What Happened During: DPR: Berikan penyembuhan trauma bagi korban kecelakaan KA di Bekasi
DPR Dorong Pemulihan Trauma Korban Kecelakaan KA di Bekasi
What Happened During –
Dalam upaya mendukung pemulihan korban kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Netty Prasetiyani menekankan perlunya pelayanan pemulihan trauma serta bantuan psikososial yang diberikan secara cepat dan komprehensif. Kecelakaan tersebut, yang terjadi beberapa waktu lalu, telah menimbulkan dampak psikologis serius pada para korban dan keluarga mereka, sehingga perlu perhatian khusus dari pemerintah. Dalam wawancara di Jakarta, Rabu, Netty mengungkapkan bahwa pemulihan mental tidak hanya menjadi kebutuhan darurat, tetapi juga elemen kunci dalam proses pemulihan keseluruhan.
Keperluan Pelayanan Psikososial yang Terpadu
Netty Prasetiyani menyoroti bahwa trauma yang dialami korban kecelakaan KA tidak bisa diabaikan. Ia mengingatkan bahwa pemerintah wajib menjamin akses layanan psikososial yang terjangkau bagi semua pihak yang terlibat, mulai dari korban, keluarga, hingga saksi mata. “Pemulihan mental adalah bagian integral dari pemulihan korban secara keseluruhan, dan harus menjadi prioritas,” tegas Netty dalam pernyataannya.
“Pelayanan pemulihan trauma serta bantuan psikososial perlu segera disediakan. Proses pemulihan mental menjadi bagian integral dari upaya memulihkan korban secara menyeluruh,” kata Netty dalam pernyataan yang dikutip dari Jakarta, Rabu.
Kecelakaan di Bekasi Timur, yang menewaskan sejumlah korban dan melukai ratusan orang, menunjukkan betapa pentingnya respons cepat dari institusi negara. Netty menyatakan bahwa jaminan kesehatan mental yang terstruktur dapat mencegah efek jangka panjang seperti kecemasan, depresi, atau gangguan stres pascatrauma. “Trauma tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mengganggu kestabilan keluarga dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Upaya Memenuhi Hak Korban dengan Efektif
Di samping permintaan terkait layanan psikososial, Netty juga menekankan perlunya pengaturan hak korban serta keluarga korban secara transparan dan berkelanjutan. “Hak-hak yang telah dirampas, baik secara fisik maupun emosional, harus diperbaiki dengan segera dan tanpa hambatan,” jelas anggota DPR tersebut.
Kebutuhan ini mencakup penjaminan akses ke layanan medis, perlindungan hukum, dan bantuan ekonomi untuk mengatasi beban finansial akibat kecelakaan. Netty meminta pemerintah untuk memastikan setiap korban mendapatkan perlakuan adil, termasuk pemenuhan hak mereka dalam memperoleh kompensasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menurut Netty, kehadiran pemerintah dalam situasi bencana seperti ini adalah wajib. “Negara tidak hanya bertugas menangani permasalahan material, tetapi juga harus memberikan dukungan psikologis untuk mempercepat pemulihan korban,” katanya. Dalam konteks ini, jaminan sosial menjadi elemen penting yang tidak boleh terlewatkan.
Peran DPR dalam Memastikan Keadilan
Netty Prasetiyani menjelaskan bahwa DPR memiliki peran aktif dalam memantau tindak lanjut kecelakaan tersebut. Sebagai wakil rakyat, ia berharap pihak berwenang dapat menyusun rencana kerja yang jelas, termasuk koordinasi dengan organisasi kesehatan mental dan lembaga pemerintah terkait. “Kita perlu menjadikan kecelakaan ini sebagai momentum untuk memperkuat sistem pemulihan trauma nasional,” tegasnya.
Menurut Netty, kecelakaan di Bekasi Timur bukanlah kejadian isolasi, tetapi bisa menjadi contoh untuk perbaikan kebijakan di masa depan. Ia mengusulkan bahwa pemerintah harus memperluas program layanan psikososial kepada masyarakat yang lebih luas, terutama di daerah-daerah rawan bencana. “Jika tidak segera diatasi, trauma akan terus menggerogoti kualitas hidup korban dan keluarga mereka,” imbuhnya.
Dalam konteks pemulihan, Netty juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat. Ia berharap masyarakat sekitar stasiun bisa menjadi mitra dalam memberikan dukungan moral dan praktis bagi korban. “Kita perlu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih toleran terhadap trauma,” jelas anggota DPR tersebut.
Kesehatan Mental sebagai Bagian dari Peradaban
Kecelakaan KA di Bekasi Timur menjadi sorotan karena dampak trauma yang dialami oleh korban. Netty Prasetiyani menegaskan bahwa pemulihan mental adalah bagian dari peradaban yang modern dan berkelanjutan. “Kita tidak boleh hanya memperhatikan kerugian material, tetapi juga menghargai nilai-nilai kejiwaan yang terkena dampak,” katanya.
Menurut Netty, kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental. “Banyak orang tidak menyadari bahwa trauma bisa berdampak jangka panjang, bahkan hingga mengganggu kemampuan korban untuk bekerja atau beraktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Dalam rangka mendukung pemulihan trauma, Netty meminta pemerintah untuk memperkenalkan kebijakan yang lebih inklusif. “Sistem pemulihan trauma harus terintegrasi dengan layanan sosial dan kesehatan secara menyeluruh,” tegasnya. Hal ini akan memastikan bahwa setiap korban menerima perlindungan yang layak, baik secara fisik maupun mental
