Skip to content
Metro

Dankor Brimob Minta Anggota Terseret Narkoba Disanksi Berat

Intan Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Dankor Brimob Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Anggota yang Terlibat Narkoba Dankor Brimob Minta Anggota Terseret Narkoba - Komandan Korps Brigade Mobil

Dankor Brimob Minta Anggota Terseret Narkoba Disanksi Berat

Dankor Brimob Tegaskan Tindakan Tegas terhadap Anggota yang Terlibat Narkoba

Tempatdonasi.com – Komandan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Komisaris Jenderal Ramdani Hidayat, menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi anggota Korps Brimob yang terlibat dalam peredaran narkotika, psikotropika, atau zat adiktif lainnya. Menurut Ramdani, setiap kasus terbukti harus ditangani dengan sanksi yang tegas, bahkan hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Pernyataan ini dikeluarkan saat ia diwawancara pada Jumat, 3 Juli 2026, sebagai respons atas penangkapan seorang anggota Brimob di Lampung Selatan.

Operasi di Pelabuhan Bakauheni dan Sanksi yang Diusulkan

Dalam operasi yang terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026, polisi menggerebek enam orang yang diduga terlibat dalam pengedaran narkoba di area Pelabuhan Bakauheni. Dua dari mereka adalah Ajun Inspektur Dua HB, yang merupakan anggota Brimob, serta Kopral Satu DK dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Penangkapan ini terjadi setelah petugas menemukan bukti-bukti awal yang mencurigakan, yakni foto narkoba di ponsel salah satu pelaku.

Kalau sanksi jelas harus berat sampai PTDH,” ujar Ramdani saat dihubungi Tempo. Pernyataannya menekankan bahwa Korps Brimob tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga siap memberikan hukuman yang seimbang jika ada anggota yang melanggar aturan.

Menurut Ramdani, penanganan kasus HB dan DK dilakukan oleh Kepolisian Daerah Lampung, yang diberi perintah oleh Brimob untuk memastikan kejelasan terkait pelanggaran tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Korps Brimob telah memberikan petunjuk dan arahan jelas kepada para anggotanya untuk menjauhi keterlibatan dalam jaringan narkoba. “Melanggar perintah dan aturan berarti siap menerima konsekuensi,” tambahnya.

Latar Belakang Operasi dan Bukti yang Ditemukan

Kepolisian Resor Lampung Selatan melakukan penyelidikan terhadap mobil yang melintas di area pelabuhan. Dalam prosesnya, petugas menemukan bukti visual berupa foto narkoba di ponsel salah satu penumpang. Kebocoran informasi ini memicu tim penyidik untuk melacak sumber barang tersebut, hingga akhirnya menemukan mobil lain yang terparkir di dermaga. Setelah dilakukan penggeledahan, total tiga plastik besar dan satu plastik kecil disita dari lokasi.

Dari penggeledahan tersebut, pihak kepolisian menyita tiga plastik besar yang diduga berisi sabu serta satu plastik yang berisi ekstasi. Barang-barang tersebut ditemukan dalam kondisi siap dibawa ke tempat tujuan, dengan membuktikan bahwa para pelaku memiliki peran aktif dalam distribusi narkoba. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung, Komisaris Besar Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa kasus ini diambil alih oleh Polda Lampung setelah investigasi awal dilakukan oleh Polres setempat.

Konteks Korps Brimob dalam Perang Narkoba

Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana Korps Brimob berupaya menjaga integritas anggotanya di tengah tantangan penyalahgunaan narkoba. Sebagai bagian dari kepolisian yang bertugas di area kritis seperti pelabuhan, Brimob sering dihadapkan pada risiko anggotanya terjebak dalam jaringan peredaran gelap. Ramdani menjelaskan bahwa keberadaan anggota yang terlibat dalam narkoba bisa merusak citra institusi kepolisian dan mengurangi kepercayaan publik.

Dalam rangka penguatan pengawasan, Korps Brimob terus memperketat protokol internal, termasuk pemeriksaan berkala dan pelatihan anti-narkoba. Namun, ada penekanan khusus pada tindakan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai bentuk penghukuman terberat, terutama untuk anggota yang terbukti melanggar peraturan secara sistematis. “PTDH bukan sekadar hukuman, tetapi juga pengingat bahwa korupsi dan keterlibatan narkoba akan dianggap serius,” ujarnya.

Upaya Tempo dan Respons TNI AL

Sebagai bagian dari investigasi lebih lanjut, Tempo juga mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, untuk meminta penjelasan terkait peran DK yang merupakan anggota TNI AL. Meski begitu, hingga kini Tunggul belum memberikan respons atas permintaan tersebut. Hal ini memicu pertanyaan mengenai keterlibatan TNI AL dalam kasus narkoba di Lampung Selatan.

Kasus HB dan DK juga menggambarkan keterlibatan antar lembaga. Sementara Brimob fokus pada pemeriksaan internal, TNI AL berperan dalam mengungkap sebagian dari pelaku. Dengan adanya pelanggaran yang melibatkan dua institusi, muncul kekhawatiran bahwa koordinasi antar anggota keamanan perlu diperbaiki. “Ini menjadi pelajaran bahwa kerja sama antar lembaga harus lebih terpadu,” kata Ramdani.

Pengaruh Kasus terhadap Kredibilitas Korps Brimob

Pengungkapan kasus ini memperlihatkan bagaimana Brimob mengambil langkah tegas untuk menjaga kredibilitasnya. Dengan menerapkan sanksi berat, korps ini menunjukkan komitmen pada perjuangan anti-narkoba. Namun, ada penekanan pada kebutuhan untuk memastikan transparansi dalam proses penanganan kasus, agar masyarakat percaya bahwa tindakan yang diambil sejalan dengan prinsip keadilan.

Ramdani juga menyoroti pentingnya pendidikan moral dan pengawasan ketat terhadap anggota, terutama di lingkungan yang rentan terhadap pengaruh eksternal. “Kita harus mengajarkan bahwa narkoba adalah musuh bersama, tidak hanya untuk Brimob, tetapi juga untuk seluruh lembaga keamanan,” tegasnya. Pernyataan ini menggambarkan upaya Brimob untuk tidak hanya menjaga integritas anggotanya, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif terhadap bahaya narkoba.

Kemungkinan Penyebab dan Proses Investigasi

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan bahwa pelaku mengambil jalan yang tidak terduga untuk menyembunyikan barang bukti. Dengan menemukan foto narkoba di ponsel, petugas langsung mengarahkan fokus ke mobil lain yang diduga menjadi tempat penyimpanan barang. Dari sana, mereka menemukan barang yang sudah dipersiapkan untuk dibawa ke tempat tujuan. Proses ini menggambarkan ketelitian petugas dalam mengungkap praktik penyalahgunaan narkoba di daerah pelabuhan.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa pelaku bisa datang dari berbagai latar belakang, termasuk anggota dari institusi militer dan kepolisian. Hal ini menekankan pentingnya kol

Join the discussion