Nasional

Special Plan: Rektor UI Tak Pernah Menugaskan Daffa Ulhaq Ikut Kunker Gibran

Unsoed: Sekretariat Wapres Minta Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Special Plan - Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas termasuk Universitas Indonesia (UI)

Desk Nasional
Published Juni 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Unsoed: Sekretariat Wapres Minta Mahasiswa Ikut Kunker Gibran

Special Plan – Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas termasuk Universitas Indonesia (UI) turut serta dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke berbagai daerah pada 18-21 Juni 2026. Namun, Rektor UI Heri Hermansyah membantah bahwa kampus pernah menugaskan Daffa Ulhaq, mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), untuk mengikuti agenda tersebut. Pernyataan ini muncul setelah adanya laporan tentang keikutsertaan Daffa dalam lawatan Gibran ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua.

Pernyataan Rektor UI Mengenai Tidak Ada Penugasan Resmi

Heri Hermansyah menegaskan bahwa UI tidak pernah menunjuk, mendelegasikan, atau memberikan tugas resmi kepada Daffa Ulhaq untuk turut serta dalam kunjungan kerja Wapres. “Berdasarkan pemeriksaan internal, kami tidak menemukan catatan bahwa UI menerima surat permohonan atau pemberitahuan resmi dari Sekretariat Wapres,” jelasnya saat dihubungi pada Jumat, 19 Juni 2026.

Mengenai mekanisme undangan kepada mahasiswa, Heri menyatakan bahwa hal tersebut berada di luar lingkup administrasi UI. “Dengan demikian, lebih tepat untuk mengonfirmasi langsung ke Sekretariat Wapres,” tambahnya. Ia menekankan bahwa UI menghormati kebebasan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar lingkungan kampus, terutama dalam kapasitas pribadi. Namun, kampus juga menginginkan adanya koordinasi dengan fakultas atau program studi agar bisa memberikan pendampingan yang optimal.

Kunjungan Kerja Gibran dan Partisipasi Mahasiswa

Pada 18-21 Juni 2026, Gibran membawa lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam rangkaian kunjungan kerja ke beberapa daerah. Partisipasi mahasiswa ini terjadi di tengah meningkatnya keberatan dari kalangan akademisi terhadap sejumlah program pemerintah, seperti program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Keterlibatan mereka, kata Gibran, bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program-program tersebut di lapangan.

Daffa Ulhaq dari UI bukan satu-satunya mahasiswa yang tergabung dalam trip ini. Dalam rombongan juga terdapat Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia, serta satu mahasiswa lainnya dari perguruan tinggi yang berbeda. Gibran mengatakan bahwa adanya mahasiswa dalam kunjungan kerja merupakan tindak lanjut dari aspirasi mereka terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa yang sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis pada Kamis, 18 Juni 2026.

Gibran menekankan bahwa kehadiran mahasiswa dalam pemantauan program dapat memastikan pelaksanaannya transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ia berharap partisipasi ini mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam menjaga kualitas kebijakan yang dijalankan. “Mahasiswa memiliki peran penting dalam memastikan program tersebut sesuai harapan masyarakat,” tambahnya.

Contextualisasi Aktivitas Mahasiswa dan Respons UI

Kunjungan Gibran ke beberapa daerah tidak hanya menjadi sarana evaluasi program, tetapi juga menjadi ajang dialog dengan warga lokal dan mahasiswa. Selama kunjungan tersebut, mahasiswa dianggap sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk melibatkan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan. Namun, Rektor UI memberikan penjelasan bahwa keterlibatan Daffa Ulhaq dalam acara ini tidak melalui proses formal kampus.

Heri Hermansyah menambahkan bahwa UI terus mendorong mahasiswa untuk tetap menjaga koordinasi dengan fakultas mereka, terutama jika keikutsertaan dalam kegiatan eksternal terkait program pemerintah. “Dengan adanya koordinasi ini, kita bisa memastikan bahwa mahasiswa berpartisipasi secara tepat dan mendukung tujuan nasional,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa UI bersedia mendukung mahasiswa yang ingin berpartisipasi, selama kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan kurikulum atau tugas akademik.

Implementasi Program dan Harapan Kolaborasi

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gibran menekankan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi sarana untuk memperoleh masukan langsung mengenai efektivitas program makan bergizi gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Kedua program ini sempat menuai kritik dari sejumlah kelompok mahasiswa yang menilai pelaksanaannya belum optimal. “Dengan melibatkan mereka, kita bisa lebih memahami kebutuhan di lapangan dan menyesuaikan kebijakan,” kata Gibran.

Heri Hermansyah menyoroti bahwa UI tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga menghargai partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial dan politik. “Aspirasi mereka sebagai warga negara harus didukung, tetapi juga dijaga agar tidak mengganggu fokus pembelajaran,” ujarnya. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan kampus yang mendorong mahasiswa untuk berkontribusi di luar kelas, selama masih dalam batas wajar.

Sementara itu, Gibran menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam kunjungan kerja ini tidak terlepas dari semangat transparansi dan partisipasi aktif. “Mahasiswa bisa menjadi pilar untuk mengawal program pemerintah secara bersama-sama,” tambahnya. Ia berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan perbaikan yang lebih baik di tingkat daerah.

Reaksi Terhadap Keterlibatan Mahasiswa

Keikutsertaan Daffa Ulhaq dalam kunjungan Gibran menjadi sorotan publik, terutama karena terkait dengan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Heri Hermansyah menegaskan bahwa UI tetap berada di belakang mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan eksternal, selama ada kesepakatan dengan fakultas. “Kampus memberikan kebebasan, tapi juga tetap memantau agar tidak ada yang tidak sesuai,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Heri juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara pihak kampus dan mahasiswa. “Mahasiswa harus mengetahui mekanisme keikutsertaan mereka dalam kegiatan resmi, agar tidak terkesan tidak ada persetujuan dari pihak UI,” imbuhnya. Meski demikian, Heri tetap mengapresiasi kehadiran Daffa dan rekan-rekan mahasiswa lainnya dalam kunjungan tersebut.

Kehadiran mahasiswa dalam kunjungan kerja Wapres Gibran tidak hanya memperkaya pemandangan di lapangan, tetapi juga memberikan peluang untuk menggali masukan dari berbagai lapisan masyarakat. Meski Rektor UI membantah adanya penugasan resmi, keikutsertaan mereka tetap dianggap sebagai bentuk partisipasi yang berarti. “Semangat ini justru memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan kebijakan pemerintah,” pungkas Heri.

Leave a Comment