Bisnis

Meeting Results: Purbaya Akan Ikuti Presiden Prabowo Soal Efisiensi MBG

l Efisiensi MBG Meeting Results - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah memahami rencana efisiensi atau pengurangan

Desk Bisnis
Published Juni 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Purbaya Ikuti Langkah Presiden Prabowo Soal Efisiensi MBG

Meeting Results – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah memahami rencana efisiensi atau pengurangan anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, penerapan langkah tersebut akan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Penyesuaian Anggaran MBG Dilakukan Sesuai Keputusan Presiden

Bendahara negara tersebut menyatakan bahwa belum ada pengumuman resmi mengenai jumlah anggaran yang akan dipangkas dari MBG. “Kami akan mengikuti keputusan Bapak Presiden,” kata Purbaya seusai menghadiri rapat di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Revisi anggaran MBG kembali menjadi sorotan setelah Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang hadir di Istana Kepresidenan untuk menjawab undangan yang diberikan oleh Prabowo. Nanik menjelaskan bahwa kunjungannya ke Istana bertujuan untuk memberikan laporan ke kepala negara.

“Efisiensi anggaran ini kabar gembira. Biarkan anggaran turun, biarkan anggaran turun, efisiensi,” ujarnya.

Pertemuan antara Prabowo dan Nanik berlangsung selama 30 menit. Menurut Nanik, presiden memberikan sinyal positif terhadap rencana efisiensi. Salah satu kebijakan yang akan diambil adalah perubahan kriteria penerima manfaat MBG. Pemotongan subsidi kepada anak dari keluarga berpenghasilan tinggi diperkirakan akan menjadi fokus evaluasi.

Pemangkasan Anggaran MBG Tidak Berarti Pengurangan Bantuan

Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa ada kemungkinan anggaran MBG akan dikurangi. Namun, ia menegaskan bahwa ini bukanlah penghapusan bantuan secara total. “Ini bukan pemangkasan, tapi hasil perhitungan menunjukkan adanya pengurangan kebutuhan dana dari program makan bergizi gratis ini,” jelas Prasetyo.

Pemerintah tahun ini menetapkan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun. Namun, jumlah tersebut telah dipangkas menjadi Rp 268 triliun. Menurut laporan Kementerian Keuangan, hingga 31 Mei 2026, realisasi penggunaan dana MBG mencapai Rp 88,15 triliun. Angka ini naik 17,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 75 triliun.

Penyaluran MBG hingga akhir Mei 2026 telah mencakup 63,13 juta penerima. Dari jumlah tersebut, 48,9 juta di antaranya adalah siswa, sementara 14,3 juta merupakan non-siswa. Meski terdapat peningkatan, jumlah penerima MBG hanya bertambah sedikit dibandingkan April yang mencapai 62 juta orang.

Penyaluran MBG Masih Berjalan Lancar

Dari sisi infrastruktur, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga akhir Mei mencapai 29.670 unit. SPPG bertugas menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada penerima. Purbaya menegaskan bahwa pelaksanaan program tetap berjalan efisien meski ada rencana pengurangan anggaran.

Dalam pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa efisiensi MBG dilakukan secara bertahap dan didasarkan pada hasil evaluasi. “Kita perlu memastikan bahwa dana yang dikeluarkan tepat sasaran,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengurangan anggaran tidak mengganggu kualitas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Manfaat Efisiensi Anggaran MBG

Presiden Prabowo menyatakan bahwa efisiensi anggaran MBG bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana. Menurut rencana, selain menyesuaikan penerima manfaat, pemerintah juga akan memeriksa pengelolaan logistik dan distribusi makanan bergizi. “Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan Nanik Deyang.

Prasetyo menambahkan bahwa pengurangan anggaran MBG bisa menjadi bagian dari upaya untuk menekan pengeluaran pemerintah secara keseluruhan. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama tetap terjaga. “MBG tetap menjadi program penting untuk masyarakat miskin, hanya saja kita perlu menyesuaikan dengan kondisi keuangan nasional,” tutur Prasetyo.

Kinerja Program MBG Hingga Mei 2026

Dari data Kementerian Keuangan, anggaran MBG hingga 31 Mei 2026 telah terpakai sebesar Rp 88,15 triliun. Realisasi ini mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski angka penerima manfaat meningkat hanya sedikit, Prasetyo menilai bahwa program tetap berjalan baik dan mendukung kebutuhan makanan sehari-hari masyarakat.

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan secara bertahap, dengan menggabungkan hasil evaluasi dari berbagai instansi. “Kita butuh kolaborasi yang lebih baik untuk mengurangi pemborosan,” ujarnya. Ia berharap efisiensi tersebut tidak mengurangi manfaat program MBG bagi masyarakat.

Dengan adanya revisi anggaran, pemerintah berharap dapat menyesuaikan kapasitas penerima manfaat dengan kondisi ekonomi nasional. Meski demikian, prinsip utama MBG tetap dijaga, yaitu memberikan bantuan makanan bergizi secara gratis kepada keluarga yang membutuhkan. Purbaya menyatakan bahwa keputusan efisiensi akan diumumkan secara resmi setelah evaluasi lebih lanjut dilakukan.

Penyesuaian Penerima MBG Dinilai Efektif

Sejumlah pihak menilai bahwa penyesuaian kriteria penerima MBG akan memberikan dampak positif. Dengan mengurangi bantuan kepada keluarga mampu, anggaran bisa dialokasikan lebih efektif kepada keluarga yang benar-benar terpuruk secara ekonomi. “Ini cara untuk memastikan bahwa bantuan MBG hanya diberikan kepada yang layak,” kata Prasetyo.

Namun, ada pihak yang khawatir efisiensi akan memengaruhi keberlanjutan program. Nanik Deyang, sebagai kepala Badan Gizi Nasional, menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan makanan bagi anak-anak. “Anak-anak adalah target utama MBG, jadi kita tidak ingin mengurangi cakupan pangan untuk mereka,” ujarnya.

Dengan adanya efisiensi, Kementerian Keuangan menargetkan peningkatan efektivitas distribusi makanan. Purbaya menekankan bahwa pengurangan anggaran akan dilakukan dengan teliti agar tidak mengganggu ketersediaan bantuan. “Kita ingin MBG tetap mampu memberikan dampak bagi masyarakat, tapi lebih hemat,” pungkasnya.

Leave a Comment