New Policy: TNI AL dorong PIMA memajukan sektor kemaritiman Indonesia
TNI AL Dorong PIMA untuk Memajukan Sektor Kemaritiman Indonesia
New Policy – Di Jakarta, TNI AL melalui Komando Armada (Koarmada) RI menggalang peran Perkumpulan Insan Maritim Andalan (PIMA) sebagai penggerak utama dalam pengembangan sektor kemaritiman nasional. Acara perayaan HUT Ke-2 PIMA berlangsung di Fortune Star Restaurant, Jakarta Barat, Selasa lalu, dihadiri oleh sejumlah tokoh yang mengungkapkan pentingnya sinergi antara institusi militer dan organisasi swadaya untuk meningkatkan keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.
Komando Armada RI Harapkan Kolaborasi yang Berkelanjutan
Kepala Staf Koarmada RI, Laksamana Muda TNI Heri Triwibowo, menyampaikan bahwa PIMA memiliki peran strategis sebagai wadah bagi para profesional, pengusaha, dan pegiat maritim yang bertujuan bersama memajukan industri laut Indonesia. “PIMA telah menjadi rumah bagi para ahli dan pelaku usaha maritim yang memiliki satu visi memajukan bangsa kita melalui laut,” ujarnya dalam sambutan acara. Heri menjelaskan bahwa organisasi ini terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, seperti nelayan, akademisi, dan pekerja profesional, yang harus bekerja sama untuk mengoptimalkan potensi kekayaan laut.
“Kita harus memastikan bahwa kekayaan samudera kita tidak hanya dinikmati hari ini, tetapi juga menjadi warisan yang indah bagi anak cucu kita nantinya,” tegas Heri.
Menurut Heri, kolaborasi antara pengusaha dan kebijakan pemerintah merupakan kunci untuk menciptakan dampak positif terhadap masyarakat dan negara. Ia menekankan bahwa PIMA perlu memastikan usaha kemaritiman yang dijalankan masyarakat dapat berkelanjutan dan berkontribusi pada penguatan kedaulatan laut Indonesia. “Seluruh elemen dalam PIMA harus saling melengkapi, agar laut bisa menjadi sumber kehidupan yang berdaya,” imbuhnya.
PIMA Sebagai Pusat Kolaborasi Maritim
PIMA, menurut Heri, bukan hanya organisasi kegiatan, tetapi juga bentuk kelembagaan yang mendorong inovasi di sektor maritim. Ia menjelaskan bahwa peran PIMA mencakup pengembangan program pemerintah, pemberdayaan sumber daya laut secara adil, serta pendukung bagi kepentingan masyarakat maritim. “PIMA harus terus menjadi katalisator untuk menumbuhkan ekosistem maritim yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Heri juga memaparkan bahwa selama dua tahun terakhir, PIMA telah melakukan berbagai upaya dalam memperkuat sektor kemaritiman. Contohnya, mengelola sumber daya laut secara transparan, mendukung keberlanjutan usaha nelayan, serta menyediakan platform bagi para pegiat maritim untuk berbagi ide dan inisiatif. “Kolaborasi ini harus terus dipertahankan agar laut tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga simbol persatuan bangsa,” tambahnya.
Peran PIMA dalam Pengelolaan Laut yang Berdampak
Harnoto Darsono, Ketua Umum PIMA, dalam wawancara terpisah, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian organisasi selama dua tahun keberadaannya. Ia menjelaskan bahwa PIMA telah menjadi wadah yang mempersatukan berbagai pihak, termasuk nelayan, akademisi, dan pengusaha, untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan lingkungan. “PIMA berkomitmen menjadikan laut sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya sebagai perairan yang diabaikan,” katanya.
“Mari kita rajut keberagaman ini menjadi kekuatan. Mari kita jadikan laut sebagai pemersatu, bukan pemisah,” tutur Harnoto.
Harnoto menambahkan bahwa selama dua tahun, PIMA berhasil menarik partisipasi aktif dari berbagai kalangan untuk memastikan kekayaan laut Indonesia dikelola secara optimal. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini berkat kerja sama yang konsisten antara internal PIMA dan institusi pemerintah. “PIMA akan terus berperan dalam mengembangkan kebijakan kemaritiman yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Strategi PIMA untuk Membangun Poros Maritim Dunia
Dalam menghadapi tantangan global, PIMA bertekad menjadi penopang utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Heri Triwibowo mengatakan bahwa TNI AL akan terus mendukung inisiatif PIMA untuk memperkuat kedaulatan laut dan menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dengan perlindungan lingkungan. “Kita harus memastikan bahwa laut tidak hanya menjadi sumber kekayaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas nasional,” ujarnya.
Heri juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berorientasi jangka panjang. Ia mencontohkan bahwa peran PIMA dalam memastikan kekayaan laut tidak tergerus waktu melalui pemanfaatan yang bertahap dan berkelanjutan. “Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat maritim akan menjadi fondasi utama bagi kesuksesan ini,” tambahnya.
Kontribusi PIMA dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Dalam dua tahun terakhir, PIMA telah melakukan sejumlah kegiatan yang mendukung pembangunan sektor kemaritiman. Antara lain, menggagas program pelatihan bagi nelayan, menyediakan akses informasi tentang kebijakan maritim, serta membantu pengusaha dalam memanfaatkan potensi laut sebagai pasar yang berpotensi. “Kita berharap PIMA bisa menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat maritim,” kata Harnoto.
Lebih lanjut, Harnoto menjelaskan bahwa PIMA juga berupaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam laut. “Dengan kolaborasi yang lebih luas, kita bisa menciptakan solusi inovatif yang menjawab tantangan seperti perubahan iklim, polusi, dan ketidaksetaraan ekonomi,” katanya. Ia menambahkan bahwa PIMA tidak hanya fokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga memandang keberlanjutan sebagai prioritas utama.
Harapan untuk Masa Depan Sektor Kemaritiman
Heri Triwibowo menegaskan bahwa TNI AL akan terus berperan aktif dalam mendukung inisiatif PIMA. “Kita harus bekerja sama menghadapi tantangan, agar laut Indonesia bisa menjadi aset yang mendatangkan manfaat bagi seluruh rakyat,” katanya. Heri juga mengingatkan bahwa ekosistem maritim yang sehat memerlukan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, dan masyarakat nelayan.
“Teruslah berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem maritim yang sehat,” tutur dia.
Menurut Heri, keberhasilan pengembangan kemaritiman tidak bisa dicapai tanpa kesadaran kolektif. Ia menyebutkan bahwa peran PIMA dalam menjembatani kebutuhan pengusaha dan kebijakan pemerintah menjadi penting dalam menumbuhkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Kita harus melibatkan semua elemen masyarakat maritim untuk menjadikan laut sebagai bagian dari kehidupan yang berkualitas,” jelasnya.
PIMA Sebagai Simbol Kepemimpinan Maritim Nasional
Harnoto Darsono menekankan bahwa PIMA memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Kita perlu menciptakan komunitas maritim yang solid, agar laut tidak hanya menjadi perairan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi dan budaya bangsa,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan PIMA dalam dua tahun terakhir adalah bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan perubahan nyata.
Menurut Harnoto, keberlanjutan sektor kemaritiman Indonesia bergantung pada kebijakan yang inklusif dan partisipatif. “PIMA akan terus
