Calon Manajer Koperasi Merah Putih Wajib Ikuti Pelatihan Militer
Main Agenda – Dalam rangka mempersiapkan manajer baru Koperasi Desa Merah Putih tahun 2026, panitia seleksi nasional pengadaan sumber daya manusia (PSN-SDM) telah mengumumkan bahwa semua calon yang lolos seleksi harus mengikuti program pelatihan kemiliteran dasar bagi komponen cadangan. Kegiatan ini akan diadakan pada Ahad, 14 Juni 2026, sebagai bagian dari proses pendidikan yang diharapkan dapat mencetak tenaga manajerial yang berkualitas serta memiliki semangat nasionalisme.
Seorang perwakilan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa ia akan mengkoordinasikan persiapan pelatihan tersebut dengan Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemenhan pada hari Senin, 15 Juni 2026. “Besok saya tanyakan ke Bacadnas,” ujarnya saat dihubungi pada hari Minggu, 14 Juni 2026. Menurut Rico, pelatihan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kesiapan calon manajer dalam mendukung pembangunan nasional melalui penguasaan keterampilan kemiliteran.
“Dengan dukungan 67 satuan pendidikan yang tersebar dari Aceh hingga Papua,” tulis siaran pers Kemenhan. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat persiapan pengumuman kelulusan seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026. Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, juga menekankan bahwa Kemhan siap menyelenggarakan pelatihan kemiliteran dasar dan pelatihan manajerial serta kompetensi bidang bagi peserta yang dinyatakan lulus.
Menurut informasi yang diterbitkan melalui situs PSN-SDM, calon manajer yang diterima harus menandatangani surat pernyataan yang mencakup 13 poin. Salah satu poin utama adalah komitmen untuk mengikuti pelatihan kemiliteran dasar bagi komponen cadangan serta pelatihan manajerial dan bidang kompetensi. Selain itu, peserta diminta untuk hadir di satuan pendidikan (Satdik) masing-masing pada 14 Juni 2026 untuk melakukan registrasi dan persiapan pelaksanaan pelatihan.
Calon manajer yang gagal melakukan registrasi sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan akan dianggap mengundurkan diri atau tidak bisa mengikuti pelatihan. Penempatan lokasi pelatihan telah ditetapkan oleh panitia seleksi nasional berdasarkan pertimbangan kapasitas dan kebutuhan penyelenggaraan program. Perubahan lokasi tidak diperbolehkan tanpa persetujuan resmi dari panitia.
Pelatihan kemiliteran dasar ini dirancang untuk membekali calon manajer dengan wawasan tentang tata cara pengelolaan kegiatan organisasi, keterampilan dasar pertahanan, serta sikap disiplin dan tanggung jawab. Sementara itu, pelatihan manajerial dan bidang kompetensi bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan serta keahlian spesifik sesuai peran mereka dalam koperasi desa. Kedua jenis pelatihan ini dilaksanakan secara berurutan, dan peserta diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian hingga selesai.
Program ini menggabungkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, dengan mengintegrasikan aspek kemiliteran ke dalam pelatihan SDM. Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki peran strategis dalam membangun kekuatan ekonomi lokal, sehingga kebutuhan akan pengelolaan yang tangguh dan berorientasi nasional menjadi sangat penting. Rico Ricardo menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya menghadirkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan semangat patriotisme di kalangan manajer koperasi.
Dalam konteks ini, pelatihan militer juga diharapkan dapat memperkuat kompetensi calon manajer dalam menghadapi tantangan lingkungan kerja yang dinamis. Donny Ermawan menegaskan bahwa partisipasi dalam pelatihan tersebut adalah syarat mutlak untuk menjadi manajer Koperasi Desa Merah Putih. “Pendidikan ini penting untuk menghasilkan SDM yang siap mendukung visi pembangunan nasional,” ujarnya.
Kemhan memastikan bahwa pelatihan akan berlangsung secara terstruktur dan berkelanjutan, dengan pengawasan ketat dari Bacadnas. Peserta diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama proses pelatihan, terutama mengingat situasi kesehatan saat ini. Selain itu, calon manajer juga akan diberikan materi tentang tata cara pengelolaan keuangan koperasi, manajemen risiko, dan penguatan kemampuan komunikasi dengan pemangku kepentingan.
Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di sektor koperasi. Kementerian Pertahanan menganggap bahwa penguasaan kemiliteran tidak hanya memperkuat rasa nasionalisme, tetapi juga memberikan manfaat praktis dalam mengelola organisasi secara efektif. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon manajer dalam menghadapi kondisi darurat atau situasi kritis yang mungkin terjadi dalam operasional koperasi.
Dalam situs PSN-SDM, disebutkan bahwa proses seleksi SDM Koperasi Desa Merah Putih mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, dan komitmen terhadap program pelatihan kemiliteran. Calon yang lolos akan diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri secara komprehensif, baik secara teknis maupun moral. Pihak panitia juga menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari visi pembangunan koperasi yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Beda Komponen Cadangan ASN dan Warga Sipil. Apa Saja?
Terlepas dari persyaratan umum yang berlaku untuk semua calon, terdapat perbedaan dalam cara pelatihan kemiliteran diterapkan kepada anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga sipil. Komponen cadangan ASN biasanya mengikuti pelatihan yang lebih terpadu dengan sistem pemerintahan, sementara warga sipil memiliki jalur pelatihan yang lebih fokus pada penerapan di lingkungan desa. Perbedaan ini mencerminkan kebutuhan yang berbeda antara dua kelompok, tetapi keduanya tetap mengikuti standar yang sama dalam menguasai konsep pertahanan dan keorganisasian.
Rico Ricardo menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak mengurangi kualitas pelatihan, tetapi justru memberikan penyesuaian agar sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing kelompok. Ia menyatakan bahwa program pelatihan kemiliteran untuk warga sipil dirancang agar mereka dapat memperkuat rasa kebangsaan dan kemampuan manajerial dalam konteks pelayanan publik. Dengan demikian, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi contoh nyata dalam pengembangan SDM yang berwawasan nasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara berkala dan bersifat wajib. “Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun SDM yang mampu berkontribusi pada pertahanan dan pembangunan bersama,” katanya. Sementara
