Skip to content
Metro

Selain Cafe de’Clan – Polisi Geledah Money Changer dan Rumah

Wahyu Santoso - tempatdonasi.com 3 mins read

Operasi Massal Polri: Penggeledahan Meluas ke Money Changer dan Domisili Tersangka Selain Cafe de Clan, tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana

Selain Cafe de’Clan – Polisi Geledah Money Changer dan Rumah

Operasi Massal Polri: Penggeledahan Meluas ke Money Changer dan Domisili Tersangka

Tempatdonasi.com – Selain Cafe de Clan, tim penyidik dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri bekerja sama dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya melaksanakan serangkaian penggeledahan di berbagai lokasi strategis. Kegiatan ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 8 Juli 2026, dan tidak hanya berfokus pada Cafe de’Clan Signature yang terletak di kawasan Cilandak Tengah, Cipete, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi ini mencakup delapan titik berbeda yang menjadi sasaran pemeriksaan menyeluruh oleh aparat hukum.

Delapan Titik Penggeledahan di Jakarta dan Sekitarnya

Komisaris Besar Budi Hermanto, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa total ada delapan lokasi yang digeledah dalam operasi tersebut. Selain cafe yang menjadi pusat perhatian publik, tim penyidik juga memeriksa sebuah money changer yang berlokasi di kawasan Pacific Place. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di beberapa rumah tinggal yang tersebar di wilayah Kuningan, Sudirman, serta Bogor.

Ada penggeledahan di Money Changer, Pacific Place, dan rumah di daerah Kuningan, Sudirman, dan Bogor, ujar Budi di lokasi penggeledahan, Rabu.

Hingga saat ini, identitas lengkap pemilik kantor dan rumah yang digeledah belum diumumkan secara rinci oleh pihak kepolisian. Namun, sumber terpercaya menyebutkan bahwa kemungkinan akan terjadi perluasan lokasi penggeledahan seiring dengan berkembangnya penyelidikan. Hingga momen pengumuman ini, belum ada tersangka resmi yang ditetapkan dalam kasus yang sedang ditangani tersebut.

Tiga Kasus Utama yang Mengaitkan Penggeledahan

Inspektur Jenderal Totok Suharyanto, selaku Kepala Kortastipidkor Polri, menjelaskan bahwa operasi penggeledahan ini memiliki kaitan erat dengan tiga perkara hukum yang sedang berjalan. Pertama, adalah kasus tindak pidana pencucian uang atau yang dikenal sebagai TPPU serta kasus suap yang melibatkan PT Asabri. Kedua, terdapat perkara korupsi terkait pasokan batu bara yang sempat menyebabkan gangguan pasokan listrik atau blackout di wilayah Sumatera. Ketiga, kasus yang juga sedang ditangani adalah perkara yang melibatkan PT Krakatau Steel.

Kami terus melakukan upaya penegakan hukum, saat ini dengan skema join investigasi dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum PT Asabri dan PT Krakatau Steel, katanya, Rabu.

Temuan Uang Dolar di Brankas Cafe de’Clan

Salah satu temuan menarik selama penggeledahan di Cafe de’Clan Signature adalah keberadaan sejumlah uang pecahan dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat. Uang-uang tersebut ditemukan tersimpan di dalam sebuah brankas berukuran besar dengan tinggi mencapai dua meter. Brankas ini ditempatkan di lantai dua bangunan cafe. Menurut keterangan Komisaris Besar Budi Hermanto, uang-uang tersebut disimpan secara tersembunyi di balik sebuah lemari yang juga menampung brankas tersebut.

Selain uang tunai dalam jumlah signifikan, para penyidik juga menemukan berbagai dokumen penting di lokasi yang sama. Temuan ini menjadi salah satu bukti kunci yang akan mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Komisaris Besar Budi Hermanto menilai bahwa penyimpanan uang dalam jumlah besar dan fantastis ini merupakan indikasi penting dalam kasus yang sedang ditangani.

Penyimpanan uang yang cukup besar dan fantastis dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika, kata Komisaris Besar Budi Hermanto.

Pihak kepolisian saat ini masih dalam proses menghitung secara detail jumlah uang yang berhasil ditemukan selama penggeledahan. Proses perhitungan ini penting untuk memastikan akurasi data sebelum dilakukan pengumuman resmi. Sementara itu, publik juga disuguhkan dengan pilihan editor yang menyoroti sosok Ferry Hongkiriwang sebagai pemicu konflik antara jaksa dan polisi, menambah dimensi baru dalam perkembangan kasus ini.

Operasi massal ini menunjukkan komitmen kuat aparat hukum dalam menegakkan keadilan. Dengan pendekatan investigasi gabungan dan penggeledahan di berbagai titik, diharapkan proses hukum dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan lebih lanjut seiring dengan selesainya perhitungan uang dan pengumuman tersangka resmi dalam kasus-kasus yang saling terkait tersebut.

Join the discussion