Topics Covered: Masuk GoTo, Danantara fokus tingkatkan kesejahteraan ojol
Masuk GoTo, Danantara fokus tingkatkan kesejahteraan ojol
Topics Covered – Proses investasi pemerintah melalui Danantara terhadap perusahaan teknologi transportasi digital GoTo Group mulai mengambil bentuk konkret, dengan harapan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mitra ojek online (ojol). Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan bahwa keikutsertaan Danantara sebagai investor di GoTo adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi pengemudi yang terlibat dalam platform layanan transportasi digital. Rosan mengatakan, keterlibatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat kepemilikan saham, melainkan juga memberikan kontribusi nyata melalui kebijakan yang fokus pada peningkatan kesejahteraan para pengemudi.
Investasi Bertahap untuk Stabilitas Ekosistem
Danantara mengungkapkan bahwa investasi ke GoTo dilakukan secara bertahap, dengan penyesuaian strategi yang terus diuji coba sejak awal 2026. Meski belum bisa merinci besaran kepemilikan saham secara keseluruhan, Rosan menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keberlanjutan bisnis sekaligus perlindungan terhadap mitra ojol. “Kita sudah bicara dengan GoTo, dan perubahan terjadi perlahan,” ujar Rosan saat diwawancara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
“Danantara udah mulai masuk dan kita sudah bicara, buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, kebijakan yang diterapkan pada ekosistem GoTo kini mulai menunjukkan perbaikan. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan dalam sektor transportasi digital sering mengandalkan strategi pembakaran dana besar untuk promosi dan pemasaran. Namun, seiring arahan Presiden Prabowo Subianto, model bisnis ini sedang diubah agar lebih berkelanjutan. “Tadinya perusahaan ojol mereka ini saling marketing, burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Jadi kita ajak ngomong yang lain, udah nggak usah burning cash, mendingan dana ini kita pakai untuk kepentingan ojol daripada kita saling bakar-bakaran duit,” jelas Rosan.
Kebijakan Kesejahteraan Ojol dalam Fokus Utama
Salah satu langkah penting yang diambil oleh Danantara adalah mendorong pemberian Bonus Hari Raya (BHR) kepada mitra ojol. Rosan menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para pengemudi, terutama pada masa-masa tertentu seperti Idul Fitri atau Natal. “Kita juga mengupayakan agar nilai bonus ini bisa ditingkatkan,” tambahnya. Selain itu, pengenalan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di sektor ojol dianggap sebagai upaya krusial untuk memberikan perlindungan sosial yang lebih luas.
Rosan mengungkapkan bahwa keberhasilan transformasi ini tidak hanya bergantung pada kebijakan yang sudah diimplementasikan, melainkan juga pada langkah-langkah lebih lanjut yang sedang dirancang. Pemerintah, melalui Danantara, tengah menyiapkan kebijakan baru, seperti pembatasan maksimal potongan aplikasi hingga 8 persen, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Perubahan kebijakan di ekosistem perusahaan transportasi digital mulai terlihat sejak Januari 2026,” kata Rosan.
Langkah Strategis untuk Kesejahteraan Berkelanjutan
Keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan mitra ojol menjadi dua aspek utama yang diperhatikan oleh pemerintah. Rosan menjelaskan bahwa peran Danantara bukan hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai pendorong kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi para pengemudi. “Kita ajak mereka berpikir lebih jauh, bukan sekadar memperoleh keuntungan jangka pendek, tapi juga menjaga kesejahteraan jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai contoh, kebijakan pembatasan potongan aplikasi sebesar 8 persen diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap pendapatan pengemudi. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transparansi dan keadilan dalam ekosistem platform digital. Rosan menyebut, selain hal tersebut, masih ada beberapa kebijakan lain yang sedang dipertimbangkan, termasuk peningkatan insentif atau perlindungan lebih dalam bagi mitra ojol. “Berbagai langkah strategis masih dalam proses pembahasan, dan akan diumumkan pada tahap selanjutnya,” tambahnya.
Pemimpin perusahaan yang juga menjadi Menteri Investasi ini menggarisbawahi bahwa keterlibatan Danantara di GoTo bukan sekadar untuk meningkatkan modal, melainkan untuk menyelaraskan tujuan ekonomi dan sosial. “Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan yang signifikan bagi para pengemudi, karena mereka adalah tulang punggung ekonomi digital Indonesia,” jelas Rosan. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan mitra ojol dalam menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, Rosan menyatakan bahwa langkah-langkah yang telah diambil menunjukkan pergeseran dari fokus pada pertumbuhan jangka pendek ke peningkatan kesejahteraan jangka panjang. “Sekarang, kita tidak hanya berpikir tentang peningkatan jumlah pengguna, tetapi juga tentang bagaimana mereka bisa berkembang secara ekonomi,” ujar Rosan. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan dalam sektor transportasi digital diberikan ruang untuk menyesuaikan strategi mereka agar lebih berorientasi pada keberlanjutan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Danantara juga berupaya memberikan contoh terkait penerapan kebijakan yang memperbaiki kondisi kerja mitra ojol. Misalnya, dengan memperkenalkan sistem perlindungan sosial yang lebih lengkap, serta memastikan bonus hari raya diberikan secara lebih merata. “Kita ingin memastikan bahwa para pengemudi merasa dihargai dan mendapatkan manfaat nyata dari keberadaan platform digital ini,” terang Rosan.
Sementara itu, pemerintah juga terus mengevaluasi dampak dari kebijakan-kebijakan yang telah diimplementasikan. Rosan menyebut, penyesuaian ini membutuhkan waktu, tetapi pihaknya yakin bahwa keterlibatan Danantara akan memberikan hasil yang signifikan. “Kita masih dalam proses, tapi sudah ada pergerakan yang baik,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah yang sedang dijalankan, Rosan berharap ekosistem ojol bisa menjadi lebih stabil dan memberikan keuntungan yang lebih adil kepada para mitra serta masyarakat luas.
Danantara sebagai salah satu badan investasi pemerintah, dalam keikutsertaannya di GoTo Group, menunjukkan komitmen untuk mengubah paradigma bisnis transportasi digital. Dengan adanya perubahan kebijakan, Rosan berharap para pengemudi tidak hanya menjadi bagian dari ekonomi digital, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mendapatkan manfaat langsung dari pertumbuhan industri tersebut. “Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil adalah untuk kebaikan mitra ojol dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” pungkas Rosan dengan tegas.
