Skip to content
Gaya

Tak Cuma Olahraga, Ini 4 Langkah Capai Berat Badan Ideal

Maya Rahman - tempatdonasi.com 3 mins read

Tak Cuma Olahraga, Ini 4 Langkah Capai Berat Badan Ideal Key Issue - Dalam perjalanan menuju bentuk tubuh yang optimal, banyak orang terbiasa mengandalkan

Tak Cuma Olahraga, Ini 4 Langkah Capai Berat Badan Ideal

Tak Cuma Olahraga, Ini 4 Langkah Capai Berat Badan Ideal

Tempatdonasi.com – Dalam perjalanan menuju bentuk tubuh yang optimal, banyak orang terbiasa mengandalkan aktivitas fisik sebagai satu-satunya sarana. Mereka antusias mengikuti berbagai tren olahraga di pusat kebugaran, bahkan berusaha memprioritaskan kegiatan tersebut di tengah rutinitas sibuk. Namun, menurut Certified Personal Trainer Coach Fahmi Qurusy, mencapai berat badan ideal tidak hanya bergantung pada olahraga, melainkan memerlukan kombinasi empat langkah penting yang seimbang.

Fondasi Utama: Pola Makan yang Terencana

Fahmi menekankan bahwa pola makan menjadi dasar utama untuk memulai perubahan gaya hidup sehat. “Mengatur asupan makanan yang seimbang adalah langkah pertama yang wajib diperhatikan, karena makanan menyediakan energi untuk aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung proses pemulihan dan pembentukan jaringan tubuh, termasuk otot,” ujarnya. Pola makan yang terstruktur tidak hanya mengurangi risiko kelebihan berat badan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan kebutuhan nutrisi. Dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas makanan, tubuh dapat mencerna nutrisi secara efisien dan membangun kekuatan fisik secara bertahap.

Langkah Kedua: Istirahat yang Cukup

Setelah pola makan, tahap berikutnya adalah istirahat. Fahmi menjelaskan bahwa tidur memegang peranan krusial dalam mempercepat pemulihan tubuh, menjaga keseimbangan hormon, serta membantu adaptasi setelah beraktivitas. “Waktu istirahat yang memadai memperkuat sistem imun dan meningkatkan fokus, terutama bagi mereka yang sering menghabiskan hari di depan komputer,” katanya. Kurang tidur bisa menyebabkan peningkatan nafsu makan dan kerusakan metabolisme, sehingga menjadi ancaman tersembunyi bagi usaha menurunkan berat badan.

Gerakkan Tubuh dalam Aktivitas Sehari-hari

Langkah ketiga menekankan pentingnya gerakan sehari-hari. Fahmi mengingatkan bahwa olahraga tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. “Beberapa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, menggunakan tangga, atau melakukan peregangan sambil bekerja sudah cukup memberikan manfaat,” ujarnya. Dalam era kerja modern, kebiasaan duduk terlalu lama menjadi tantangan utama. Rata-rata orang Indonesia hanya mampu mencapai 3.500 langkah per hari, terutama bagi pekerja kantoran yang menghabiskan waktu di depan layar. Fahmi menambahkan, tubuh manusia diciptakan untuk bergerak, sehingga aktivitas ringan secara rutin dapat mencegah masalah kesehatan seperti nyeri punggung, pegal leher, dan risiko penyakit tidak menular.

Ketika seseorang merasa kelelahan atau nyeri di bagian tubuh muncul, Fahmi menyarankan untuk mengambil waktu untuk peregangan. “Tidak perlu menunggu hingga muncul keluhan fisik. Sebaiknya luangkan menit-menit kecil untuk meredakan ketegangan otot, terutama saat jeda bekerja,” katanya. Tindakan ini tidak hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga mencegah kebiasaan buruk yang bisa memperparah kondisi.

Suplementasi: Penunjang Tambahan

Saat pola makan, istirahat, dan gerakan sehari-hari sudah dijalankan, kebutuhan tubuh bisa dilengkapi dengan suplementasi sesuai kebutuhan. Fahmi menjelaskan bahwa minuman atau suplemen tertentu bisa memperkuat proses penurunan berat badan, terutama untuk kelompok tertentu seperti lansia yang semakin aktif. “Jika asupan nutrisi dari makanan sudah cukup, suplementasi bisa menjadi pilihan tambahan,” katanya. Selain itu, hidrasi tetap menjadi elemen penting. Menurut Brand Representative & Frontline Marketing Franchise Operation POWERADE Coca-Cola Indonesia, Chintamy Ruliana Dewi, kebutuhan cairan bervariasi sesuai aktivitas dan kondisi tubuh.

Chintamy mengatakan, “Hidrasi bukan hanya penting bagi atlet, tetapi juga bagi pekerja yang sering bergerak sepanjang hari. Minum air putih adalah pilihan utama, namun saat tubuh kehilangan elektrolit melalui keringat, minuman khusus bisa membantu mempertahankan performa tubuh.” Menurut Fahmi, konsumsi air sekitar dua hingga tiga liter per hari tetap direkomendasikan, sementara suplemen elektrolit bisa dipakai saat intensitas aktivitas fisik tinggi.

Fahmi menambahkan bahwa perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari lebih efektif daripada rencana besar yang terburu-buru. “Perbaikan kondisi tubuh sering kali terlihat dari hal-hal sederhana, seperti tubuh yang lebih tahan lama, kualitas tidur meningkat, serta suasana hati lebih stabil,” ujarnya. Selama proses ini, konsistensi adalah kunci utama. “Tidak perlu menimbang berat badan setiap hari, karena tubuh membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasilnya. Fokus pada langkah-langkah kecil justru lebih bermanfaat jangka panjang,” pungkas Fahmi dalam acara POWERADE® The Power Talk & Power Arena di Jakarta pada Sabtu 4 Juli 2026.

Join the discussion