Nasional

Key Discussion: BEM Trisakti Janji Demo Lagi Jika Keadaan Tak Membaik

BEM Trisakti Tetap Pemantau Evolusi Situasi Hingga Satu Hingga Dua Minggu Ke Depan Key Discussion - Pemimpin Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo

Desk Nasional
Published Juni 21, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

BEM Trisakti Tetap Pemantau Evolusi Situasi Hingga Satu Hingga Dua Minggu Ke Depan

Key Discussion – Pemimpin Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, menyatakan bahwa mahasiswa tidak memberikan batas waktu kepada DPR dan pemerintah untuk memenuhi sejumlah tuntutan. Ia menegaskan bahwa BEM Trisakti akan terus mengamati kondisi selama satu hingga dua minggu ke depan. Menurut Dhenni, jika dalam periode tersebut tidak terjadi perbaikan atau bahkan memburuk, aksi protes bisa kembali digelar.

“Namun bila dalam seminggu sampai dua minggu ini tidak ada perubahan atau malah lebih parah, pasti rakyat berteriak dengan sendirinya,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, sejumlah elemen mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Aksi ini menyoroti beberapa isu utama, termasuk pemulihan ekonomi nasional, pemberantasan korupsi, dan pemulihan supremasi sipil. Dalam aksi tersebut, mahasiswa BEM Trisakti menuntut tiga hal utama: peningkatan kinerja ekonomi, pemberantasan inkonpetensi di lingkaran pemerintahan, serta keadilan dalam pemerintahan sipil.

BEM Trisakti menekankan bahwa tuntutan mereka terkait dengan suplemen kebijakan militer di Papua, yang disampaikan melalui film dokumenter “Pesta Babi”, masih belum mendapat respons. “Belum ada jawaban,” tutur Dhenni tentang isu tersebut.

Pertemuan DPR dengan Perwakilan Mahasiswa: Janji dan Tantangan

Setelah aksi demonstrasi, para pimpinan DPR menerima perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi, seperti HMI MPO, BEM Trisakti, BEM Esa Unggul, dan BEM Universitas Mercu Buana. Pertemuan ini berlangsung di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, DPR memberikan janji untuk membantu memenuhi beberapa tuntutan mahasiswa. Salah satu yang disebutkan adalah penyelesaian kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, tidak semua isu mendapat penanganan yang memuaskan. Contohnya, tuntutan tentang militerisme di Papua tetap menjadi sorotan.

“Dalam sisa waktu itu, ada penghematan tata kelola sekitar Rp 70 triliun dari hasil penyisiran program MBG yang tidak efisien,” kata Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR, di Gedung DPR, Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Saan, BGN saat ini sedang melakukan penghematan anggaran MBG. Ini dilakukan setelah komunikasi antara Wakil Ketua DPR Dasco Ahmad dengan Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang. Dasco berupaya menyampaikan aspirasi mahasiswa terkait penghentian sementara program makan bergizi gratis (MBG). Hasilnya, terdapat potensi penghematan sekitar Rp 70 triliun.

Saan juga menyebutkan bahwa Dasco berkomunikasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa menemukan adanya kenaikan harga BBM seperti Pertamax dan kelangkaan BBM subsidi. Dasco menyampaikan hasil komunikasi ini langsung kepada para peserta aksi.

Janji Menteri ESDM: Subsidi BBM dan Penyelesaian Kelangkaan

Bahlil Lahadalia menjanjikan upaya untuk memenuhi kebutuhan subsidi BBM dan mengatasi kelangkaan dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa program ini akan diperbaiki untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Menurut Saan, DPR juga berkomunikasi dengan kepolisian mengenai masalah hukum terhadap 15 mahasiswa Trisakti yang ditetapkan sebagai tersangka. Aksi ini terkait kericuhan yang terjadi pada 21 Mei 2025, saat mahasiswa memperingati 27 tahun Tragedi Reformasi di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta. Saan menyatakan bahwa dua mahasiswa Mercu Buana yang ditahan saat akan berangkat ke DPR telah dikoordinasikan.

Pengelolaan Anggaran MBG: Tantangan dalam Realisasi Tuntutan

Saan Mustopa menjelaskan bahwa penghematan anggaran MBG telah dilakukan sebagai langkah untuk menyeimbangkan kebutuhan subsidi. “BGN saat ini sedang melakukan penyisiran program MBG untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran,” tutur Saan.

Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menambahkan bahwa interaksi dengan Nanik Sudaryati Deyang menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan isu ini. Meski demikian, tuntutan mahasiswa terkait supremasi sipil tetap menjadi fokus utama. Saan mengatakan bahwa DPR berupaya menjawab seluruh tuntutan, tetapi ada beberapa aspek yang masih perlu dievaluasi.

Persiapan untuk Aksi Berikutnya: Konsistensi dan Penyesuaian

BEM Trisakti tetap optimis dengan langkah yang diambil oleh DPR, namun mereka tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan aksi kembali jika keadaan belum membaik. “Iya (demontrasi),” ujar Dhenni tentang rencana aksi di masa depan.

Persiapan aksi berikutnya diharapkan bisa mencerminkan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Dhenni menekankan bahwa mahasiswa tetap akan memperjuangkan tuntutan mereka, baik melalui dialog maupun aksi langsung. “Kita masih butuh waktu untuk melihat respons dari pihak yang berwenang,” katanya.

Sebagai penutup, Saan Mustopa menyatakan bahwa upaya koordinasi antara DPR dan pihak terkait akan terus dilakukan. Ia berharap bahwa keputusan yang diambil bisa memberikan kejelasan bagi masyarakat. “Selesai ini mudah lepas,” tambahnya.

Dengan demikian, BEM Trisakti berharap dialog dapat berjalan efektif, tetapi siap melakukan tindakan lebih lanjut jika kondisi tidak membaik. Persoalan militerisme di Papua, efisiensi MBG, dan keadilan dalam proses hukum menjadi tiga isu utama yang akan terus diperjuangkan. Mahasiswa menilai bahwa respons dari pemerintah masih perlu dipercepat untuk memastikan keberhasilan aksi mereka.

Penyesuaian Tafsir: Konsensus dan Perbedaan Pandangan

Pilihan Editor: Saat Polisi dan BEM UI Berbeda Tafsir Soal Izin Aksi. Dalam beberapa kasus, terdapat perbedaan pendapat antara BEM Trisakti dan pihak kepolisian terkait interpretasi izin aksi yang diberikan. Sementara BEM menganggap izin tersebut cukup untuk menggelar aksi, pihak kepolisian menilai perlu penyesuaian lebih lanjut untuk menghindari ketegangan.

Hal ini menunjukkan bahwa meski ada komitmen untuk menyelesaikan isu, tetap ada ruang untuk diskusi dan penyesuaian. Konsensus antara mahasiswa dan pihak pemerintah tetap menjadi tujuan utama, tetapi keberhasilan mencapainya bergantung pada respons yang cepat dan transparan. BEM Trisakti mengharapkan bahwa setiap tuntutan akan dijawab dengan baik, baik melalui kebijakan maupun dialog langsung.

Dengan situasi yang terus berubah, BEM Trisakti berharap bisa menjaga konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat. Mereka tidak ingin aksi mereka dianggap sebagai anarkis, tetapi sebagai bentuk kebutuhan untuk menyampaikan keadilan. “Jika keadaan tidak membaik, kita harus bersiap untuk aksi kembali,” tegas Dhenni.

Leave a Comment