Skip to content
Dunia

Kesepakatan Rudal BrahMos India dengan RI Masih Berlanjut

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 4 mins read

Kesepakatan Rudal BrahMos India dengan RI Masih Berlanjut Key Discussion - Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India terkait pengadaan sistem rudal

Kesepakatan Rudal BrahMos India dengan RI Masih Berlanjut

Kesepakatan Rudal BrahMos India dengan RI Masih Berlanjut

Tempatdonasi.com – Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India terkait pengadaan sistem rudal supersonik BrahMos masih dalam tahap penyempurnaan, kata Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, dalam jumpa media di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 3 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi belum mencapai titik akhir, sehingga kontrak penjualan belum ditandatangani secara resmi.

Menurut Chakravorty, minat Indonesia terhadap rudal BrahMos yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia tetap terbuka. Ia menyatakan bahwa negara ini berharap segera menyelesaikan beberapa kesepakatan mengenai sistem senjata tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembahasan masih berlangsung intensif, dan tidak ada kepastian sebelum kontrak diumumkan.

“Kerja sama pertahanan masih terus dibahas. Indonesia telah menyatakan minat terhadap BrahMos, dan pembahasannya sudah sangat maju. Kami berharap dapat segera menyelesaikan sejumlah kesepakatan mengenai BrahMos,” ujarnya.

Dalam konteks global, rudal BrahMos dipandang sebagai senjata strategis yang mampu meningkatkan kemampuan pertahanan negara-negara anggota. Rudal ini memiliki kecepatan hingga Mach 2,8 hingga Mach 3, menjadikannya sulit dihindari oleh sistem pertahanan udara. Kombinasi kecepatan tinggi dan presisi akurat membuat BrahMos menjadi pilihan utama bagi beberapa negara, termasuk Indonesia.

Sejarah dan Spesifikasi Rudal BrahMos

Proyek BrahMos lahir dari kerja sama antara India dan Rusia, di mana teknologi rudal yang dikembangkan ini memiliki kemampuan unggul dalam berbagai medan. Nama rudal ini merupakan gabungan antara Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia, mencerminkan kolaborasi bilateral yang mendalam.

Salah satu keunggulan BrahMos adalah jangkauannya yang luas. Variasi standar rudal ini mampu menjangkau target hingga 300 hingga 500 kilometer, sementara versi ekspor terbatas pada 290 kilometer untuk memenuhi aturan pengendalian teknologi internasional. Fungsi utama BrahMos adalah menyerang target darat maupun laut dengan efisiensi tinggi.

“Pada tahun 2024 telah dilakukan kesepahaman minat atau expression of interest dalam kerangka kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India,” kata Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan, dalam keterangan tertulis pada 12 Maret 2026.

Rudal ini juga memiliki kemampuan untuk menembakkan diri ke berbagai jenis target, termasuk kapal perang, pangkalan udara, atau pusat pengendalian. Kapasitasnya untuk bergerak dengan kecepatan tinggi membuatnya menjadi senjata yang sangat efektif dalam operasi militer modern. Selain itu, BrahMos diklaim lebih murah dibandingkan senjata serupa dari negara lain, menurut Chakravorty.

Pengadaan Masuk Anggaran Pertahanan

Kementerian Pertahanan Indonesia sebelumnya menyatakan bahwa proses akuisisi BrahMos sudah berlangsung selama beberapa tahun. Proyek ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang menjadi prioritas pemerintah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa pembelian rudal BrahMos tidak akan menyulitkan anggaran keuangan negara. Ia menjelaskan bahwa belanja tersebut telah termasuk dalam anggaran pertahanan yang ditetapkan untuk tahun 2026.

“Kalau anggaran pertahanan kan sudah dikunci,” kata Purbaya di sela kunjungan kerja di Yogyakarta, 17 Maret 2026. “Jadi perkara belanja apa, mungkin memang sudah dianggarkan di anggaran yang sudah dikunci itu di tahun 2026 ini, jadi tidak ada masalah,” tambahnya.

Anggaran tersebut dianggap cukup mumpuni untuk menutupi biaya pengadaan, mengingat BrahMos dijual dengan harga yang kompetitif. Chakravorty juga menyebutkan bahwa keberhasilan penjualan BrahMos ke Filipina sebelumnya memberi gambaran bahwa sistem ini sangat diminati oleh negara-negara Asia Tenggara.

Kemajuan Proses Akuisisi

Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa proses akuisisi BrahMos telah menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah menandatangani expression of interest pada 2024, kedua negara melanjutkan pembahasan teknis dan kebijakan untuk menyelesaikan perjanjian.

Menurut Rico Ricardo Sirait, ini adalah langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan pertahanan jangka panjang. Ia menekankan bahwa kesiapan Indonesia dalam membeli BrahMos mencerminkan kebutuhan untuk memperkuat keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik regional.

BrahMos juga disebut sebagai senjata jelajah supersonik yang mampu memberikan keunggulan taktis dalam operasi militer. Kemampuannya untuk menyerang target dari jarak jauh, sekaligus menjaga kecepatan tinggi, membuatnya menjadi pilihan ideal bagi negara-negara yang menginginkan keunggulan pertahanan tanpa mengorbankan anggaran.

Manfaat dan Strategi Kemitraan

Chakravorty menyatakan bahwa pembelian BrahMos akan menjadi contoh kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India yang menghasilkan manfaat nyata. Ia menambahkan bahwa keberhasilan negosiasi ini akan memberi pengaruh positif pada hubungan bilateral, terutama dalam bidang keamanan.

Anggaran yang sudah terkunci dalam 2026 diperkirakan akan membantu mempercepat proses pengadaan, sehingga Indonesia bisa menikmati manfaat senjata canggih ini sebelum waktu yang diharapkan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan negara untuk meningkatkan kemampuan militer di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Penulis: Pribadi Wicaksono

Pilihan Editor: Purbaya Beberkan soal Anggaran Pembelian Rudal India

Join the discussion