Latest Program: Prabowo jadi Presiden kedua yang kunjungi Miangas
Prabowo jadi Presiden kedua yang kunjungi Miangas
Latest Program –
Jakarta – Pada hari Sabtu, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang merupakan salah satu pulau terluar di wilayah paling utara Indonesia. Ini menjadikannya presiden kedua yang mengunjungi tempat tersebut, setelah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sebelumnya mengadakan perjalanan serupa. Dalam kunjungan ini, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Miangas yang menyambutnya dengan antusias. “Kita bersyukur, saya Presiden kedua yang sudah ke Miangas, Pak Jokowi sudah,” ujarnya melalui siaran langsung dari Sekretariat Presiden.
Langkah strategis untuk pembangunan daerah
Kunjungan Prabowo ke Miangas bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari upaya memastikan kesejahteraan masyarakat di wilayah paling utara. Pulau yang terletak di tengah Laut China Selatan ini memiliki potensi ekonomi dan geografis yang signifikan, namun masih menghadapi tantangan dalam aksesibilitas dan layanan publik. Dalam pembicaraan dengan warga dan tokoh setempat, Prabowo menekankan pentingnya pemerintah terus memperhatikan kebutuhan masyarakat daerah terpencil.
Menurut Prabowo, kunjungan pertama ke Miangas oleh Jokowi berupa pembangunan bandara yang mempercepat koneksi regional. “Pak Jokowi resmikan bandara, saya nanti akan perbaiki atau memelihara supaya lebih bagus lagi,” tambahnya. Bandara Miangas, yang diresmikan pada tahun lalu, diharapkan menjadi titik tolak peningkatan infrastruktur dan perekonomian. Prabowo menuturkan, pemerintah akan fokus pada pemeliharaan fasilitas seperti bandara, serta mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk mendorong pengembangan wilayah.
Renovasi puskesmas dan peningkatan layanan kesehatan
Di samping fasilitas transportasi, Prabowo juga menyebutkan rencana percepatan renovasi puskesmas di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani. “Nanti semua sekolah akan kita renovasi,” ujarnya sambil menegaskan komitmen terhadap pendidikan.
Dalam dialog dengan para pendidik, Prabowo menyoroti kesejahteraan siswa di Miangas. Ia menyatakan, pemerintah akan terus mengalokasikan dana untuk memperkuat sarana belajar dan mengajar. “Pelayanan kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas, terlebih di daerah terpencil seperti Miangas,” imbuhnya. Puskesmas di pulau tersebut, kata Prabowo, akan menjadi contoh keberhasilan pembangunan di wilayah paling utara.
Kunjungan Prabowo ke Miangas juga mencakup inspeksi langsung terhadap puskesmas dan sekolah. Dalam kesempatan ini, ia mengungkapkan bahwa peningkatan fasilitas tidak hanya berupa perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas SDM. “Kita perlu memastikan tenaga medis dan guru memiliki sumber daya yang memadai,” katanya. Selain itu, Prabowo menjanjikan dukungan untuk meningkatkan ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan pokok, agar masyarakat tidak kesulitan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.
Dialog dengan warga dan perencanaan masa depan
Prabowo menjelaskan, kunjungan ke Miangas merupakan upaya membangun hubungan langsung dengan masyarakat. “Saya ingin mendengar suara mereka, karena mereka yang paling tahu kebutuhan daerah,” katanya. Pada sesi dialog, warga menyampaikan harapan mengenai peningkatan infrastruktur dan akses layanan. Salah satu keluhan yang disampaikan terkait dengan ketersediaan listrik dan air bersih.
Prabowo merespons dengan menyatakan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan Miangas akan diintegrasikan dengan kebijakan nasional, termasuk perluasan kebijakan desa berbasis teknologi. “Kita perlu menggabungkan kemandirian lokal dengan dukungan pusat,” ujarnya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Miangas dalam konteks regional dan internasional.
Konteks KTT ASEAN dan strategi pemerintah
Sebelum berkunjung ke Miangas, Prabowo baru saja menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7–8 April 2026. KTT tersebut membahas kerja sama ekonomi dan keamanan di kawasan Asia Tenggara, termasuk persiapan untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan migrasi. Kunjungan ke Miangas, menurut Prabowo, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola wilayah paling utara.
Pulau Miangas, yang terdiri dari beberapa pulau kecil, dikenal sebagai penghubung strategis antara Indonesia dan negara-negara tetangga. Karena lokasinya yang terpencil, Miangas seringkali menjadi sorotan dalam isu keamanan dan migrasi. Prabowo menyatakan, pemerintah akan memastikan kesiapan daerah tersebut dalam menghadapi dinamika internasional. “Kita perlu membangun kekuatan lokal, agar Miangas bisa menjadi contoh untuk wilayah lain,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan Miangas, termasuk pemasangan jaringan listrik dan pembukaan akses jalan darat. Prabowo mengakui keberhasilan ini, tetapi menegaskan bahwa masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. “Ini adalah tantangan yang menarik, tapi kita harus konsisten dalam mengelolanya,” ujarnya.
Kunjungan ke Miangas juga memberi kesempatan bagi Prabowo untuk memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan. Ia berjanji akan terus memprioritaskan kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan sumber daya alam dan pemberdayaan ekonomi lokal. “Kita perlu membangun ekosistem yang sehat, agar Miangas bisa berkembang seiring waktu,” katanya.
Dengan kunjungan ini, Prabowo mengingatkan bahwa wilayah terpencil tetap menjadi bagian penting dari peta kebijakan nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya tergantung pada anggaran, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. “Semua pemangku kepentingan harus bergerak bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.
Langkah konkret untuk keberlanjutan pembangunan
Prabowo meny
