Topics Covered: Menko PM tekankan kolaborasi dorong pemberdayaan UMKM berbasis kawasan
Menko PM Tekankan Kolaborasi Dorong Pemberdayaan UMKM Berbasis Kawasan
Topics Covered – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa kerja sama lintas lembaga pemerintah penting untuk memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari prioritas nasional. “Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus memiliki dampak berkelanjutan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan kelompok rentan,” ujarnya saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) di M Bloc Space Jakarta, Senin.
Kemitraan Lintas Kementerian untuk Percepatan Pemberdayaan
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, serta Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Mereka membahas peran konkret masing-masing kementerian dalam mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), terutama dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Topik lain yang dipaparkan meliputi perkembangan tema sebelumnya, yaitu pengembangan ekosistem kawasan sebagai platform pemberdayaan ekonomi.
Dalam sesi diskusi, Menko PM menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyoroti bahwa transformasi kawasan menjadi pusat aktivitas ekonomi tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada sinergi antar-sektor. “Kita perlu memastikan bahwa semua program kerja memiliki efek domino yang nyata, baik dalam meningkatkan daya beli masyarakat maupun mengurangi risiko ekonomi bagi kelompok rentan,” tuturnya.
“Pemerintah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi bagian integral dari program kerja prioritas nasional. Kita ingin setiap program negara memberikan efek domino yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan,” kata Menko Muhaimin Iskandar.
Pasca-konferensi nasional yang menyasar pembangunan berbasis kawasan, para menteri sepakat bahwa keberhasilan transformasi ekonomi kawasan bisa menjadi model nasional. Salah satu contoh yang dibeberkan adalah kawasan Blok M, yang dinilai berhasil mengubah wajah ekonomi lokal melalui integrasi layanan komunitas, infrastruktur transportasi, serta ruang kreatif. “Kawasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar-sektor bisa menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif dan layak diakses oleh masyarakat menengah dan rentan,” tambahnya.
Pasar 1001 Malam sebagai Pilar Strategi
Dalam sesi penutup, ketiga menteri menyoroti inisiatif Pasar 1001 Malam sebagai strategi pemberdayaan ekonomi kreatif yang unik. Program ini dianggap sebagai pengembangan terpadu antara UMKM dan kawasan, dengan tujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi melalui model yang lebih fleksibel dan inklusif. “Dengan Pasar 1001 Malam, kita mencoba membangun hubungan antara pelaku usaha dan lingkungan sekitarnya, sehingga ada pertumbuhan ekonomi yang seimbang,” jelas Menko PM.
Kementerian UMKM dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa program ini menjadi salah satu alat utama untuk menciptakan ruang usaha yang dinamis. Maman Abdurrahman menekankan bahwa keberhasilan kawasan Blok M juga bisa dijadikan dasar untuk menyebarluaskan pengalaman serupa di daerah lain. “Kita perlu membangun keterlibatan aktif pelaku usaha, agar kebijakan tidak hanya menjadi keputusan teknis, tetapi juga refleksi kebutuhan nyata masyarakat,” katanya.
Teuku Riefky Harsya menambahkan bahwa inisiatif ekonomi kreatif berbasis kawasan bisa meningkatkan daya saing lokal. “Kawasan yang dikelola secara terpadu memberikan peluang bagi usaha kecil untuk tumbuh, karena mereka bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan sektor swasta dan lembaga-lembaga pendukung menjadi faktor kunci dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat.
Kebijakan Berbasis Bukti untuk Keberlanjutan
Menko PM menjelaskan bahwa pemilihan lokasi rapat di kawasan Blok M bukan hanya kebetulan, tetapi merupakan bagian dari pendekatan evidence-based policy. Kebijakan yang dibuat, kata dia, didasarkan pada pengamatan langsung dari kondisi lapangan. “Dengan memperhatikan kinerja kawasan yang telah ada, kita bisa merancang strategi yang lebih tepat sasaran,” terangnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan momentum baru dalam pemberdayaan ekonomi. Ia menyoroti bahwa kawasan dengan perencanaan yang baik bisa menjadi motor penggerak perekonomian, terutama di tengah tantangan global yang mengubah dinamika pasar. “UMKM dan ekonomi kreatif harus dikelola dengan cara yang lebih modern, tetapi tetap memperhatikan nilai-nilai lokal,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya ini, para menteri juga melakukan kunjungan dan dialog informal dengan para tenan di kawasan Blok M. Tujuannya adalah memperoleh masukan langsung dari pelaku usaha, agar kebijakan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga bisa menyesuaikan dengan realitas di lapangan. “Masukan dari para pelaku usaha akan menjadi dasar untuk memperbaiki mekanisme distribusi dan akses pasar,” tambah Maman Abdurrahman.
Menurut Teuku Riefky Harsya, kawasan Blok M berpotensi menjadi pusat inovasi ekonomi yang menarik. “Kita perlu memastikan bahwa semua program yang dikembangkan memiliki konsistensi dan keberlanjutan. Jika kita melihat keberhasilan Blok M, itu bisa menjadi inspirasi untuk kawasan lain,” katanya. Pihaknya juga menyebutkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif perlu didukung oleh kebijakan yang mencakup pendidikan, akses finansial, dan infrastruktur digital.
Menko PM menegaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian adalah kunci utama dalam membangun ekosistem yang mendorong kemandirian masyarakat. Ia berharap, lewat sinergi ini, kebijakan yang diambil bisa menciptakan perubahan nyata. “Kita ingin setiap kawasan tidak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk berkembang secara ekonomi dan sosial,” pungkasnya.
Dalam konteks ini, pemerintah juga berkomitmen untuk memperluas peluang ekonomi melalui inisiatif seperti penguatan keterampilan dan penyediaan sumber daya. “UMKM adalah salah satu bentuk ekonomi yang bisa menyerap tenaga kerja terbanyak, dan kita perlu memastikan mereka memiliki akses yang merata,” imbuh Menko PM. Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif juga bisa menjadi penyangga ekonomi, terutama di tengah ketidakstabilan eksternal.
Dengan pelaksanaan rapat tingkat menteri ini, pemerintah semakin memperkuat komitmen untuk membangun kebijakan yang berfokus pada keberlanjutan. Kolaborasi antar-sektor, menurutnya, bisa mempercepat penyelesaian masalah kemiskinan dan menciptakan kehidupan ekonomi yang lebih seimbang. “Kita perlu menc
