Redaksi Olahraga : Perjalanan karier dan pembinaan pemain muda
Redaksi Olahraga: Perjalanan Karier dan Pembinaan Pemain Muda
Menjelajah Pengalaman Uston Nawawi di Persebaya dan Perannya Membentuk Talenta Baru
Redaksi Olahraga – Dalam wawancara eksklusif dengan Antaranews, Uston Nawawi berbagi cerita mengenai perjalanan karier yang telah ia tempuh sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya. Sebagai salah satu pemain inti klub yang telah berdiri sejak era 90-an, ia memaparkan peran krusialnya dalam membina generasi muda sebelum akhirnya menduduki posisi yang lebih strategis di dalam tim.
Perjalanan Uston di Persebaya dimulai sekitar 15 tahun lalu, ketika ia dipilih untuk memasuki akademi klub. Di masa awalnya, ia mengalami masa adaptasi yang cukup panjang, namun keberlanjutan bakatnya akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Sebagai contoh, pada 2018, ia menjadi bagian dari skuad yang mengangkat trofi juara Liga 1 Indonesia, menjadi momen puncak perjalanan profesionalnya.
Kecemerlangan Uston tidak hanya terlihat di lapangan, tetapi juga melalui dedikasinya dalam merangkul pemain muda. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman menjadi seorang pelatih di tim junior Persebaya memberinya wawasan tentang pentingnya pengembangan talenta dari usia dini. “Saat membimbing pemain muda, saya selalu berpikir bahwa mereka butuh bimbingan yang konsisten, bukan hanya latihan teknik,” ujar Uston dalam wawancara.
“Perjalanan seorang pemain tidak selalu mulai dari trofi besar. Ada tahapan kecil yang sering diabaikan, tapi itu yang menentukan masa depan mereka.”
Salah satu pemain yang ia bina adalah Rizky Ridho, yang kini menjadi anggota timnas Indonesia. Uston menyebut Rizky sebagai contoh sukses dari program pembinaan yang terstruktur. “Rizky adalah bukti bahwa jika diberikan kesempatan dan dukungan, pemain lokal bisa bersaing di level internasional,” tambahnya.
Membina pemain muda di Persebaya juga melibatkan kolaborasi dengan pelatih dan manajemen klub. Uston menjelaskan bahwa proses ini memerlukan konsistensi dalam memantau perkembangan fisik, teknik, dan mental pemain. “Kami selalu mengevaluasi setiap minggu, mengatur program sesuai kebutuhan individu, dan menjaga komunikasi terbuka dengan pemain,” katanya.
Selain Rizky Ridho, Uston juga menyoroti beberapa nama lain yang berhasil menembus skuad utama. “Beberapa pemain seperti Arif Prada dan Zaro Ezza Syachniar sekarang sedang berkembang pesat. Mereka tidak hanya mampu bermain di Liga 1, tetapi juga mulai memperlihatkan potensi untuk tampil di level Asia,” ujarnya.
Program pembinaan di Persebaya dianggap sebagai fondasi utama dalam menciptakan pemain berkualitas. Uston menjelaskan bahwa tim junior klub ini diberi fasilitas terbaik, termasuk pelatih khusus dan akses ke stadion serta sarana pelatihan modern. “Semua aspek terencana agar pemain tidak hanya berkembang teknis, tetapi juga mental dan fisik secara seimbang,” tuturnya.
Perjalanan Uston sendiri mengilhami banyak pemain lain untuk memilih jalur ke pemain muda. Ia mengatakan bahwa memulai dari akademi adalah langkah yang paling efektif untuk membangun karier yang mapan. “Kebanyakan pemain yang sukses di Persebaya memulai dari tim junior. Mereka belajar banyak, termasuk bagaimana menghadapi tekanan di lapangan dan menerapkan strategi luar lapangan,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Uston juga menyampaikan harapan untuk meningkatkan program pembinaan di masa depan. “Kami ingin memperluas jangkauan pelatihan, tidak hanya di Surabaya tetapi juga menyasar daerah-daerah lain di Indonesia. Talenta dari berbagai latar belakang harus bisa berkembang tanpa hambatan,” ujarnya.
Uston Nawawi mengakui bahwa peran seorang pelatih muda adalah menginspirasi dan membangun kepercayaan. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada komitmen dan kerja keras. “Kami selalu memberi mereka motivasi untuk tetap fokus, meskipun ada tantangan yang tidak terduga,” kata Uston.
Menurut Uston, pembinaan pemain muda di Persebaya juga memperhatikan aspek kekeluargaan. “Pemain tidak hanya diperlakukan sebagai atlet, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas. Mereka diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan penggemar dan masyarakat sekitar, agar memiliki kesadaran akan tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan pengalaman panjangnya, Uston Nawawi berharap bisa memberikan kontribusi lebih besar dalam menyumbangkan pemain-pemain berkualitas ke tim nasional. “Saya ingin melihat lebih banyak pemain lokal yang bisa tampil di Piala Dunia atau turnamen besar, seperti yang pernah dilakukan oleh Rizky Ridho,” tutupnya.
Kelompok penulis artikel ini terdiri dari Arif Prada, Zaro Ezza Syachniar, Fahrul Marwansyah, dan Syahrudin. Mereka menyatakan bahwa Uston Nawawi adalah salah satu dari banyak figur yang membantu membangun basis pemain muda di Indonesia. “Proses yang ia terapkan di Persebaya sangat relevan untuk membentuk bakat di tingkat nasional,” kata Fahrul Marwansyah dalam komentar terpisah.
