Skip to content
Gaya

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Sinta Kurniawan - tempatdonasi.com 4 mins read

Menurut Dr. Nahum, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga yang berpraktik di Seraphim Medical Center RS Bethsaida, pencapaian performa terbaik dalam

Agar Performa Olahraga Bisa Maksimal

Optimalkan Performa Olahraga dengan Pendekatan Kedokteran Olahraga yang Komprehensif

Tempatdonasi.com – Menurut Dr. Nahum, seorang dokter spesialis kedokteran olahraga yang berpraktik di Seraphim Medical Center RS Bethsaida, pencapaian performa terbaik dalam berolahraga tidak dapat dicapai hanya dengan meningkatkan intensitas latihan secara sembarangan. Sebaliknya, diperlukan sebuah program yang terukur dan terencana dengan baik. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat tuntutan fisik dalam berbagai cabang olahraga modern yang semakin kompleks dan menuntut respons tubuh yang cepat dan tepat.

Tuntutan Fisik dalam Olahraga Modern

Dalam konteks olahraga seperti padel, tubuh manusia dituntut untuk melakukan berbagai gerakan dinamis secara simultan. Gerakan-gerakan tersebut meliputi percepatan mendadak, rotasi tubuh, pengereman cepat, serta perubahan arah yang berulang-ulang dalam waktu singkat. Kondisi ini menuntut atlet untuk memiliki evaluasi kondisi fisik yang menyeluruh, program latihan yang sesuai, strategi pemulihan yang efektif, serta sistem pemantauan yang tepat guna.

“Atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera,” jelas Nahum dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 19 Juli 2026.

Pentingnya Nutrisi dan Hidrasi yang Tepat

Aspek nutrisi memegang peranan krusial dalam mendukung penampilan olahraga yang optimal. Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga, baik atlet profesional maupun masyarakat umum yang rutin berolahraga disarankan untuk memperhatikan pola makan dan asupan gizi secara konsisten. Pemilihan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum dapat menjadi sumber energi yang lebih tahan lama dibandingkan karbohidrat sederhana.

Waktu konsumsi makanan juga perlu diperhatikan. Konsumsi camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein sekitar satu hingga dua jam sebelum aktivitas olahraga dapat memberikan energi yang cukup. Setelah latihan, pemulihan otot dapat dibantu dengan memenuhi kembali kebutuhan energi dan protein tubuh.

Hidrasi yang adekuat tidak boleh diabaikan. Tubuh memerlukan cairan yang cukup sebelum, selama, dan setelah berolahraga untuk mencegah penurunan performa akibat dehidrasi. Selain itu, protein dari sumber seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, atau kacang-kacangan sangat penting untuk pemulihan jaringan otot. Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun juga perlu dikonsumsi sebagai bagian dari asupan nutrisi seimbang.

Peran Vitamin, Mineral, dan Pendekatan Kedokteran Olahraga

Asupan vitamin dan mineral seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan. Karena setiap individu memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan jenis olahraga yang dilakukan, intensitas latihan, serta kondisi fisik masing-masing. Konsultasi dengan ahli gizi dapat membantu menentukan kebutuhan yang tepat.

Menurut Dr. Nahum, pendekatan kedokteran olahraga juga berkontribusi signifikan dalam proses back to sport. Proses ini melibatkan pendampingan bertahap setelah seseorang mengalami cedera, dengan tujuan agar pasien tidak hanya bebas dari rasa sakit, tetapi juga memiliki kekuatan, fungsi gerak, kontrol tubuh, dan kesiapan fisik yang memadai untuk kembali berolahraga secara optimal.

Penanganan Cedera Olahraga yang Tepat

Dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi subspesialis cedera olahraga di Bethsaida Hospital Gading Serpong, menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan yang tepat untuk berbagai jenis cedera. Cedera pada otot, sendi, ligamen, tulang, maupun tulang belakang memerlukan pendekatan yang berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya.

“Cedera olahraga memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang mengalami kerusakan dan mengembalikan fungsi gerak pasien,” ujar Herryanto.

Dukungan Medis untuk FIP Bronze Banten 2026

Bethsaida Hospital Gading Serpong dan Seraphim Medical Center telah ditetapkan sebagai Official Medical Partner untuk turnamen FIP Bronze Banten 2026. Turnamen padel internasional pertama yang digelar di Banten ini berlangsung pada tanggal 14 hingga 19 Juli 2026 dan merupakan bagian dari kompetisi internasional di bawah naungan International Padel Federation (FIP).

Dukungan medis yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan performa, pencegahan dan penanganan cedera, tindakan medis maupun operatif apabila diperlukan, pemulihan, hingga pendampingan agar atlet dapat kembali berolahraga secara aman. Peserta juga memperoleh akses ke layanan fisioterapi, sports massage, pemeriksaan kesehatan, dan layanan kebugaran sesuai kebutuhan individual.

Melalui fasilitas Medical Gym, peserta dan masyarakat aktif dapat menjalani asesmen kondisi fisik serta latihan yang disusun secara khusus untuk meningkatkan kekuatan, stabilitas, mobilitas, daya tahan, dan performa olahraga. Layanan ini didukung oleh program fisioterapi dan latihan terapeutik yang disesuaikan dengan kondisi serta target masing-masing individu.

Untuk menunjang proses recovery, Seraphim Medical Center juga menghadirkan layanan seperti whole-body cryotherapy, sauna, dan sports massage. Pendekatan komprehensif ini menjadi bagian dari program pemulihan yang dirancang untuk membantu tubuh kembali siap setelah latihan maupun kompetisi.

Sebagai Official Medical Partner FIP Bronze Banten 2026, Bethsaida Healthcare berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga melalui layanan kesehatan yang komprehensif, profesional, dan berorientasi pada performa serta pemulihan jangka panjang bagi para atlet dan masyarakat.

Join the discussion