Skip to content
Tekno

Meta Jajaki Sewakan Pusat Data ke Anthropic Rp 180 Triliun

Sari Setiawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Perusahaan teknologi raksasa Meta saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan Anthropic, salah satu pemain utama di bidang kecerdasan buatan (AI), untuk

Meta Jajaki Sewakan Pusat Data ke Anthropic Rp 180 Triliun

Meta Menggali Peluang Bisnis Baru Melalui Sewa Pusat Data ke Anthropic Senilai Rp 180 Triliun

Tempatdonasi.com – Perusahaan teknologi raksasa Meta saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan Anthropic, salah satu pemain utama di bidang kecerdasan buatan (AI), untuk menawarkan penyewaan kapasitas dari pusat data yang dimilikinya. Kesepakatan yang sedang digarap ini berpotensi menjadi terobosan signifikan bagi Facebook dan Instagram, yang selama bertahun-tahun mengandalkan pendapatan iklan sebagai tulang punggung bisnisnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari The New York Times, diskusi antara kedua perusahaan tersebut masih berada pada fase awal. Namun, estimasi nilai transaksi yang beredar menunjukkan angka yang cukup fantastis, yakni mencapai US$ 10 miliar. Dengan menggunakan asumsi kurs Rp 18.000 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 180 triliun. Kesepakatan ini rencananya akan berlaku selama periode dua tahun ke depan.

Ekspansi ke Layanan Komputasi Awan

Langkah Meta ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan perusahaan sedang mempertimbangkan untuk masuk secara serius ke dalam bisnis layanan komputasi awan. Melalui inisiatif ini, Meta tidak hanya akan memanfaatkan infrastruktur internalnya, tetapi juga menawarkan sumber daya komputasi kepada berbagai entitas bisnis lain di luar ekosistemnya.

Sinyal positif mengenai peluang bisnis ini sebenarnya sudah disampaikan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam presentasi kinerja perusahaan pada tahun lalu. Menurut pengakuannya, Meta secara rutin menerima permintaan dari berbagai pihak yang ingin menyewa kapasitas pusat data mereka. Zuckerberg bahkan menyatakan bahwa permintaan semacam itu datang hampir setiap minggu. Pernyataan tersebut dikutip dari laporan Engadget yang diterbitkan pada 17 Juli 2026.

Kami menerima permintaan seperti itu hampir setiap minggu.

Lebih lanjut, Zuckerberg menambahkan bahwa penyewaan kapasitas pusat data merupakan salah satu opsi strategis yang dapat dipertimbangkan perusahaan untuk masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa Meta tidak hanya fokus pada pengembangan produk sosial media, tetapi juga ingin menjadi penyedia infrastruktur teknologi global.

Simbiosis Mutualisme dengan Anthropic

Meskipun Meta dan Anthropic dianggap sebagai pesaing di ranah pengembangan AI, kerja sama ini dinilai dapat memberikan manfaat timbal balik yang besar bagi kedua belah pihak. Meta saat ini sedang menggelontorkan investasi yang sangat besar untuk membangun pusat data AI guna mendukung pengembangan model AI milik sendiri. Perusahaan memperkirakan belanja modalnya sepanjang tahun 2026 akan mencapai kisaran US$ 125 miliar hingga US$ 145 miliar. Jika dikonversikan ke rupiah, angka tersebut berkisar antara Rp 2.250 triliun hingga Rp 2.610 triliun.

Dengan menyewakan sebagian kapasitas pusat datanya kepada Anthropic, Meta memiliki peluang untuk memperoleh sumber pendapatan baru dari investasi infrastruktur yang telah dibangunnya. Di sisi lain, Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model AI miliknya. Hal ini memungkinkan Anthropic untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya tanpa harus membangun infrastruktur dari nol.

Konteks Pasar AI yang Semakin Kompetitif

Sebelumnya, Anthropic juga telah menandatangani kesepakatan serupa dengan SpaceXAI menjelang penawaran saham perdana (IPO) perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk pada awal musim panas tahun ini. Nilai kerja sama tersebut dilaporkan mencapai US$ 45 miliar atau sekitar Rp 810 triliun selama tiga tahun. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kapasitas komputasi AI semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi.

Setelah mengumumkan kerja sama tersebut, Anthropic yang mengembangkan Claude Code langsung meningkatkan batas penggunaan (rate limit) bagi para pelanggannya. Langkah ini menunjukkan bahwa Anthropic sedang bersiap untuk melayani permintaan yang lebih besar dari pasar.

Kemungkinan besar, kerja sama antara Meta dan Anthropic ini akan menjadi salah satu perkembangan penting dalam industri teknologi tahun ini. Dengan diversifikasi bisnis ke layanan komputasi awan, Meta tidak hanya memperkuat posisinya sebagai penyedia platform sosial media, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam ekosistem AI global. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar mulai melihat potensi besar dalam monetisasi infrastruktur yang mereka miliki.

Bagi Anthropic, kerja sama ini memberikan akses ke kapasitas komputasi yang stabil dan andal. Sementara bagi Meta, ini membuka pintu baru untuk pertumbuhan pendapatan di luar iklan. Kedua perusahaan tampaknya memiliki visi yang sejalan dalam memanfaatkan perkembangan AI untuk menciptakan nilai tambah bagi bisnis mereka masing-masing.

Industri teknologi terus bergerak cepat, dan langkah Meta ini mungkin menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengeksplorasi peluang serupa. Dengan infrastruktur yang sudah ada, perusahaan teknologi besar dapat menjadi penyedia layanan komputasi yang kompetitif di pasar global. Ini juga menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya bergantung pada pengembangan model, tetapi juga pada ketersediaan kapasitas komputasi yang memadai.

Bagi para investor dan pengamat industri, perkembangan ini memberikan sinyal positif tentang potensi pertumbuhan sektor teknologi. Dengan nilai transaksi yang signifikan, kerja sama Meta dan Anthropic ini dapat menjadi prediktor untuk kesepakatan serupa di masa depan. Industri AI diperkirakan akan terus berkembang, dan kebutuhan akan infrastruktur komputasi akan semakin meningkat seiring dengan adopsi teknologi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, langkah Meta untuk menjajaki kerja sama dengan Anthropic ini merupakan strategi yang cerdas. Perusahaan tidak hanya fokus pada pengembangan produk, tetapi juga memanfaatkan aset yang sudah ada untuk menciptakan nilai tambah. Ini adalah contoh bagaimana perusahaan teknologi besar dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan peluang baru yang muncul.

Join the discussion