Skip to content
Metro

Polri akan Perbanyak Tanam Jagung dan Bangun Dapur MBG

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 3 mins read

Strategi Utama Polri dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy dalam mendukung program ketahanan pangan nasional

Polri akan Perbanyak Tanam Jagung dan Bangun Dapur MBG

Strategi Utama Polri dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan

Tempatdonasi.com – Sebagai bagian dari Key Strategy dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa institusi kepolisian akan terus berkontribusi dalam memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi. Ia menjelaskan bahwa Polri akan meningkatkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengintensifkan upaya penanaman jagung, salah satu komoditas pertanian yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Strategi ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan ketahanan pangan yang masih menjadi fokus pemerintah, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Dalam wawancara di kompleks Satuan Latihan Brimob, Bogor, pada perayaan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu, 1 Juli 2026, Sigit mengatakan bahwa Polri telah menerima instruksi langsung dari Presiden untuk mempercepat realisasi target swasembada pangan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kerja sama dengan himpunan bank milik negara guna memfasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani. Dengan Key Strategy ini, polisi berharap dapat memberikan dorongan ekonomi kepada para petani, sekaligus meningkatkan produksi komoditas strategis seperti jagung.

Dalam Key Strategy Polri, penanaman jagung dianggap sebagai salah satu kebijakan utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan. Sigit menyebutkan bahwa potensi lahan garapan untuk jagung mencapai 1,37 juta hektare, dan pihaknya terus berupaya memaksimalkan luas tanam tersebut. Dari Januari 2025 hingga kuartal kedua 2026, Polri telah melakukan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton jagung. Angka ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam penguasaan lahan pertanian tengah berjalan sesuai rencana.

Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam Key Strategy yang lebih luas, Polri juga memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya mendorong akses makanan sehat bagi masyarakat. Sampai Juni 2026, institusi kepolisian telah menyelesaikan pembangunan 1.415 SPPG, dengan 828 unit dioperasikan dan 227 unit dalam tahap operasional. Sigit menekankan bahwa program ini telah menyerap 70.700 pekerja dan melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat. Terdapat pula 360 SPPG yang sedang dalam proses pembangunan, termasuk 33 unit yang dibangun di daerah 3T, yaitu terpencil, terdepan, dan terluar.

“Kami berkomitmen untuk mempercepat pembangunan 1.500 SPPG sepanjang 2026, karena Key Strategy ini merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sigit.

Polri juga melakukan inisiatif tambahan untuk meningkatkan kualitas program MBG, seperti menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang berisi 80 menu beragam. Buku ini dirancang untuk menambah variasi makanan sehat sekaligus memastikan standar nutrisi yang sesuai. Sigit menegaskan bahwa SPPG tidak hanya menjadi pusat distribusi makanan, tetapi juga menjadi tempat edukasi masyarakat mengenai kebersihan dan kesehatan makanan.

Dalam Key Strategy yang diusung, Polri juga memperluas kemitraan dengan sektor pertanian dan kecamatan di berbagai wilayah. Contohnya, pihaknya telah menolong 30 kelompok tani di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, dalam menanam bawang putih. Hasil panen dari 948 hektare lahan tersebut mencapai 18.960 ton, yang menjadi bukti bahwa Key Strategy ini mampu berdampak langsung pada produksi pangan lokal.

Kebijakan Key Strategy Polri dalam ketahanan pangan juga melibatkan pengawasan terhadap keberlanjutan program tersebut. Dengan 348 sertifikat layak sanitasi, 146 sertifikat jaminan produk halal, 285 sertifikat uji lab air, dan 305 chef terlatih, SPPG menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan. Selain itu, hasil panen jagung dan bawang putih menjadi indikator bahwa Key Strategy ini berjalan efektif dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat, Polri juga mengajak para petani dan komunitas setempat untuk terus berpartisipasi dalam Key Strategy ini. Upaya penanaman jagung dan bawang putih diharapkan bisa memperkuat ekonomi daerah, sekaligus mengurangi risiko kelangkaan bahan pangan. Dengan pendekatan yang holistik, Polri menjadikan Key Strategy sebagai bagian dari upaya nasional untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif.

Join the discussion