Skip to content
Seleb

Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Sangat Relevan

Maya Rahman - tempatdonasi.com 4 mins read

Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Cerminkan Kehidupan Media Sosial Key Issue - Dalam konferensi pers yang diadakan di CGV Grand Indonesia, Jakarta

Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Sangat Relevan

Saputra Kori: 402 Rumah Sakit Angker Korea Cerminkan Kehidupan Media Sosial

Tempatdonasi.com – Dalam konferensi pers yang diadakan di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026, aktor dan kreator konten I Gede Agus Iwan Saputra—yang lebih dikenal dengan nama Saputra Kori—mengungkapkan bahwa film horor *402 Rumah Sakit Angker Korea* memiliki keterkaitan kuat dengan keadaan media sosial saat ini. Menurut Kori, karya ini tidak hanya menggambarkan perubahan perilaku dalam dunia digital, tetapi juga menyoroti keinginan masyarakat untuk mencari validasi melalui tindakan ekstrem di platform daring.

Pilihan Editor: Apa Itu Film Horor Komedi

“Menurutku, film ini sangat relevan dengan kehidupan sosial media saat ini,” ujarnya. “Banyak orang melakukan hal-hal berlebihan hanya untuk mendapatkan perhatian, validasi, atau jumlah penonton yang tinggi di internet. Bahkan, mereka rela menunjukkan diri dengan cara yang tak biasa agar bisa dikenal.”

Kori, yang juga dikenal sebagai Sptrakori, menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam film tersebut terasa familiar karena banyak orang mengalami situasi serupa. Ia menyebutkan bahwa frasa “hanya untuk konten” yang muncul berulang kali di dalam film menggambarkan bagaimana pengguna media sosial kini lebih fokus pada penghasilan views daripada kejujuran atau kualitas narasi.

Proses Produksi dan Teknik Kreatif

Menyusun cerita horor yang diadaptasi dari *Gonjiam: Haunted Asylum*, Kori mengungkapkan bahwa produksi film ini memberikan pengalaman berbeda. Mekanisme syuting yang digunakan tidak mengandalkan juru kamera profesional, melainkan para pemain yang mengoperasikan kamera secara langsung. “Semua adegan direkam oleh kami sendiri menggunakan perangkat seperti GoPro yang dipasang di tubuh,” katanya. “Kamera pun jadi bagian dari alur cerita, bukan sekadar alat bantu.”

Metode ini menjadi tantangan tersendiri. Saat syuting di Korea Selatan, para aktor harus membawa perangkat berat sekitar lima kilogram sepanjang delapan jam per hari. Mereka juga beradaptasi dengan kostum musim dingin meski pengambilan gambar dilakukan di musim panas. “Mengatur fokus kamera dan mengatur ekspresi akting sambil memikul perangkat itu sangat melelahkan, tapi ini membuat film lebih unik dan imersif,” tambahnya.

Aktivitas Fanbase yang Meriah

Konferensi pers yang dihadiri oleh Saputra Kori mendapat antusiasme luar biasa dari penggemar. Sejumlah anggota fanbase, terutama dari komunitas Kori Zen @korizen_official, datang dari berbagai kota di Indonesia, termasuk Depok, Cikarang, hingga Cianjur. Beberapa penggemar bahkan berangkat sejak pagi untuk hadir di lokasi. “Saya tiba pukul 10.00 WIB dari Depok agar bisa berfoto bersama poster besar film ini,” kata salah satu penggemar bernama Gawel.

Kehadiran fanbase ini menunjukkan bahwa karya Saputra Kori tidak hanya memiliki popularitas di kalangan penonton, tetapi juga telah menarik perhatian khalayak yang peduli dengan dunia kreatif. Komunitasnya kini melintasi batas negara, mencakup Malaysia dan Singapura, yang menandakan dampak positif dari konten yang dihasilkan.

Apresiasi dari Sutradara Asli

“Sutradara asli *Gonjiam: Haunted Asylum*, Jeong Beom Sik, memberikan pujian terhadap adaptasi Indonesia ini,” ujar Kori. “Dia mengatakan film kami menawarkan detail yang sangat memuaskan dan langsung meninjau hasil syuting secara berkala. Kami merasa senang karena bisa membawa kisah horor klasik ke platform lokal dengan cara yang inovatif.”

Setelah menghadiri pemutaran perdana film *402 Rumah Sakit Angker Korea* di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026, tim produksi kembali ke Indonesia untuk meluncurkan karya mereka. Film ini dirilis pada 9 Juli 2026, sehari setelah konferensi pers. Pemain utama termasuk Arbani Yasiz sebagai Juna, Elang El Gibran sebagai Bara, serta Saputra Kori sebagai Adit. Adegan yang diisi dengan suasana mencekam dan penampilan para pemain dalam kondisi ekstrem jadi daya tarik tersendiri.

Bagaimana Film Ini Berbeda dari Karya Sebelumnya

Kori menjelaskan bahwa adaptasi ini lebih dari sekadar meniru cerita asli. “Kami mempertahankan inti kisah, tetapi menambahkan elemen lokal yang memperkaya narasi,” katanya. “Misalnya, kita melihat bagaimana budaya digital Indonesia memengaruhi perilaku tokoh-tokoh dalam film, seperti kebiasaan membuat konten viral atau memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi.”

Selain itu, Kori menyebutkan bahwa pengalaman syuting tanpa kameramen memberikan kebebasan kreatif yang lebih besar. “Para pemain bisa merasakan suasana yang benar-benar realistis, dan itu memengaruhi performa mereka secara langsung,” tambahnya. Dengan pendekatan ini, film horor *402 Rumah Sakit Angker Korea* diharapkan bisa memberikan pengalaman baru bagi penonton di Indonesia, sambil tetap mempertahankan esensi kisah yang menakutkan.

Pengaruh dan Harapan di Masa Depan

Saputra Kori, yang sebelumnya dikenal sebagai kreator komedi dan parodi di TikTok serta YouTube, kini memperluas kariernya ke dunia seni peran. Popularitasnya yang mencapai lebih dari 20 juta pengikut di TikTok dan 10 juta pelanggan di YouTube membawa peluang besar untuk menjangkau penonton baru. “Dengan film ini, kami ingin menunjukkan bahwa horor bisa ditempatkan dalam konteks lokal sekaligus menawarkan pengalaman menakjubkan yang bisa dinikmati berbagai kalangan,” ujarnya.

Kori juga menekankan bahwa film ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan karya horor Indonesia ke pasar internasional. “Kami berharap film ini bisa menjadi bintang yang menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam dunia perfilman, khususnya genre yang selama ini dianggap lebih banyak berbasis budaya barat,” pungkasnya.

Poster resmi *402 Rumah Sakit Angker Korea* menjadi pemandangan yang ramai di CGV Grand Indonesia. Penggemar tampak antusias, berfoto

Join the discussion