New Policy: DKI diminta perkuat investasi antisipasi dampak gejolak global
DKI Diminta Perkuat Investasi untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
New Policy – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menyoroti pentingnya pengembangan kebijakan investasi yang strategis untuk menjaga keseimbangan perekonomian kota terhadap tekanan dari ketidakstabilan global. Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, menekankan bahwa pemerintah daerah perlu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga kewirausahaan seperti Kadin bisa menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang menguntungkan sektor bisnis.
Penguatan Stabilitas Ekonomi
Dalam rangka memastikan perekonomian tetap sehat, Pemprov DKI Jakarta diingatkan untuk fokus pada upaya stabilisasi harga pokok kebutuhan pokok. Hal ini dianggap penting guna mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Diana Dewi menyoroti bahwa kebijakan ekonomi yang konsisten bisa mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, yang mungkin terjadi akibat tekanan global. “Dengan memperkuat pasokan pangan, kita bisa mengantisipasi krisis yang mungkin menghantam sektor industri dan usaha,” ujarnya.
“Pemerintah bisa melibatkan Kadin DKI Jakarta sebagai mitra utama dalam merancang kebijakan ekonomi yang pro-bisnis,” kata Diana Dewi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Kadin DKI Jakarta juga mengusulkan kolaborasi strategis untuk mendorong dekarbonisasi di daerah. Fokus pada penggunaan kendaraan listrik dan pengembangan infrastruktur hijau dianggap sebagai langkah mendesak menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kritis. Selain itu, lembaga ini mendorong peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi, terutama dalam menyediakan solusi yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Kemitraan dalam Stabilitas Ekonomi
Beberapa langkah konkrit yang direkomendasikan Kadin DKI Jakarta termasuk peningkatan kemitraan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. “Pemprov DKI harus memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha dan lembaga kebijakan untuk mengontrol inflasi secara efektif,” jelas Diana Dewi. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan pada program makan bergizi gratis (MBG) sebagai upaya pengamanan pangan dalam menghadapi ketidakpastian global.
“Tak kalah penting adalah pengamanan pangan dengan mengembangkan inisiatif dan teknologi untuk memastikan kualitas pasokan pangan,” tambah Diana Dewi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menarik investor. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyederhanaan proses perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP). Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan usaha baru dan memperkuat stabilitas iklim usaha di kota metropolitan. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif fiskal sebagai stimulus untuk meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai pusat investasi.
Baru-baru ini, Pemprov DKI Jakarta berupaya menumbuhkan kerja sama dalam sektor infrastruktur hijau dan lingkungan. Delegasi dari All-China Environment Federation (ACEF) menjadi mitra strategis dalam mencari solusi pembangunan berkelanjutan. Diana Dewi mengatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan kota di tengah tantangan global.
Kebijakan ekonomi yang diusung Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada stabilitas harga, tetapi juga pada inovasi teknologi untuk mendukung pertumbuhan. “Pemprov DKI harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya menguntungkan sektor besar, tetapi juga bisa memberi dampak positif pada usaha kecil dan menengah,” tegas Diana Dewi. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang seimbang membutuhkan sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat.
Kontribusi Tiongkok dalam Investasi Asing
Menurut data terkini, kontribusi Tiongkok terhadap investasi asing di Indonesia mencapai 7,5 miliar dolar AS pada 2025 secara nasional, dengan 483 juta dolar AS di DKI Jakarta. Meski angka ini menunjukkan potensi signifikan, Pemprov DKI menilai masih ada ruang untuk meningkatkan daya tarik Jakarta bagi investor asing. Diana Dewi menyatakan bahwa sektor lingkungan, infrastruktur, dan pengembangan kota hijau menjadi fokus utama untuk meningkatkan jumlah investasi dari Tiongkok.
Dalam menyongsong perubahan iklim dan isu lingkungan, Pemprov DKI Jakarta juga berencana mengintegrasikan inisiatif yang lebih komprehensif. Diana Dewi mengatakan bahwa kebijakan keberlanjutan lingkungan harus menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kota. “Investasi dalam bidang hijau bukan hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.
Kebutuhan untuk memperkuat investasi di DKI Jakarta semakin mendesak mengingat tekanan ekonomi global yang terus meningkat. Diana Dewi menekankan bahwa peran Pemprov dalam menciptakan iklim investasi yang stabil akan menentukan daya tahan perekonomian kota. “Kita harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pengurangan risiko ekonomi,” pungkasnya.
Dengan perspektif jangka panjang, Diana Dewi mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi dalam menarik investasi, termasuk memanfaatkan potensi sumber daya alam dan teknologi. “Investasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan Jakarta tetap menjadi kota yang dinamis dan kompetitif di tingkat regional maupun global,” katanya.
