Rencana Khusus: BGN siap bertanggung jawab bagi korban keracunan MBG di Jaktim

BGN Siap Bertanggung Jawab bagi Korban Keracunan MBG di Jaktim

Jakarta, 2 April 2023

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan langkah penanggung jawaban bagi para korban yang diduga mengalami keracunan akibat makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Jakarta Timur. Menurutnya, pihak BGN akan mengambil alih biaya pengobatan bagi siswa dan guru yang tidak terlindungi oleh BPJS Kesehatan.

“Bagi yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan menanggung tanggung jawab untuk itu,” ujarnya saat berada di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit.

Dalam kesempatan yang sama, Anung menambahkan bahwa bagi individu yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan, pihak berwenang akan memastikan biaya pengobatan tercakup hingga kondisi mereka pulih kembali. Ia juga menjelaskan bahwa tindakan cepat telah dilakukan melalui kerja sama antara BGN dan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

“Penanganan serta koordinasi yang cepat telah dilakukan bersama BGN, Pemerintah DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta berbagai rumah sakit yang sudah disebutkan,” terangnya.

Pemerintah Provinsi DKI kini sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terkait sampel makanan MBG. Anung berharap semua pihak bisa menjelaskan peran mereka secara transparan. Ia menyatakan bahwa para korban diharapkan segera pulih dan kembali beraktivitas normal.

“Alhamdulillah, kondisi mereka saat ini sudah stabil dan sedang dalam proses pemulihan. Mudah-mudahan dalam dua hari ke depan bisa tuntas semua,” kata dia.

Detil Korban Keracunan MBG

Dilaporkan, sebanyak 135 siswa dan guru mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Rinciannya, 33 siswa terdampak di SDN Pondok Kelapa 09, tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit. Di SDN Pondok Kelapa 01, 37 siswa terkena, sedangkan 31 siswa di SDN Pondok Kelapa 07 dengan delapan orang dirawat.

Di SMAN 91, terdapat 34 orang yang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga pendidik. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, tepat saat makanan dibagikan kepada para siswa.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, biasanya anak-anak tidak langsung mengonsumsi menu MBG yang umumnya berupa nasi. Namun, menu spageti yang disajikan pada hari kejadian membuat banyak siswa tertarik untuk langsung makan di sekolah.