Agenda Utama: Trump: Perundingan dengan Iran bisa dilanjutkan dua hari ke depan
Trump: Perundingan dengan Iran Bisa Dilanjutkan Dalam Dua Hari Mendatang
Washington – Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan harapan positif terhadap kemungkinan perundingan dengan Iran bisa dimulai kembali dalam dua hari ke depan. Ia mengungkapkan hal ini selama wawancara telepon dengan New York Post, Selasa. “Ada kemungkinan peristiwa penting terjadi dalam dua hari mendatang,” ujar Trump saat wawancara dengan New York Post pada Selasa.
Dalam proses negosiasi dengan Iran, Trump mengacu pada Marsekal Lapangan Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang dikenal memiliki hubungan kuat dengan Trump ketika berupaya menengahi penyelesaian konflik Pakistan-India tahun lalu. “Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kami akan kembali ke sana,” kata Trump.
“Kami mungkin akan pergi ke lokasi lain. Kami sudah mulai memikirkan lokasi lain (untuk perundingan),” ujarnya dalam panggilan telepon terpisah sekitar satu jam sebelum pernyataan sebelumnya.
Para pejabat dari Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan dengan Iran masih dalam pertimbangan, menjelang akhir gencatan senjata jangka pendek minggu depan. “Pembicaraan selanjutnya sedang dibahas tetapi belum ada yang dijadwalkan saat ini,” kata pejabat tersebut.
Perang yang melibatkan Iran, AS, dan Israel telah memengaruhi kenaikan harga minyak global akibat blokade yang dilakukan Teheran di Selat Hormuz. Meski perundingan pertama antara Iran dan AS di Islamabad pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade jalur maritim strategis tersebut.
Trump juga mengkritik negara-negara Eropa yang menolak berpartisipasi dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz. Di sisi lain, banyak pemimpin Eropa justru menyalahkan Trump karena mulai mengambil langkah-langkah melawan Iran tanpa berkonsultasi dulu dengan mereka.
