Wali Kota Malang Targetkan Perbaikan Jalan Pasar Gadang Rampung November 2026
Latest Program – Proyek revitalisasi Jalan Gadang-Bumiayu telah dimulai sejak 15 Juni 2026, dengan upaya yang diawali melalui doa dan syukuran di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG). Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang memberikan penjelasan terkait tujuan dan tahapan pengerjaan. Menurutnya, proyek ini bertujuan memperbaiki akses lalu lintas antara Simpang Empat Gadang dan Bumiayu, serta sebagai bagian dari upaya menyelaraskan tata ruang pasar tersebut.
Target Penyelesaian dalam 150 Hari
Dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) proyek telah resmi ditandatangani, dengan kontrak menyebutkan durasi pengerjaan sekitar 172 hari. Namun, Pemkot Malang meminta kontraktor menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 150 hari untuk memberi ruang evaluasi. “Kami minta agar proyek selesai dalam 150 hari, sehingga ada waktu untuk memperbaiki bagian-bagian yang kurang maksimal,” terang Wahyu.
Tahapan Konstruksi dan Dampak pada Pengguna Jalan
Proses pengerjaan dimulai dengan peningkatan sistem saluran drainase. Selama konstruksi, jalan akan dibangun dengan lebar dan kedalaman masing-masing satu meter. Setelah drainase selesai, tahap selanjutnya adalah pengaspalan. Wahyu mengungkapkan, warga pengguna jalan akan mengalami gangguan karena sistem buka-tutup diterapkan hingga pekerjaan selesai. “Jalan tetap bisa digunakan, tetapi tidak semulus biasanya,” katanya.
Untuk meminimalkan dampak gangguan, Dinas Perhubungan diminta mengatur rekayasa lalu lintas. Wahyu meminta kerja sama masyarakat dalam mengakui keharusan adanya perubahan sementara. “Kami harap masyarakat bisa memahami bahwa proyek ini penting untuk kenyamanan jangka panjang,” ujarnya.
Penataan Kawasan Pasar Induk Gadang
Dalam proyek ini, selain memperbaiki infrastruktur jalan, juga terdapat penataan kawasan sekitar pasar. Pemkot Malang berencana membangun median di tengah jalan yang dilengkapi taman serta tanaman penghijauan. “Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan sejuk,” jelas Wahyu. Median ini diharapkan mengurangi kepadatan kendaraan dan menciptakan area hijau yang menyenangkan bagi pengunjung.
Selain itu, pasar akan dilengkapi pagar BRC (British Reinforced Concrete) dengan pondasi precast. Langkah ini bertujuan mengatasi masalah penjualan langsung dari kendaraan di tepi jalan, yang sering menjadi penyebab kemacetan. “Masyarakat harus parkir dan masuk ke dalam pasar untuk bertransaksi,” tegas Wahyu. Dengan demikian, aktivitas perdagangan diharapkan lebih teratur dan aman.
Relokasi Pedagang Sebelum Proyek Selesai
Wahyu menyebutkan, relokasi pedagang menjadi bagian penting dari penataan pasar. Selama pengerjaan, sebagian pedagang masih menunggu penyelesaian area di sisi selatan pasar. Untuk memastikan semua pedagang pindah, ia meminta Kadiskopindag (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan) menetapkan 20 Juni 2026 sebagai batas akhir. “Semua pedagang akan direlokasi agar penataan kawasan bisa berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Harapan untuk Akses yang Lebih Lancar
Wahyu optimis proyek ini akan rampung sesuai jadwal, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. “Dengan selesai akhir November 2026, akses jalan akan lebih nyaman, dan pasar akan terlihat lebih tertata,” harapnya. Ia menekankan bahwa proyek ini bukan hanya meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga mendukung kegiatan ekonomi lokal.
Sebagai tambahan, peningkatan juga mencakup jalan-jalan penghubung atau sirip, serta pengaspalan pada jembatan dan ruas jalan dari Simpang Empat Gadang hingga Simpang Bumiayu. Wahyu menyebutkan, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat koneksi antar wilayah dan memastikan akses yang lebih baik. “Proyek ini mencakup perbaikan infrastruktur utama serta detail yang tidak terlihat, tapi sangat penting,” tuturnya.
Komitmen Terhadap Kualitas dan Kepatuhan
Wahyu memastikan bahwa seluruh tahapan pengerjaan dilakukan sesuai standar. “Kami menegaskan bahwa kontraktor harus memenuhi kontrak dengan baik,” katanya. Selain itu, pihaknya berharap para pedagang memahami bahwa relokasi wajib untuk menciptakan kawasan pasar yang lebih efisien. “Ini adalah kesempatan untuk membangun pasar yang lebih modern dan layak,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Wahyu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat agar proyek ini berjalan lancar,” ujarnya. Ia yakin, setelah penyelesaian, akses lalu lintas akan lebih cepat dan kondisi pasar lebih nyaman. “Semoga akhir November nanti, Kota Malang memiliki jalan yang lebih baik dan kawasan pasar yang lebih rapi,” pungkasnya.
Proyek ini tidak hanya berdampak pada transportasi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan bagi warga sekitar. Dengan adanya median dan saluran drainase, lingkungan sekitar diperkirakan akan lebih sehat dan menarik. Wahyu juga menyebutkan, perbaikan jalan akan meningkatkan daya tarik pasar sebagai pusat ekonomi. “Kami berharap ini bisa menjadi contoh penataan kawasan yang baik di Kota Malang,” tuturnya.
Kepuasan masyarakat menjadi prioritas utama. Wahyu berharap, perbaikan jalan dan penataan kawasan akan mengurangi keluhan seputar kemacetan dan penggunaan jalan yang tidak tepat. “Selama proses konstruksi, kami berusaha meminimalkan gangguan, tetapi masyarakat harus bersabar,” katanya. Ia yakin, usai proyek selesai, kota akan mengalami perubahan positif yang bisa dirasakan oleh semua kalangan.
Dalam rang
