Hasil Pertemuan: Trump sebut negara lain akan bantu AS dalam blokade AL di Iran
Trump: Negara Lain Akan Dukung AS dalam Blokade Angkatan Laut Terhadap Iran
Di Istanbul, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada hari Minggu (12/4), menyatakan bahwa negara-negara lain akan turut serta dalam upaya blokade militer terhadap Iran setelah negosiasi di Islamabad gagal menyelesaikan perang Timur Tengah. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan rencana tersebut, menekankan bahwa tindakan itu akan berjalan cepat dan efektif.
“Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan memakan waktu sedikit, tetapi akan segera berdampak,” ujar Trump.
Menurutnya, sejumlah negara akan bergabung dalam upaya tersebut, bersama AS untuk menghalangi Iran. Trump menyebut bahwa negara-negara itu akan memastikan Iran tidak bisa mendapatkan keuntungan finansial dari penjualan minyak kepada pihak yang diinginkannya.
Trump juga menjelaskan bahwa blokade ini akan mempercepat penghapusan ranjau yang ditinggalkan Iran di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa keberadaan ranjau tersebut bisa menghambat kegiatan perjalanan laut, menjadikannya sebagai bentuk tekanan terhadap Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menyebutkan bahwa negara-negara Teluk telah mendukung tindakan AS. “Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami juga memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang canggih, tetapi kami tetap mengirim kapal tradisional,” katanya.
Negosiasi di Islamabad: Satu Masalah Belum Disepakati
Trump mengungkapkan bahwa negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada hari Sabtu (11/4), dianggapnya sebagai “pertemuan yang sangat baik”, dengan kedua belah pihak mencapai kesepakatan hampir sempurna. Namun, satu isu utama belum terselesaikan: Iran tetap ingin memiliki senjata nuklir.
“Kami mendapatkan hampir semua poin yang dibutuhkan, kecuali fakta bahwa mereka (Iran) menolak melepaskan ambisi nuklir mereka. Mereka ingin senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” tegas Trump.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk menargetkan Iran. “Pada dasarnya, kami pergi ke seluruh negeri. Satu-satunya yang tersisa hanyalah air mereka, yang akan sangat merugikan bagi Iran,” kata Trump.
Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik, jembatan, dan pabrik desalinasi. “Mereka (Iran) bisa saja menanam ranjau, tetapi jika Anda punya kapal yang bernilai miliaran dolar, Anda akan lebih suka tidak terkena ranjau,” jelasnya.
Dalam wawancara, Trump menambahkan bahwa pihaknya akan menerapkan tarif 50 persen pada negara-negara yang mengirimkan senjata ke Iran. “Jika kami menangkap mereka melakukan itu, maka mereka akan dikenakan tarif 50 persen, yang jumlahnya mengejutkan,” ujarnya.
Trump juga menyebut bahwa China tetap dapat memperoleh minyak dan gas dari AS serta Venezuela meski tengah ada tekanan. “Sejauh menyangkut China, mereka bisa mengirim kapal ke Venezuela. Kami memberi tahu mereka, beli dari Venezuela,” tambahnya.
Terakhir, Trump mengakui hubungan yang baik dengan China, meski menekankan bahwa tarif 100 persen pada mobil buatan Tiongkok akan merugikan Eropa. “Mereka menghancurkan Eropa karena mengambil banyak bisnis dari Mercedes dan BMW. Kami tidak ingin mobil buatan Tiongkok masuk karena akan merusak General Motors dan Ford,” kata Trump.
