Solution For: Pemkab Dharmasraya pastikan material konstruksi Sekolah Rakyat aman
Pemkab Dharmasraya Pastikan Material Konstruksi Sekolah Rakyat Aman
Solution For – Dharmasraya, Sumatera Barat — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, memberikan pernyataan bahwa ketersediaan bahan baku untuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya cukup memadai, sehingga bisa memenuhi kebutuhan fisik selama pengerjaan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan material yang cukup dan aman. “Pengusaha yang memiliki izin galian C di sini sudah kami jamin bisa memberikan bahan baku yang dibutuhkan,” ujarnya saat diwawancara di Pulau Punjung, Kamis.
Dukungan Terhadap Percepatan Pembangunan
Pernyataan Bupati Annisa disampaikan dalam rangka menjawab upaya pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pengerjaan Sekolah Rakyat, yang ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa tidak hanya dari sisi material, pihaknya juga memberikan bantuan dalam menyediakan tempat hunian bagi sekitar 2.000 pekerja konstruksi yang terlibat dalam proyek tersebut. “Karena jumlah tenaga kerja yang datang dalam waktu singkat cukup besar, mereka membutuhkan tenda-tenda untuk tempat tinggal. Selain Dinas Sosial, kepolisian juga meminjamkan tenda untuk memenuhi kebutuhan ini,” tambahnya.
“Masalah bahan baku kita pastikan banyak pengusaha yang memiliki izin galian C yang bisa membantu bahan baku mereka, dan itu juga sudah kita kasih kan,” kata Bupati Annisa.
Dukungan pemerintah Daerah juga terlihat dari langkah koordinasi dengan Pertamina Sumbar. Ia menyebut bahwa pasokan bahan bakar telah disiapkan secara maksimal untuk menjamin operasional alat konstruksi selama pengerjaan. “Kami tidak hanya melakukan koordinasi dengan pemkab, tetapi provinsi juga turut mendukung dalam menyiapkan material yang dibutuhkan,” jelasnya. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses fisik Sekolah Rakyat, yang menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan di daerah pedesaan.
Progres Pengerjaan dan Tinjauan Menteri
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Indonesia, Dody Hanggodo, melakukan inspeksi langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Dharmasraya, Sumatera Barat, Rabu (6/5). Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan bahwa progres proyek cukup memuaskan, dengan satgas pembangunan bekerja secara efektif dan koordinasi yang terjalin baik. “Saya melihat progresnya sudah bagus, satgas bekerja dengan kompeten, dan koordinasi antarinstansi juga berjalan lancar,” ujarnya.
“Saya melihat progresnya cukup baik, satgas bekerja dengan baik, koordinasinya bagus,” kata Menteri Dody Hanggodo.
Dody menegaskan bahwa berdasarkan data yang diperoleh per Selasa (5/5) kemarin, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya telah mencapai sekitar sembilan persen. Ini menunjukkan bahwa proyek yang dianggarkan dalam rangka meningkatkan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil berhasil berjalan sesuai rencana. “Sekolah Rakyat Tahap II menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan nasional, terutama di wilayah yang masih kurang dilayani secara maksimal,” tambahnya.
Persiapan yang Terintegrasi
Pemkab Dharmasraya menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan material dan bahan bakar, tetapi juga pada kerja sama yang solid antarinstansi. Dalam penjelasannya, Bupati Annisa menyebutkan bahwa pihaknya secara aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha lokal, untuk memastikan pasokan bahan baku tetap stabil. “Kami telah melakukan koordinasi dengan Pertamina Sumbar agar stok minyak tidak mengalami gangguan selama masa pengerjaan,” ujarnya.
“Tidak hanya kita pemkab, dari provinsi juga mendukung dalam menyiapkan bahan baku atau material yang dibutuhkan,” ujar Bupati Annisa.
Menurut Annisa, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan sumber daya lokal guna mempercepat pengerjaan. Dengan menyiapkan tempat tinggal untuk pekerja konstruksi, pemerintah Daerah berharap mampu menarik tenaga kerja dari berbagai daerah, termasuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. “Dengan mendatangkan sekitar dua ribu pekerja, proyek ini tidak hanya menjadi investasi fisik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Dharmasraya,” lanjutnya.
Kontribusi Daerah Terpencil
Dharmasraya, sebagai daerah yang tergolong terpencil, memperlihatkan komitmen kuat dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Penyediaan material dan infrastruktur pendukung menjadi salah satu langkah strategis pemerintah lokal untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu. Selain itu, keberhasilan pengerjaan juga tergantung pada kesiapan tim satgas yang ditugaskan untuk mengawal progres. “Kami bersyukur karena masyarakat dan instansi terkait berperan aktif dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.
Dalam wawancara terpisah, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap memantau setiap tahap pengerjaan Sekolah Rakyat. Ia menyampaikan bahwa ketersediaan material dan koordinasi yang baik adalah kunci utama untuk mencapai target pembangunan. “Sekolah Rakyat Tahap II tidak hanya menyelesaikan kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antarlembaga,” jelasnya.
Annisa juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam memastikan proyek berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama untuk anak-anak di daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan mengakses fasilitas pendidikan. “Kami ingin memberikan akses yang merata, sehingga setiap anak bisa menikmati pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Dengan progres yang mencapai sembilan persen, Pemkab Dharmasraya berharap kecepatan pengerja
