Mengapa Vape Etomidate Digandrungi Anak Muda Perkotaan
Mengapa Vape Etomidate Digandrungi Anak Muda -

Mengapa Etomidate Perlu Masuk Kategori Golongan Narkotik
Kenaikan Penggunaan Etomidate dalam Vape Memicu Perhatian Polda Metro Jaya
Tempatdonasi.com – Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ahmad David, mengungkapkan bahwa cairan rokok elektrik (liquid vape) yang terkandung etomidate semakin populer di kalangan anak muda perkotaan. “Penggunaan etomidate dalam bentuk vape dinilai lebih praktis dan mudah disembunyikan,” kata David dalam wawancara di kantornya, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa minat terhadap bahan ini meningkat pesat karena keterjangkauannya dan cara konsumsi yang tidak terlihat oleh orang di sekitar.
Mengapa Etomidate Menjadi Pilihan Populer?
Menurut David, etomidate memiliki daya tarik khusus bagi generasi muda perkotaan. Bahan ini, yang biasanya digunakan sebagai obat bius dalam medis, menjadi daya tarik karena efeknya yang cepat dan terjangkau. “Etomidate bisa diakses melalui vape, yang mengubahnya menjadi alternatif konsumsi yang lebih modern dan menyenangkan,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa kebanyakan pengguna menganggap bahan ini sebagai bahan bantu untuk mengurangi tekanan hidup di tengah rutinitas yang padat.
Berhasil Mengungkap Lokasi Produksi Etomidate
Selama periode Januari hingga Juni 2026, tim penyidik Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tiga lokasi tempat produksi serta penyimpanan etomidate. “Dalam operasi tersebut, delapan orang ditetapkan sebagai tersangka,” tutur David dalam konferensi pers. Ia menjelaskan bahwa produsen sering kali memanfaatkan ruang di apartemen sebagai tempat pembuatan cairan vape, yang mengandung bahan tersebut. “Karena apartemen identik dengan lingkungan urban, lokasi ini menjadi pilihan strategis untuk menghindari deteksi,” lanjutnya.
Deteksi Etomidate dalam Barang Vape Ilegal
Kepolisian juga menyita 2.807 cartridge vape yang terisi cairan etomidate. Selain itu, barang bukti lainnya meliputi 33,88 kilogram serbuk etomidate dan 27.730 mililiter cairan siap pakai. Angka tersebut menggambarkan besarnya volume bahan yang beredar di tengah masyarakat. “Produksi etomidate melalui vape tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi bentuk yang lebih mudah berpindah tangan,” ujar David.
Kasus Artis Jonathan Frizzy sebagai Contoh
Beberapa waktu belakangan, etomidate sering ditemukan dalam cairan vape ilegal. Contohnya dalam kasus penyitaan yang melibatkan artis Jonathan Frizzy, yang ditangkap penyidik Polres Bandara Soekarno-Hatta pada April 2025. “Kasus ini menunjukkan bahwa etomidate tidak hanya diminati oleh kalangan biasa, tetapi juga oleh selebritas,” kata David. Ia menekankan bahwa bahan ini bisa menyebar cepat karena tidak terdeteksi secara mudah.
Regulasi Pemerintah untuk Mengendalikan Bahan Narkotik
Sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan etomidate, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2025 pada 28 November 2025. Peraturan tersebut resmi mengklasifikasikan etomidate ke dalam narkotika golongan dua. “Regulasi ini bertujuan untuk memperketat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan yang lebih luas,” kata David. Ia menambahkan bahwa kenaikan kelas bahan ini diharapkan dapat mengurangi akses bebasnya ke kalangan pemula.
Penggunaan Vape Etomidate: Tren yang Perlu Diwaspadai
David menyoroti bahwa efek samping etomidate, seperti kantuk dan penurunan kesadaran, membuatnya menarik bagi pengguna yang ingin mengalami pengalaman rileks tanpa efek yang terlalu mencolok. “Konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk mendapatkan efek yang sama seperti obat bius, tapi dengan cara yang lebih tersembunyi,” ujarnya. Ia juga memperingatkan bahwa bahan ini bisa dikonsumsi dalam dosis besar, sehingga berisiko menyebabkan kecanduan atau efek samping serius.
Upaya Polda Metro Jaya dalam Mengatasi Masalah Ini
Selain memperketat pengawasan, Polda Metro Jaya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya etomidate. “Kami menekankan pentingnya edukasi dan penegakan hukum secara bersamaan,” kata David. Ia menambahkan bahwa penyidik akan terus melakukan operasi penyelidikan untuk menemukan sumber produksi yang lebih besar. “Dengan meningkatkan jumlah penyitaan, kita bisa memperkecil risiko penyebaran etomidate di kalangan pemuda,” pungkasnya.
Kebutuhan Pemantauan Lebih Lanjut
Penggunaan etomidate melalui vape menunjukkan perubahan pola konsumsi narkotika. Bahan ini yang awalnya terbatas pada medis kini diperdagangkan secara bebas dan mudah diakses. “Vape memberikan kemudahan dalam mengonsumsi bahan ini, sehingga bisa menjadi masalah yang lebih besar jika tidak dikelola dengan baik,” ujar David. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara instansi pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan ini. “Kami berharap regulasi ini menjadi langkah awal dalam mengendalikan bahan yang sangat populer di kalangan urban youth,” tutupnya.
