New Policy: Usai gangguan teknis, pesawat haji mendarat aman di Madinah
Usai Gangguan Teknis, Pesawat Haji Tiba Aman di Madinah
New Policy – Dari Medan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan menegaskan bahwa pesawat milik Saudi Airlines, yang sempat mengalami masalah teknis saat membawa 380 calon haji dari Jawa Timur, akhirnya tiba dengan selamat di Madinah, Arab Saudi. Menurut Kepala PPIH Medan, Zulkifli Sitorus, pesawat tersebut mendarat di Madinah pukul 04.22 Waktu Arab Saudi (WA), dan seluruh jamaah telah menempati hotel masing-masing sebelum pukul 05.35 WA.
“Alhamdulillah, pukul 04.22 Waktu Arab Saudi (WA), pesawat mendarat dengan selamat di Madinah. Pukul 05.35 WA seluruh jemaah sudah menempati hotel-hotel yang disediakan,” ujar Zulkifli Sitorus di Asrama Haji Medan, Sumatera Utara, Selasa.
Menurut penjelasan Zulkifli, pesawat yang membawa 380 calon haji dari kloter 16 Embarkasi Surabaya, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami hambatan teknis pada sistem hidrolik roda sebelum melanjutkan perjalanan. Sebelumnya, pesawat sempat melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Ahad (26/4), untuk mengisi bahan bakar. Namun, setelah selesai, terjadi gangguan pada sistem yang membuat pesawat tidak bisa terbang kembali.
“Pesawat harus menjalani perbaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci,” tambahnya.
Selama proses perbaikan yang memakan waktu sekitar 24 jam, para calon haji dievakuasi dan diinapkan di sejumlah hotel di sekitar Bandara Kualanamu. Zulkifli memastikan bahwa seluruh jamaah mendapatkan layanan yang memadai, termasuk akomodasi dan makanan yang disediakan oleh maskapai. “Seluruh jamaah dilayani dengan baik, termasuk akomodasi dan konsumsi yang disediakan oleh pihak maskapai,” kata Zulkifli.
Operasional Penerbangan Haji Berjalan Terkendali
Sebagai penjelasan tambahan, PT Angkasa Pura Aviasi, yang mengelola Bandara Kualanamu, mencatat bahwa sebanyak 274 penerbangan haji melakukan pendaratan teknis di bandara tersebut pada musim haji tahun ini. Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi, Dedy Sri Cahyono, menyatakan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 142 penerbangan Garuda Indonesia dan 132 penerbangan Saudi Airlines.
“Operasional penerbangan haji berjalan terkendali dengan dukungan kapasitas apron dan area parkir pesawat yang memadai,” ucap Dedy.
Dedy menambahkan bahwa Bandara Kualanamu berperan penting sebagai titik strategis untuk pendaratan teknis terkait pengisian bahan bakar sebelum penerbangan menuju Tanah Suci. Pendaratan ini menjadi bagian dari rencana operasional yang dirancang agar semua calon jamaah dapat terlayani secara optimal. “Bandara ini juga menjadi pusat embarkasi untuk jamaah dari Sumatera Utara pada 22 April hingga 11 Mei 2026, serta debarkasi sebelum 21 Juni 2026,” lanjut Dedy.
Pesawat haji yang mengalami gangguan teknis menjadi contoh nyata bagaimana sistem darurat diaktifkan dalam menyambut musim haji. Meski menghadapi hambatan, rencana keberangkatan tetap terjaga, dan para jamaah tidak mengalami kekacauan signifikan. Zulkifli Sitorus memastikan bahwa pengelolaan keberangkatan jamaah oleh PPIH Embarkasi Medan tetap efektif, bahkan dalam situasi krisis. “Semua kebutuhan para calon haji terpenuhi dengan baik, termasuk transportasi dan penginapan selama proses penungguan,” jelasnya.
Keberangkatan Jemaah Haji yang Terjaga
Peristiwa pendaratan teknis ini segera direspon oleh pihak terkait, dengan melakukan evakuasi jamaah yang terjebak di Bandara Kualanamu. Zulkifli menegaskan bahwa para calon haji tetap terlayani selama 24 jam, baik dalam hal penginapan maupun pemberian makanan. “Sementara menunggu perbaikan, kami memastikan kenyamanan para jamaah melalui layanan yang disediakan oleh pihak maskapai dan pihak embarkasi,” katanya.
Keberhasilan pendaratan aman di Madinah menunjukkan bahwa upaya koordinasi antara PPIH Embarkasi Medan dan maskapai penerbangan berjalan lancar. Meski ada hambatan teknis, jadwal keberangkatan jamaah tetap terjaga, dan keberangkatan ke Arab Saudi pun tidak terganggu. “Dengan adanya pendaratan teknis di Kualanamu, kami bisa memastikan keamanan dan kenyamanan para jamaah,” ujar Zulkifli.
Kapasitas Bandara sebagai Penunjang Penerbangan Haji
Bandara Kualanamu, selaku embarkasi utama bagi jamaah dari Sumatera Utara, menunjukkan kemampuan operasional yang tinggi selama musim haji. Pihak PT Angkasa Pura Aviasi mengungkapkan bahwa pendaratan teknis menjadi bagian integral dari proses pengiriman jemaah haji ke Tanah Suci, terutama untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan. Dedy Sri Cahyono menegaskan bahwa bandara tersebut menjadi titik pemberangkatan yang vital, dengan kapasitas apron dan area parkir yang mampu menampung kebutuhan penerbangan dalam skala besar.
“Operasional penerbangan haji berjalan terkendali dengan dukungan kapasitas apron dan area parkir pesawat yang memadai,” kata Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa pendaratan teknis di Bandara Kualanamu tidak hanya terjadi pada pesawat Saudi Airlines, tetapi juga dijalani oleh beberapa penerbangan lainnya. “Ini adalah bagian dari strategi pengelolaan yang dilakukan agar semua jamaah tidak mengalami hambatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekah dan Madinah,” katanya. Dengan sistem yang terorganisir, pihak embarkasi mampu mengatur alur keberangkatan dan penjemputan jamaah secara cepat dan efisien.
Sebagai bagian dari keberhasilan penerbangan haji, Bandara Kualanamu juga berperan dalam penerimaan dan penjemputan jamaah di waktu embarkasi. Pendaratan teknis pada Ahad (26/4) merupakan salah satu dari banyak peristiwa yang menunjukkan koordinasi antara maskapai, pihak embarkasi, dan pihak berwenang dalam memastikan keberangkatan berjalan lancar. “Kami sudah mempersiapkan semua fasilitas untuk menjaga keamanan para jamaah selama perjalanan, termasuk pendampingan dari petugas embarkasi,” ujar Dedy.
Proses perbaikan pesawat haji yang mengalami gangguan teknis menjadi contoh nyata bahwa respons cepat dan efektif diperlukan dalam situasi darurat. Zulkifli Sitorus menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Medan tetap siap menjalankan tugasnya, baik dalam menghadapi kendala teknis maupun mengelola keberangkatan jemaah yang jumlahnya signifikan. “Kami berharap penerbangan haji berjalan lancar dan selamat hingga tiba di Tujuan,” pungkasnya.
Dengan dukungan fasilitas bandara dan tim yang profesional, keberangkatan j
