Nasional

Special Plan: Sufmi Dasco Apresiasi Langkah Bank Indonesia Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Sufmi Dasco Mengapresiasi Kerja Sama Bank Indonesia dengan Tiongkok untuk Memperkuat Rupiah Special Plan - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan

Desk Nasional
Published Juni 15, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sufmi Dasco Mengapresiasi Kerja Sama Bank Indonesia dengan Tiongkok untuk Memperkuat Rupiah

Special Plan – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan pujian terhadap langkah strategis Bank Indonesia (BI) yang bekerja sama dengan Tiongkok dalam upaya meningkatkan daya tukar rupiah. Menurut Dasco, kebijakan ini merupakan langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Ia menilai, kerja sama keuangan antara BI dan otoritas moneter Tiongkok memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.

Kemitraan Ekonomi dengan PBOC dan HKMA

Penghargaan Dasco disampaikan setelah penandatanganan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur People’s Bank of China (PBOC) Pan Gongsheng di Shanghai, Tiongkok, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Kesepakatan ini, lanjut Dasco, menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong penggunaan mata uang lokal, yaitu rupiah dan renminbi, sebagai alat transaksi perdagangan antarnegara. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini memberikan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, Tiongkok Daratan, serta Hong Kong untuk mengurangi risiko volatilitas mata uang asing.

Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, Tiongkok Daratan, dan Hong Kong bisa dilakukan dengan menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat,” ujar Dasco dalam pernyataan resmi di Jakarta, Ahad, 14 Juni 2026.

Di samping BCSA, BI juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PBOC dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) mengenai Local Currency Transaction (LCT), yang kini diperluas hingga mencakup wilayah Hong Kong. Penandatanganan MoU tersebut melibatkan Chief Executive HKMA, Eddie Yue, yang turut berpartisipasi dalam menguatkan kerangka kerja sama antar negara. Dasco menilai, peningkatan kerja sama ini menjadi basis penting dalam memperkuat penggunaan mata uang lokal, sambil meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.

QRIS Lintas Batas sebagai Inovasi Pembayaran

Selain kesepakatan BCSA dan MoU, Bank Indonesia juga mengimplementasikan QRIS lintas batas antara Indonesia dan Tiongkok. Sistem ini memudahkan transaksi pembayaran antara pelaku usaha serta masyarakat kedua negara, tanpa harus bergantung pada instrumen pembayaran internasional. Dasco menyatakan bahwa QRIS lintas batas ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rupiah, sambil meningkatkan aksesibilitas transaksi ekspor-impor.

Dalam MoU itu juga disepakati QRIS lintas negara antara Indonesia dan Tiongkok. Sehingga transaksi antara pengusaha Cina dan Indonesia bisa menggunakan QRIS antarnegara,” kata Dasco.

Dasco menjelaskan bahwa sistem QRIS lintas batas telah melibatkan 191 penyedia layanan di Tiongkok dan 24 penyedia layanan di Indonesia, yang terhubung dalam satu ekosistem pembayaran digital. Kehadiran sistem ini diharapkan mempercepat pertukaran nilai antara kedua negara, sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses perdagangan. Ia menilai, dengan adanya QRIS lintas batas, pengusaha dan masyarakat bisa mengakses transaksi secara lebih cepat dan efisien, tanpa hambatan dari mata uang asing.

Manfaat Strategi untuk Ekonomi Nasional

Dasco mengungkapkan bahwa kerja sama antara BI dan PBOC memiliki potensi besar dalam mengurangi kebutuhan dolar AS dalam transaksi ekspor-impor. Pada tahun 2025, total nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok mencapai USD154,5 miliar. Dengan menggunakan skema LCT, nilai transaksi tersebut bisa diakses melalui rupiah dan renminbi, yang secara langsung mendukung stabilitas sistem keuangan nasional.

Dengan disepakatinya perjanjian antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China, transaksi ekspor-impor Indonesia dengan Tiongkok yang pada 2025 mencapai USD154,5 miliar dapat menggunakan LCT, yaitu rupiah dan renminbi tanpa bergantung lagi pada dolar Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Dasco, kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menambahkan bahwa penggunaan mata uang lokal bukan hanya memperkecil risiko fluktuasi nilai tukar, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia dalam pasar internasional. Dengan menandatangani beberapa perjanjian kerja sama, BI berupaya untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Dasco juga menyoroti bahwa pembentukan sistem QRIS lintas batas akan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan transaksi digital antara kedua negara. Ia berharap, inisiatif ini tidak hanya memperkuat daya tukar rupiah, tetapi juga menjadi alat dalam menumbuhkan perdagangan yang lebih efisien. Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, Indonesia bisa lebih mandiri dalam mengelola pertukaran valuta asing, sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Tiongkok.

Menurut Dasco, penggunaan rupiah dan renminbi dalam transaksi perdagangan akan memberikan keuntungan signifikan bagi ekonomi Indonesia. Selain mengurangi risiko perubahan nilai dolar AS, ini juga menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil dan berkembang. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara BI dan PBOC merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat posisi mata uang lokal di tengah perubahan global.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Bank Indonesia diharapkan mampu memperluas pemanfaatan rupiah dalam perdagangan internasional, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dasco menyatakan bahwa langkah-langkah strategis ini akan menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih tahan terhadap krisis, terutama dalam kondisi pasar global yang dinamis. Ia menilai, kolaborasi ini menunjukkan keberanian BI dan pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi internasional.

Leave a Comment