Special Plan: Menteri Ara sebut dirjen yang mundur kembali ke instansi asal
Menteri Ara Sebut Dirjen yang Mundur Kembali ke Instansi Asal
Special Plan – Jakarta, Rabu – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, Azis Andriansyah, yang telah mengajukan pengunduran diri, akan dikembalikan ke instansi asalnya, yaitu kepolisian. Dalam wawancara di Jakarta, Ara, sapaan akrab Maruarar, menjelaskan bahwa keputusan ini mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). “Direktur jenderal yang mengundurkan diri harus dikembalikan ke instansinya. Dalam hal ini, Azis Andriansyah dipastikan kembali bekerja di kepolisian,” ujar Ara.
Latar Belakang Dirjen Azis Andriansyah
Azis Andriansyah, yang telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 1998, memiliki riwayat karier yang solid di kepolisian. Ia melanjutkan studi hingga gelar Sespimti dan juga menempuh pendidikan akademik hingga tingkat gelar S3. Sebelum menjabat sebagai Dirjen, Azis pernah menempati beberapa posisi strategis di lingkungan polisi, termasuk jabatan sebagai Kapolresta Depok. Kinerjanya selama tiga tahun di Kementerian PKP dinilai cukup baik, meski ia memutuskan untuk mengakhiri masa jabatannya.
“Kinerjanya bagus. Kinerjanya bagus sekali,” kata Ara.
Menurut Ara, pengembalian Azis ke kepolisian dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan hukum yang berlaku. “Dalam Peraturan Polri Nomor 10 Tahun 2025 Pasal 3 ayat (2), diketahui bahwa Kementerian PKP tidak masuk dalam kategori instansi yang bisa diduduki oleh Polri,” tambah Ara.
Pengganti Dirjen Azis Andriansyah
Sebagai pengganti Azis, Ara telah menunjuk Roberia, yang sekarang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko. Roberia diangkat untuk memastikan program pembangunan 3 juta rumah berjalan lancar, efisien, dan bebas dari praktik korupsi. “Pak Menteri Perumahan ingin menunjukkan bahwa Kementerian PKP adalah kementerian yang taat hukum dan profesional,” jelas Roberia.
Roberia juga mengungkapkan bahwa ia telah menjabat sebagai Plt Dirjen selama tiga hari. Selama periode ini, ia fokus pada pengelolaan program pembangunan perumahan yang menjadi prioritas Kementerian PKP. “Saya bertugas untuk memastikan semua proyek berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kinerja harus tetap dijaga agar tidak terganggu,” katanya.
Mundurnya Dirjen Imran
Di sisi lain, Ara tidak menyebutkan alasan pasti mengenai pengunduran diri Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Imran. Diketahui Imran memiliki latar belakang sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang sebelumnya berdinas di Kementerian Dalam Negeri. Meski tidak ada penjelasan rinci mengenai keputusan Imran, Ara menegaskan bahwa keduanya, Azis dan Imran, sama-sama menunjukkan performa yang memadai selama menjabat di Kementerian PKP.
“Kedua pejabat tersebut memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan sektor perumahan dan kawasan permukiman,” tambah Ara.
Setelah Imran mengundurkan diri, Ara menyatakan bahwa Kementerian PKP telah menyiapkan pengganti yang baru. Namun, identitas sosok tersebut belum diungkapkan secara resmi. “Kementerian tidak ingin ada kekosongan jabatan. Kami sudah memutuskan orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut,” jelas Ara.
Perspektif Hukum dan Karier di Kementerian PKP
Azis Andriansyah adalah salah satu dari beberapa pejabat yang dipindahkan ke instansi asalnya sesuai dengan ketentuan hukum. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsistensi dan keadilan dalam penempatan pegawai. “Dalam situasi seperti ini, kita harus menjunjung aturan agar tidak ada kesan ketidaksesuaian dalam proses rotasi pejabat,” kata Ara.
Menurut Roberia, pengunduran diri Azis menjadi momen penting untuk mengevaluasi kinerja pejabat di Kementerian PKP. “Dengan adanya pergantian, kita bisa melihat bagaimana dinamika dalam kepemimpinan dirjen berdampak pada implementasi program,” tuturnya.
Program 3 Juta Rumah dan Visi Menteri Ara
Pembangunan 3 juta rumah menjadi salah satu dari tugas utama Kementerian PKP. Roberia menyatakan bahwa ia terus berupaya mempercepat proses penyaluran dana dan pengawasan proyek. “Kami menargetkan keberhasilan ini tidak hanya berupa angka, tapi juga kepuasan masyarakat yang menjadi penerima manfaat,” jelasnya.
Menurut Ara, keberhasilan program ini bergantung pada keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah. “Kolaborasi yang baik akan memastikan distribusi rumah subsidi berjalan adil dan tepat sasaran,” katanya.
Pelatihan dan Pengalaman Azis Andriansyah
Azis Andriansyah, yang pernah mengenyam pendidikan kepolisian hingga tingkat Sespimti, dianggap memiliki keahlian teknis yang mumpuni. “Pengalaman di bidang tata kelola risiko dan pengendalian korupsi akan membantu keberlanjutan program,” kata Roberia.
Ara juga menyoroti pentingnya pendidikan akademik bagi pejabat di Kementerian PKP. “Para dirjen harus memiliki wawasan yang luas agar bisa mengambil keputusan yang cermat. Kombinasi antara pengalaman lapangan dan pengetahuan akademik akan membawa manfaat besar,” ujarnya.
Perkembangan Terkini dan Peran Plt Dirjen
Sebagai Plt Dirjen, Roberia diharapkan bisa mempercepat proses evaluasi program pembangunan rumah. Ia menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah memastikan tidak ada tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan. “Kami juga memperkuat sistem pengawasan internal agar semua kegiatan berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” katanya.
Kementerian PKP telah memperkenalkan beberapa mekanisme baru untuk memantau kinerja dirjen dan stafnya. “Selama tiga hari menjabat, saya sudah memulai evaluasi terhadap sistem manajemen risiko. Ini adalah langkah awal untuk memastikan keberhasilan program 3 juta rumah,” jelas Roberia.
Penutup
Ara menegaskan bahwa keputusan pemberhentian dan penggantian dirjen adalah bagian dari proses dinamis dalam mengelola organisasi. “Kami selalu mencari cara terbaik untuk menyelesaikan masalah, baik melalui pemberhentian maupun penempatan kembali pegawai ke instansi asalnya,” ujarnya.
Dengan adanya pergantian ini, Ara yakin bahwa Kementerian PKP akan tetap stabil dalam menjalankan tugas utamanya. “Ini adalah bukti bahwa kita peduli pada kualitas manajemen dan kinerja pejabat,” pungkas Ara.
