelangkaan BBM dengan mempercepat proses pengisian di SPBU. “Dengan kapasitas penyimpanan yang cukup dan distribusi yang terencana, Pertalite tidak akan mengalami kekurangan meski permintaan meningkat,” jelas Roberth. Ia menambahkan bahwa Pertamina terus memantau permintaan BBM di setiap wilayah untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan.
Kebijakan penyaluran BBM subsidi diatur berdasarkan keputusan pemerintah, dan Pertamina menjalankannya secara penuh. “Pertalite tetap menjadi BBM paling banyak diminati warga, terutama untuk kendaraan bermotor umum dan sepeda motor,” ujar Roberth.
“Kami berharap masyarakat tetap mempercayai Pertamina dan mengoptimalkan penggunaan Pertalite sesuai kebutuhan,” katanya.
Dalam konteks ini, Pertamina mengakui bahwa penyesuaian harga BBM premium menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat beralih ke Pertalite. Namun, kebijakan ini tidak mengurangi komitmen Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi. “Pertamina terus memprioritaskan akses energi bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang mampu secara ekonomi,” tutur Simon.
Menurut Simon, harga Pertalite yang tetap terjangkau menjadi solusi untuk menjaga stabilitas pasar. “Pertalite tidak hanya menjadi pilihan bagi masyarakat biasa, tetapi juga mendukung industri transportasi yang berdampak pada perekonomian nasional,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat dan tekanan ekonomi global.
Dengan adanya jaringan distribusi yang luas, Pertamina optimis bahwa ketersediaan BBM tidak akan mengalami gangguan. R
